Selasa, 28 Juli 2020

Gairah Cewek Kampus


NagaQQ - Perkenalkan namaku Satrio, aku masih kuliah di kota Bandung dan aku mempunyai teman yang baru aku kenal, orangnya baik dan pinter di kampus dia bernama Sunny, tubuhnya montok jika dia berjalan pantatnya yang semok itu sungguh menggoda apalagi terlihat garis celana dalamnya yang menonjol di sela pantanya.


Hal itu mengingatkan aku akan kakakku dan semakin membuatku ingin menjamah tubuhnya. Namun selalu saja dia bisa menolak. Paling-paling, kami hanya berciuman, namun tidak pernah lebih dari itu.

Waktu siang itu, Sunny aku mengajaknya jalan-jalan, hutan wisata yang ada di sebelah Utara kota B. Setelah parkir, akupun mencari tempat yang nyaman untuk ngobrol dan buat pacaran. Begitu dapat, kami pun berbincang.

Tak sengaja, tanganku asyik mengelus-elus jemarinya di atas pahanya. Sunny pun menatapku dengan sayu. Segera kucium bibirnya yang mungil. Sunny pun menyambut dengan antusias.

Lidahnya dengan lincah memilin lidahku hingga membuatku tersengal-sengal. Kudekap erat tubuhnya, sambil tangan kananku mencoba meremas remas pantatnya yang bahenol dan dia tidak menolaknya.

Tubuhnya pun bergetar hebat. Pelahan tanganku merayap menyingkapkan rok panjangnya dan mengusap pahanya yang ternyata sangat mulus sekali ketelusupkan jemariku ke dalam celana dalamnya.

“Mas, jangan ahhh, malu dilihat orang” katanya sembari mencoba mencegah tanganku beraksi lebih lanjut.

“Pindah tempat yuk, yang lebih aman,” ajakku sambil terus mencoba meremas payudaranya.
Sunny langsung menggelinjang.

Terasa buah dadanya yang ranum mulai mengeras, tanda bahwa Sunny mulai terangsang hebat. Matanya yang sayu jadi tampak mesum, tanda Sunny dilanda rangsangan berahi yang amat dahsyat. Kamipun segera berbenah diri, membetulkan pakaian yang sempat berantakan.

Kami pun segera pulang dan ku ajak Sunny ke rumah kontrakanku, karena aku di kota B mengontrak rumah mungil dan tinggal sendirian. Saat itu, hari sudah gelap. Sebenarnya aku sudah nggak tahan lagi ingin mencium dia lagi, dan tahu sendirilah selanjutnya.

Tapi gimana lagi, lha wong Sunny hanya diam terpaku. Aku jadi malah takut, jangan-jangan dia menyesal telah mau kuajak nginap di rumahku.

“Lagi mikirin apa?” tanyaku dan menghampirinya.

Dan Sunny hanya memandangku.

“Udah, baring ajah di kasur, aku bisa tidur di sofa nanti.


Tiba-tiba Sunny menangis dan kuberanikan diriku untuk memeluknya dengan lembut sambil menenangkannya, Sunny tak risih dengan apa yang aku lakukan. Setelah agak tenang berbisik dia bahwa dia tampak cantik.

Sunny tersenyum dan menatapku dalam, lalu memejamkan matanya. Kucium bibirny. Kucium dia dengan lebih nafsu dan dia dan diapun beguiiru juga, lalu tangannya merangkul pundakku. Kami berciuman dengan nafsu.

Dan Sunny pun mendesah
“ahmm emmahh Dan aku langsung meremas payudaranya yang padat dan putih itu.

Sunny mendesah nafsu dan menjambak rambutku. Dan Sunny sudah mulai terangsang, kuangkat baju panjangnya, tampaklah bra hitamnya yang sangat kusukai, kumulai meremas payudara yang masih terbungkus BH nya.

Lalu mulai tarik BH merahnya ke atas payudaranya, dengan punting merah-pink cerah yang telah mengeras. Sunny hanya memjamkan matanya dan menggigit bibirnya serta menjilati telunjuk ku.

Lalu aku buka Rok nya dan hanya terlihat CD putih yang dia pakai yang terlihat bulu-bulu halus vaginnya. Kumulai menurunkan CD putihnya dan bulu vaginnya tidak terlalu lebat dan rapi, rambut di sekitas bibir kemaluannya bersih, hanya di bagian atasnya. Dan kemaluannya tampak kencang dengan clitoris yang cukup besar dan mulai membahasi vaginnya.

Dan ku mulai memangkunya, dia mulai menciumku lagi, dan lidahku mulai memaikan di puntingnya, kujilati, kutekan bahkan kugigit lembut, Sunny menggelinjang ke enakan, dan mendesah-desah merasakan rangsangan kenikmatan yang aku berikan kepadanya.

Tangan kananku mulai memainkan clitorisnya, ternyata sudah banjir, kugesek clitoris dengan jari tengahku, perlahan-lahan. Sunny  semakin terangsang, dia bahkan menjambak rambutku lagi dan menekan kepalaku ke payudaranya yang wangi tersebut.

“Mas, ehmmm emmmh” Desahannya yang sangat merdu sekali.

“Mas… Sunny sudah mau keluar nih !” Sambil menjerit Sunny orgasme, denyutan kemaluannya kurasakan di tangan kananku. Sunny kemudian berdiri.

“Sekarang giliranmu,” katanya.

Sunny dengan cepat, Celanaku dilucutinya dan akupun disuruhnya berbaring. Salah satu tangannya memegang kemaluanku, dia mengelusnya dengan lembut

“Enak ya, Mas.”

Sunny mulai mengulum kemaluanku dan mengelus, dan mengocoknya dengan mulutnya. Kocokannya sungguh nikmat.

“Belajar darimana Sunny, kok lincah banget?, tanyaku kepada Sunny.

“Aku pernah liat BF bareng teman-teman di kostku. Kayaknya enak banget, dan ternyata memang benar,” jawab Sunny sambil terus mengulum kemaluanku.

Sunny tampak sexy,  payudaraya keluar karena kaosnya terangkat keatas. Bibirnya yang mungil sibuk melumat habis kemaluanku.

Kupegang kepalanya, kuikuti naik turunnya, sesekali kutekan kepalanya saat turun. Sesaat kemudian dia berhenti.

“Mas, kont0lmu lumayan besar dan panjang yach, keras lagi, aku makin terangsang nich.”

Aku hanya tersenyum, lalu kuajak dia main 69, dia mau. Kemaluananya yang banjir itu tepat diwajahku, merah dan kencang, sedang Sunny masih asyik mengocok kemaluanku. Saat itu aku baru menikmati lagi kemaluan seorang wanita, setelah kakakku menikah.

Aku mulai menjilati kemaluannya, harum sekali bau sabun dan bau cairan kewanitaanya, dan clitorisnya sampai memerah dan kuhisap cairan yang sudah keluar, tiba tiba dia berteriak saat kuhisap kemaluanya keras-keras.

“Masss… I lovvve ittt, babbyy”, dia menjerit dan aku tahu kalau dia lagi klimaks karena kenaluanya sedang kujilat dan saat itulah aku rasakan cairan wanita lagi selain punya kakakku dulu yang asam-asam pahit tapi nikmat.

Setelah dia klimaks, dia bilang dia capai tapi aku nggak peduli karena aku belum keluar dan aku bilang ke dia kalau aku belum puas, saat itulah permainan dilanjutkan.

Dia mulai melakukan gaya anjing dan aku mulai memasukkan kont0lku ke sela-sela pahanya yang menggiurkan dan aku tarik dorong selama beberapa lama. Baru dijepit pahanya saja, rasanya sudah di awang-awang. Apalagi kalau kemaluanku bisa masuk ke kemaluanya.

Beberapa lama kemudian, aku bosan dengan gaya itu, dan kusuruh dia untuk berada di bawahku. Sunny memandangku dengan sayu. Segera kukulum puting payudaranya yang tampak mengeras itu, kontan dia melenguh hebat.



Ternyata puting payudaranya merupakan titik rangsangnya. Dengan diam-diam aku mulai menempelkan kemaluanku ke dalam kemaluanya yang ternyata sudah basah lagi. Kugesek gesek dan ku tekan tekan kemaluanku ke kemaluannya karena aku tidak mau mngambil keperawanannya, karena aku sangat mencintai dan menyayanginya.

Saat aku berada di atas Sunny, kujilati payudaranya yang memerah dan dia menjerit perlahan dan mendesah-desah di telingaku dan membuatku tambah bernafsu dan tanpa pikir panjang-panjang lagi, aku mulai menekannya dengan nafsu dan

“Mass… aku mauuu keluaarrr” dan aku juga menjawabnya

“Em… kayaknya akuu jugaa maauu…” nggak sampai 2 atau 3 detik, badanku dan Sunny sama-sama bergetar hebat dan aku merasakan ada yang keluar dari kemaluanku diatas kemaluannya dan aku juga merasa ada yang membasahi kemaluanku dengan amat sangat.

Setelah itu, Sunny terdiam karena kelelahan dan aku mulai mencium-ciumi bibirnya yang kecil dan mukanya. Aku mulai membelai-belai rambutnya dan karena dia terlalu kelelahan dia tertidur pulas.

Keesokan harinya aku terbangun dan melihat Sunny rapi sekali, kemudian dia memelukku serta berkata

”Mas makasih kamu tidak mengambil keperawanku, padahal aku sudah tidak tahan lagi untuk merasakan kemaluanmu yang besar itu” Aku tersenyum lalu aku bilang “selaput daramu nanti akan aku minta pada malam pertama setelah kita menikah nanti”.Agen BandarQ
NagaQQ

Minggu, 26 Juli 2020

Menikmati Bercinta Anak SMA


NagaQQ - Perkenalkan namaku Peter , dan aku masih seorang pelajar SMA kelas 2, dengan penampilan yang pakaian selalu rapi di tambah memakai kaca mata. Membuat banyak orang mengira kalau aku anak baik dan tekun. Dan itu memang benar namun juga bukan berarti aku anak yang belum melakukan hubungan yang intim.

BACA JUGA :  Pemuas Nafsuku

Awalnya aku tidak mengira juga kalau akan melakukan hal gila itu, karena setiap hari aku selalu belajar dan belajar di dalam kamar. Dan itu merupakan kebiasaanku sejak masih SD tapi setelah mengenal situs porno lewat internet, akupun sering membukanya di laptopku. Dan akupun suka membaca cerita seks dan juga lainnya yang berbau dengan seks, aku ingat saat itu aku masih kelas 3 SMP sampai kini akupun sering membacanya.

Karena itu pengetahuanku bukan hanya soal pelajaran sekolah. Tapi juga tentang seks dan lainnya hingga akupun sering membayangkan tentang melakukan hal itu hingga akhirnya aku menginjak kelas 2 SMA, aku naksir dengan teman sekelasku bernama Aulia. Aku lihat dia begitu cantik apalagi dia memakai seragam yang terlalu pendek dan ketat sekali.

Banyak siswa di sekolah ini yang mencuri perhatian pada Aulia , dan dari yang aku tahu Aulia sudah pacaran dengan Joe kakak kelas kami di sekolah. Tapi karena penampilannya yang mencuri perhatian banyak cowok membuat dia seakan tidak ada pacar di sekolah ini. Banyak sekali godaan yang dilayangkan buat Aulia , sedangkan aku hanya bisa melihat mereka yang suka mendekatinya dan mencuri perhatiaanya.

Dan pada akhirsemester, Aulia meminta bantuanku untuk belajar bersama dengannya “Ayolah Peter… nanti Aulia bayar dehh..” Katannya, tapi aku tidak memperdulikannya padahal dalam hati aku senang sekali. Dan akhirnya aku mau belajar bersaman Aulia dan sejak saat itu aku harus ke rumah Aulia yang tidak begitu jauh dari rumahku.

Sejak saat itu juga aku menjadi lebih dekat dan lebih mengenal Aulia . Bahkan diapun sama lebih banyak mengajakku ngobrol baik di rumahnya kala kami belajar bersama dan juga di sekolah, rupanya meskipun terlihat nakal di sekolah ternyata Aulia merupakan sosok gadis yang bertanggung jawab. Di rumahnya dia tidak memakai jasa pembantu dan sering kali aku lihat Aulia mencuci sendiri dan juga membereskan rumahnya sendiri saat kedua orang tuanya tidak ada di rumah yang bekerja.

Karena memang ayah dan mamanya sama-sama bekerja, jadi dia tinggal sendirian di rumah setelah pulang dari sekolah. HIngga kedua orang tuanya pulang kerja. Di sekolah aku menjadi omongan teman-temanku di dalam kelas “wisss.. sekarang Peter jadi gebetannya Aulia lohhh..” Dan hampir setiap hari mereka melakukan hal itu padaku, dan aku membiarkannya.

Tapi aku sempat melihat kalau Aulia malu di goda seperti itu. Hingga suatu hari Aulia mengajakku pulang bareng, awalnya aku menolak karena aku tahu dia malu jalan bareng aku. Tapi karena dia memaksa akhirnya kamipun bersama pulangnya, dan seperti biasa juga Aulia mengajakku mampir tapi aku menolak karena hari itu bukan hari kami biasa belajar bersama.


Tapi Aulia memaksa “Ayolah Peter.. kamu telpon aja orang tua kamu, dan bilang kalau di mau belajar rumahku” Akhirnya akupun masuk kedalam rumah Aulia , setelah ganti pakaian seragamnya dengan terusan mini, sehingga nampak lekuk tubuhnya namun Aulia sepertinya santai aja di depanku. Malah dia seolah menantangku untuk aku pegang tubuhnya karena Aulia pun mendekat.

Aulia  pun menagjaku makan, aku untuk makan hidangan yang dia telah siap kan, secara tidak sengaja wajahku dekat sekali dengan payudaranya yang padat dan menggoda tersebut. Kami berdua sama-sama terdiam lama, tapi akhirnya Aulia menepelkan payudaranya pada wajahku. Mendapatkan kesempatan seperti ini akupun tidak tinggal diam saja dan aku pun mulai liar.

Dan aku mengulum putingnya secara bergantian “desahannya terdengar di telingaku, semakin liar saja aku mengulum putingnya kini bukan hanya aku kulum tapi aku remas juga buah dadanya itu. Bahkan sesekali aku gigit manja putingya dan membuat Aulia mendesah nakal.



Bukan lagi mendesah “ahh emmm… aaagghh.. nyeri Peter…ahh emmm… aaagggggggggggghhh..” Kini aku mengulumnya dengan penuh kelembutan apalagi aku rasa penisku sudah menegang banget “Gimaaanaaa.. nich.. Aulia penisku banguuuun… aaagggggghh… ” kataku sambil memperlihatkan celanaku yang sudah mengembang, Aulia tersenyum lalu diapun yang melepaskan celanaku.

Setelah nampak penisku diapun kembali rebahan sambil melebarkan pahanya “Ayo.. sayaaang.. lakukaaan sekaraaang… aaaaaggggghhh… aaaggggggghhh…” Dia menggelinjang mungkin sudah benar-benar sange aku rasa. Dengan perlahan aku masukkan penisku kedalam memeknya kemudian aku masih terdiam melihat Aulia yang memejamkan matanya begitu dia gigit bibirnya.

Akupun menggoyangkan pantatku, searasa nikmat rasanya lalu aku semakin mempercepat goyanganku “OOOuuggggggghh… aaaaagggghh.. oooouugghh….. aaaaagggghhhhh… aaaaggghhh….. ” Kami berdua sama-sama mendesah menikmati permainan seks ku, dan tidak butuh lama bagiku untuk menglami ejakulasi dengan keras aku hentakan penisku.

Akhirnya seluruh sperma dalam penisku" cuss… Aulia … aaaaemmhh.. ” Aulia memegang erat bahuku mungkin diapun merasakan hal yang sama. Kami berdua sama -sama tidak lagi bertenaga setelah menikmati puncak klimaks itu, namun dengan lembut aku berikan kecupan pada kening Aulia diapun tersenyum padaku dan kembali memeluk tubuhku. dan hinnga kami tertidur telanjang bersama. Agen BandarQ
NagaQQ

Jumat, 24 Juli 2020

Pemuas Nafsuku


NagaQQ - Perkenalkan namaku Rey, akan aku ceritakan kisa seksku yang sangat berkesan kepada kalian. Bermula pas aku lulus dari perguaruan tinggi dan aku mulai mencari pekerjaan, aku pun merantau mencari pekerjaan, mungkin menurut orang tuaku aku sudah dewasa, sudah tahu baik dan buruknya kehidupan. Dan akupun mendapatkan pekerjaan, aku bekerja sebagai kepala cabang di sebuah wilayah. Pada awal bulan selalu menyajikan pagi yang indah. masa laporan bertumpuk-tumpuk telah lewat, mana kantong juga masih tebal. dunia telah melayaniku dengan sangat memuaskan dan merubahku dari seorang lelaki kampung yang lugu menjadi laki –laki kampong yang sangat liar.

BACA JUGA :  Gairah Seks Adik Iparku

Lokasi antorku ada di lantai 12. dengan ruang di pojokan dan pemandangan penuh ke arah jalanan. pagi hari mataku dibasuh oleh lalu lalang paha yang mulus dan dada wanita-wanita karir yang terlihat di mataku.

Perusahaan temoatku bekerja bukanlah yang terbesar diantara ribuan perusahaan yang sama yang ada di jakarta. namun jelas bukan yang terkecil, karena perusahaan ini telah setuju membayarku dengan gaji yang lumayan tinggi. meski untuk itu aku harus menyerahkan segalanya. seluruh waktuku, meninggalkan hobbyku, sahabatku, dan semuanya.

Karena itu aku selalu merasa untuk harus memiliki sesuatu kegiatan yang bisa meredakan tekanan ini. dan karena jelas waktuku telah dibeli oleh perusahaan tempat aku bekerja, Untuk menghilangkan kejenuhan dalam pekerjaan yang terlalu banyak, aku mulai mencari hiburan melalui browsing situs porno yang mungkin bisa memuaskan aku. Aku menyajikan laga seru tepat di meja kerjaku. dan siapa lagi bintang utamanya kalau bukan aku. dan tentu saja salah seorang anak buah, Sekretarisku “Indah”, dia seorang dari kota yang sama denganku.

Awalnya kesamaan yang sama membuat kami merasa lebih dekat dibanding dengan teman yang lain. aku membuat peluang untuk menjadi lebih dekat. lalu beban pekerjaan yang sama. membuat kami semakin dekat, tetapi jelas buatku untuk berpacaran bukanlah suatu pilihan. aku tak ingin terikat untuk sementara waktu.

Dulu aku merasa rambutnya yang panjang dan selalu harum itu begitu menarik. aku katakan itu padanya dan kami menjadi semakin dekat. lalu aku juga merasa matanya adalah mata terindah yang pernah aku temui. aku juga katakan itu dan kami juga semakin dekat. terakhir aku mulai merasa kalau dadanya yang sedang sedang saja itulah yang paling indah di dunia, juga pantat yang menonjol di bawah pinggang yang ramping itu. apalagi kalau ke bawah lagi, pahanya putih mulus sampai kaki terbalut sepatu hak tinggi itu adalah daya tarik yang tak dapat kutahan lagi. tetapi ini tidak aku katakan.


Terkadang aku tersenyum sendiri menghirup kopi. lalu meraih sebuah laporan di mejaku. Beberapa saat mataku terpaku, membayangkan tubuh indah Indah tanpa busana dan hayalanku semakin jauh.

Aku memutuskan menghubungi Indah dengan alasan soal laporan kerjaan, suara merdu kembali terdengar, berisi penjelasan dan sedikit gurau. dia memang tidak pernah canggung menghadapiku. pengakuannya aku telah dianggapnya sebagai saudara tuanya sendiri. dan pengakuanku aku menganggapnya sebagai korban yang potensial. tentu saja cukup pengakuan dalam hati.

‘udah kamu kesini aja terangin langsung. aku gak paham.’
Telepon kututup.
tidak lama menungu Indah datang. blazer tanpa dalaman membuat aku terkesiap.Dan Indah menerangkan laporan itu sambil duduk didepanku. mataku bekerja keras, ke wajahnya biar dia tankap keseriusanku, sebentar ke belahan dadanya.

aku menghela nafas, menunjukkan ketidaknyamanan atas keterangannya dan posisi duduk kami.
‘udah, coba kamu ke samping sini, terangkan lagi, gak enak ngeliat huruf terbalik.’
dia beranjak, lalu pidah ke sampingku. bagiku gerakannya seperti potongan film bioskop dalam gerak lambat memutari meja besar milikku dan berdiri disampingku. lalu merunduk. tubuh kami begitu dekat. Lalu Indah kembali menyerocos menerangkan laporan tanpa masalah itu. sambil memainkan kata oh ini, oh itu, tangan kananku hinggap di pinggulnya. entah dia sadar ata tidak, yang jelas Indah diam saja.

gerakan tanganku yang mulai nakal, dan meraba wilayah pinggul indah itu.
Indah tiba tiba diam.
‘Rey …’, protesnya. sambil mendelik.
‘sst…’, kataku sambil tersenyum dan sambil melanjutkan aktivitas tanganku, namun kali ini agak ke bawah.
‘Rey, saya tidak suka …’
hmmmp, kuraih pundaknya yang rendah karena merunduk, kutarik dan  lidahku yang mendidih. dia menolak. wajar. namanya juga pembukaan.
saat rongga mulutku dipenuhi oleh daun telinganya dia berbisik.
‘jangan Rey ..’



aku tak peduli. pegangan tangan kiriku di rambutnya kupererat mencegah leher jenjangnya menjauh dari bibirku yang lapar. tangan kananku membasuh punggungnya, pantatnya juga pahanya. lalu kubisikkan.‘aku sayang kamu Indah’, tentu saja itu gombal,’sangat sayang’.

Dan sekarang kami telah saling berpagutan. Dan tanganku … aku tak ingat telah kemana saja. yang pasti pantat itu kini kuremas tanpa terhalang lagi oleh rok span yng digunakan Indah, matanya terpejam penuh penghayatan. nafasnya memburu deras. tangan kirinya bertumpu di meja dan tangan kanannya menjambak rambutku. tubuhnya masih meliuk liuk penuh sensasi.

kami bergumul semakin liar. lonjakan lonjakan kami semakin tak terkontrol. gelombang itu tak dapat tertahan lagi. terasa panas seolah ada diubun ubun. lalu kurengkuh tubuhnya dengan sangat erat. kami saling melekat dengan sangat erat.

kami berpelukan lama. melepas ketgangan ini. dan berangsur angsur mengembalikan kesadaran kami. ruangan yang tadinya terlihat kabur sedikit demi sedikit menjadi jelas meja, kursi, deretan sebagai saksi bisu. Dan mulai saat itu Indah sekretarisku adalah pemuas nafsuku. Agen BandarQ
NagaQQ

Kamis, 23 Juli 2020

Gairah Seks Adik Iparku


NagaQQ - Perkenalkan namaku Reyhan, akan ku ceritakan pengalaman seks ku dengan adik iparkau bernama Nadia yang sangat sexy. Waktu itu aku mengantarkan adik iparku mengikuti test di sebuah perusahaan surabaya. Pada saat Nadia memasuki ruangan test di perusahaan tersebut, aku dengan setia menunggu di ruang lobi perusahaan tersebut. Dua jam sudah aku menunggu Nadia test tersebut hingga jam menunjukkan pukul 1 siang, Nadia mulai keluar dari ruangan dan menuju lobi. Aku bertanya apakah Nadia bisa menjawab semua pertanyaan, dia menjawab, “Bisa Mas..”

BACA JUGA :  Seks Dengan Tanti

“Kalau begitu mari kita pulang” ajakku. “sebelum pulang kita makan dulu, kamu kan belum makan Nadia.” Kemudian Nadia menggangguk. Setelah beberapa saat Nadia merasa badannya agak lemas, dia bilang, “Mas mungkin aku masuk angin, habis aku kecapekan tidur gak tenang tadi malam.”

Aku bingung harus berbuat apa, lalu aku tanya biasanya minum obat apa, dan Nadia bilang, “Biasanya dikerokin Mas..” “bagaiimana yah..” kataku. “Oke kalau begitu sekarang kita cari losmen ya untuk ngerokin kamu..” Nadia hanya mengangguk saja.

Kemudian aku dan Nadia mencari losmen sambil membeli balsem untuk kerokan. Kebetulan ada losmen sederhana, itulah yang kupilih. Setelah pesan kamar, aku dan Nadia masuk ke kamar 16 di ruang atas. “Terus gimana cara Mas untuk ngerokin kamu Nadia”, tanyaku.

Tanpa malu-malu dia lantas tiduran di kasur, sebab si Nadia sudah menganggapku seperti kakak kandungnya. Aku pun segera menghampirinya. “Sini dong, Mas kerokin..” Dan Nadia buka bajunya, yang kelihatan BH-nya saja, jelas kelihatan putih dan payudaranya padat berisi. Lantas si Nadia tengkurap dan aku mulai untuk menggosokkan balsem ke punggungnya dan mulai mengeroki punggungnya.

Hanya beberapa kerokan saja.. Nadia bilang, “Entar Mas.. BH-ku aku lepas sekalian yah.. entar mengganggu Mas ngerokin aku.” Dan aku terbelalak.. betapa besar payudaranya dan putingnya masih memerah, sebab dia kan masih perawan. Tanpa malu-malu aku lanjutkan untuk mengeroki punggungnya. Setelah selesai semua aku bilang, “Sudah Nadia .. sudah selesai.” Tanpa kusadari Nadia membalikkan badannya dengan telentang.

“Sekarang bagian dadaku Mas tolong dikerik sekalian.” Aku senang bukan main. Jelas buah dadanya yang wangi dan padat itu tersentuh tanganku. Aku berkali-kali berkata, “maaf Nadia yah.. aku nggak sengaja kok..” “Nggak apa-apa Mas.. teruskan saja.”

Hampir selesai kerokan dadanya, aku sudah kehilangan akal sehatku. Aku pegang payudaranya, aku elus-elus. Si Nadia hanya diam dan memejamkan matanya.. lantas aku ciumi buah dadanya dan kumainkan pentilnya. Nadia mendesis, “Mas ahemmm emmm.

Terus aku kulum putingnya, tanganku pun nggak mau ketinggalan bergerilnya di vaginanya. Pertama dia mengibaskan tanganku dia bilang, “Jangan Mas.. jangan Mas..” Tapi aku nggak peduli.. terus saja aku masukkan tanganku ke CD-nya, ternyata vaginanya sudah basah sekali. Lantas tanpa diperintah oleh Nadia aku buka rok dan CD-nya, dia hanya memejamkan matanya dan berkata pelan, “yah Mas..” Kini Nadia sudah telanjang bulat tak pakai apa-apa lagi, wah.. putih mulus, bulunya masih jarang maklum dia baru umur 20 tahun tamat SMA. Lantas aku mulai menciumi vaginanya yang basah dan menjilati vaginanya sampai aku mainkan kelentitnya, dia mengerang keenakan, “Mas.. ahh.. uaa.. uaa.. Mas..”

Dan mendesis-desis kegirangan, tangan Nadia sudah gatal ingin pegang penisku saja. Lantas aku berdiri, kubuka baju dan celanaku kemudian langsung saja Nadia memegang penisku dan mengocok penisku. Aku suruh dia untuk mengulum, dia nggak mau, “Nggak Mas jijik.. tuh, nggak ah.. Nadia nggak mau.” Lantas kupegang dan kuarahkan penisku ke mulutnya. 


“jilat saja coba..” pintaku. Lantas Nadia menjilati penisku, lama-kelamaan dia mau untuk mengulum penisku, “Isep lagi saja Nadia ..” Lantas dia mulai mengulum lagi dan aku menggerayangi vaginanya yang basah. Lantas aku rentangkan badan Nadia.

Rasanya penisku sudah nggak tahan ingin merenggut keperawanan Nadia. “Nadia.. Mas masukkan yah.. penis Mas ke vaginamu”, kataku. Nadia bilang, “Jangan Mas.. aku kan masih perawan.” katanya. Aku turuti saja kemauannya, aku tidurin dia dan kugesek-gesekkan penisku ke vaginanya. Dia merasakan ada benda tumpul menempel di vaginanya, “Mas.. Mas.. jangan..” Aku nggak peduli, terus kugesekkan penisku ke vaginanya, lama-kelamaan aku mencoba untuk memasukkan penisku ke vaginanya. Slep.. Nadia menjerit, “Ahk.. Mas.. jangan..”

Aku tetap saja meneruskan makin kusodok dan slep.. bles.. Nadia menggeliat-geliat dan meringis menahan sakitnya, “Mas.. Mas.. sakit tuh.. Mas.. jangan..” Lalu Nadia menangis, “Mas.. jangan dong..” Aku sudah nggak mempedulikan lagi, sudah telanjur masuk penisku itu.



Lantas aku mulai menggerakkan penisku maju mundur. “Ah.. Mas.. ah.. Mas..” Rupanya Nadia sudah merasakan nikmat dan meringis-ringis kesenangan. “Mas..” Aku terus dengan cepatnya menggenjot penisku maju mundur. “Mas.. Mas..” Dan aku merasakan vagina Nadia mengeluarkan cairan. Rupanya dia sudah klimaks, tapi aku belum. Aku mempercepat genjotanku. “Terus Mas.. terus Mas.. lebih cepat lagi..” pinta Nadia. 

Tak lama aku merasakan penisku hampir mengeluarkan mani, aku cabut penisku (takut hamil sih) dan aku suruh untuk Nadia mengisapnya. Nadia mengulum lagi dan terus mengulum ke atas ke bawah. “Hem.. hem.. nikmat.. Mas..” Aku bilang, “Terus Nadia.. aku mau keluar nich..” Nadia mempercepat kulumnya dan.. cret.. cret.. maniku muncrat ke mulut Nadia.

Nadia pun menarik penisku dari mulutnya dan maniku menyemprot ke pipi dan rambutnya. “Ah.. ah.. Nadia.. maafkan Mas.. yah.. aku gak sengaja Nadia.. maaf.. yah!” “Nggak apa-apa Mas.. semuanya sudah telanjur kok Mas..” Lantas Nadia bersandar di pangkuanku. Kuciumi lagi Nadia dengan penuh kesayangan hingga akhirnya aku dan Nadia pulang dan setelah itu aku pun masih bermain cinta diam-diam dengan Nadia kalau istriku pas tidak ada di rumah. Agen BandarQ
NagaQQ

Minggu, 19 Juli 2020

Seks Dengan Tanti


NagaQQ - Perkenalkan nama saya Boy , 27 Tahun, aku sudah mempunyai seorang istri, aku akan menceritakan tentang selingkuhanku.Kisah ini berawal ketika aku sering ditugaskan tugas keluar kota untuk mengikuti training, melakukan negosiasi dan maintenance pelanggan yang umumnya adalah perusahaan asing.

BACA JUGA :  Bermain Cinta Dengan Istri Temanku

Dì mata ìstrìku aku adalah seorang suamì yang baìk, setia, penuh perhatìan dan selalu pulang cepat ke rumah. tetapi dì balìk ìtu, sebuah kebìasaan, yang entah ìnì sudah kebiasaan aku masìh suka main - main dalam artì awalnya cuma ìngìn memastìkan bahwa ìlmu marketìng bìsa dìterapkan dalam apapaun termasuk teman cewek. Akupun bertemu dengan cewek bernama Tanti.

Tanti gadìs berkulìt putìh bersih berusia 23 tahun, lulusan unìversitas ternama. waktu itu kami memakai ilmu marketing ku untuk dekat dengannya dan aku pumn memulai percakapan dengan Tanti :

“Haì Tanti , tadì kulìhat kamu ngantuk ya?” kataku ketìka rehat kopì sore ìtu dì sebuah traìnìng yang kuìkutì.
“ìya nìh, aku ngejar deadlìne 2 harì dan boss langsung nyuruh ke traìnìng ìnì” katanya.
“Kemarì dengan sìapa?” kataku menyelìdìk
“Sendìrì.., kenapa, kamu dìantar ama bìnì ya?” Buset dah ketahuan nìh aku udah punya bìnì.
“Ah, enggak, aku sama Andre.. tuh..” kataku sambìl menunjuk Andre yang sedang asyìk ngobrol dengan peserta laìn.
“kamu sendìrì kok gak ngantuk sìh?”
“Gìmana bìsa ngantuk sebelah aku ada cewek cantik,
“Ah, masa? Sìapa?” Yeee, pura pura dìa, pìkìrku.
“ìtu tuh, yang tadì ngantuk..”
“Ah,” sambìl tangannya mencubìt lenganku. Usaì sesì yang melelahkan sore ìtu, kamì kembalì ke kamar masìng masìng.
Aku antar dìa sampaì pìntu kamarnya dan janjìan ngobrol lagì sambìl makan malam.
Baca cerita sex lainya di www.orisex.com
“Hmmmm..kamu kok nggak bawa jaket Tanti ?” kataku ketìka dìa kulìhat agak merìngkuk kedìngìnan dì meja makan.
“ìya nìh, buru buru.. kelupaan”
“Aku masìh punya satu dì kamar, bìar aku ambìlkan”
“Oh, gak usah Boy .. toh cuma sebentar..” Tapì aku keburu pergì dan mengambìlkan baju hangatku untuknya.
“Thanks, Boy .. kamu emang temen yang baìk” katanya sambìl mengenakan sweater. Aku membayangkan seandaìnya aku jadì sweater, heheheh.. Usaì makan nampaknya dìa buru buru ìngìn masuk ke kamar.
Tanti tìdak menolak ketìka aku menawarkan mengantarkannya. Dì depan pìntu kamar dìa malah menawarkan aku masuk, pengen ngobrol katanya. Alamak, pucuk dìcìnta ulam tìba. Aku pura pura lìhat jam. Masìh jam besar 20.15.
“Laìn kalì aja deh, gak enak kan ntar apa kata teman teman” kataku agak gugup tapì dalam hatì aku berdoa, mudah mudahan dìa tìdak basa basì.
“Cuek aja Boy , kìta kan ada tugas bìkìn outlìne..” Memang kebetulan aku dan Tanti satu group dengan 3 orang laìnnya, tetapì tugas ìtu sebetulnya bìsa dìkerjakan besok sìang. Akhìrnya aku masuk, duduk dì kursì.
Tanti menyetel TV lalu naìk ke ranjang dan dengan santaì duduk bersìla.
“Gìmana Tanti , kamu udah punya gambaran tentang tugas besok?” kataku basa basì.
“Belum tuh, males ah ngomongìn tugas, mendìng ngobrol yang laìn saja” Horee.. aku bersorak, pastì dìa mau curhat nìh. Bener juga.
“Boy, aku jadì ìnget cowok aku yang perhatìan kayak kamu ..sama bìnì kamu juga begìtu ya?”
“Yah, Tanti .. bìasa sajalah, sama sìapa sìapa juga orang marketìng harus baìk dong, apa lagì sama cewe kayak kamu .. hehehe..”
“Tapì aku akhìrnya mengertì kalau cowo perhatìan ìtu gak hanya punya satu cewe, tul gak sìh?”
“Tergantung dong Tanti , buktìnya aku punya bìnì satu, hahaha..”
“Tapì kayaknya kamu juga punya cewek laìn.. ya kan?”
“Kok tau sìh?” kataku pelan.
Aku jadì ìngat Vìna mahasìswì yang mìnta bantuanku menyelesaìkan skrìpsìnya dan akhìrnya bìsa tìdur dengannya. Tapì sungguh, aku tìdak merusaknya karena aku mengenalnya dengan cara baìk baìk dan dìa tetap vìrgìn sampaì akhìrnya menìkah.
“Stereotìp saja, berbandìng lurus dengan keramahan dan perhatìannya” katanya lagì dengan senyum yang genìt.
“Kenapa emang Tanti , kamu lagì ada masalah dengan cowo kmau yang ramah ìtu?”
“Justru ìtu Boy, aku lagì mìkìr mau putus sama dìa. Eh, sorì kok malah curhat..”
“Santaì aja Tanti , setìap orang punya masalah dan banyak cara menghadapìnya” kataku .
“aku melìhat dìa jalan ama temen aku , dan kepergok dì kosan temen aku ìtu”
“Trus?”
“aku gak bìsa maafìn dìa..”
“Ya, sudah mungkìn kamu masìh emosì saja, santaì saja dulu masìh banyak pekerjaan. Toh kalau jodoh dìa pastì pulang ke pangkuanmu..” kataku.
“Kadang aku pengen balas aja, selìngkuh sama yang laìn, bìar ìmpas..”
“Hmm.. tapì ìtu kan gak menyelesaìkan?”
“Bìar puas aja..” Tìba tìba dìa menangìs.
Wah gawat nìh, pìkìrku. Aku mendekat dan berusaha membujuknya. Lalu entah bagaìmana cerìtanya aku sudah memeluknya.
“Tanti , jangan nangìs, entar orang orang pada dengar” Bukannya mereda, tangìsnya malah makìn keras. Kudekap dìa sehìngga tangìsnya teredam dì dadaku. Jantungku berdebar tak karuan.

Telunjukku menyeka aìr matanya. Kupandangì wajahnya. Bodoh amat nìh cowoknya, cewe cantikbegìnì kok dìsìa sìakan pìkìrku. Dan tanpa sadar aku mencìum pìpìnya, dìa melìhatku dengan mata sayu lalu tìba tìba Tanti membalas dengan kecupan dì bìbìr. Wah, sepertì keìngìnan aku nìh, pìkìrku dalam hatì.

Dan sepertì kehìlangan kontrol akupun membalas menghìsap bìbìr mungìl yang harum dan merekah ìtu. Tanti membalas tìdak kalah hotnya. Napasnya terengah engah tanda napsunya mulaì naìk. Dengan lembut kutìdurkan dìa. Dan dengan lembut pula tanpa kata kata, darì balìk sweater aku sentuh kedua bukìt kembar menantang ìtu. Tanti mendesìs desìs.

“Terus Boy , perhatìan kamu bìkìn aku jadì wanìta..”
“Tenang sayang, wanìta sepertì kamu memang pantas dìperhatìkan.. hmm?” Sepertì mìnta persetujuannya, perlahan aku angkat sweater dan tshìrtnya.
Sekarang kedua bukìt kembarnya terbuka. Buset dah, putìngnya sudah menonjol keras dan tak ada waktu lagì untuk tìdak menyedotnya. Aku memang palìng hobby menetek dan menghìsap benda terìndah dì dunìa ìnì. Tanti terus mendesìs desìs. Tangannya juga sudah menggenggam senjataku yang mulaì mengeras.
“Uhh.. aaahhhh.. uuhhh..”
“Tanti .. tubuhmu ìndah sekalì..” Kataku memujì sepertì halnya memberì pujìan kepada customer perusahaanku.
“Ayo, Boy .. jangan dìlìhat saja, aku rela kamu apakah saja..”
“ìya, sayang..” kataku, sambìl tanganku merogoh bagìan depan celana jìnnya.

Tangannya membantu membuka retsìletìng dan dengan cepat Tanti sudah terlìhat dengan CD warna kremnya. Hmm, seksì sekalì anak ìnì, pìkìrku. Hmm..darì balìk CD-nya terlìhat bulu bulu halus dan hìtam legam. Uh, aku sudah tìdak sabar lagì namun dengan tenang aku mengelusnya darì luar. Tanti menggelìjang, matanya terlìhat saya menahan gejolak. Perlahan kuturunkan CD-nya. Uh, sodara sodara, tercìum aroma yang sangat kukenal, dìa pastì merawat benda yang palìng dìcarì semua lakì lakì ìnì dengan baìk.

“Tanti .. boleh aku cìum?” tanyaku.

Tanti mengangguk lemah dan tersenyum. Perlahan Tanti merenggangkan kedua kakìnya. Pasrah. Dengan kedua jarìku, kubuka vagìnanya dan terlìhat klìtorìsnya yang merah merekah. Basah. Sungguh ìndah dan harum. Kujulurkan lìdahku dì sekìtar pahanya sebelum mencapaì klìtorìsnya. Tanti mendesìs desìs dan mulaì meracau dan terlìhat seksì sekalì.

“Ayo, Boy .. jangan buat aku tersìksa.. terus ke tengah sayang..” Aku malah menjìlat bagìan pusernya membuat dìa semakin bergairah.
“Boy .. gìla lo, ke bawah sayang.. please..”

Dan Kusìbak dengan lembut rìmbunan hutan yang sudah becek ìtu. Kuhurìp caìran yang meleleh dì sela selanya. Kelentìtnya kuhìsap sepertì menghìsap permen karet. Akìbatnya pantatnya terangkat tìnggì dan Tanti menjerìt nìkmat. Lìdahku terus merojok sampaì ke dalam dalamnya. Kuangkat pantatnya dan kupandangì, lalu kusedot lagì. Tanti berterìak terìak nìkmat. Aku jadì kuatìr kalau suaranya sampaì keluar. Kupìndahkan bìbìrku ke bìbìrnya.

“Tenang sayang, perang baru dìmulaì..” Kataku berbìsìk.

ìa mengangguk dan perlahan aku putar posìsì menjadì 69. Posìsì yang palìng aku sukaì karena dengan demìkìan seluruh ìsì vaginanya terlìhat ìndah. Batangku juga sudah terbenam dì bìbìrnya yang mungìl dan terasa hangat serta nìkmat sekalì. Kutahan agar aku tìdak meletus duluan.

“Punya kamu enak Boy ..” Pujìnya layaknya memujì Customer.
“ìya, sayang punya kamu lebìh enak dan baguss sekalì..” kataku terengah engah.
“Uh, becek sayang..” Aku lanjutkan menjìlat seluruh permukaan vaginanya darì bawah.

Sìapa tahan melìhat barang bagus dan cantìk ìnì. Yang luar bìasa, aku yakìn dìa masìh perawan. Bentuk kemaluannya menggelembung dan benar benar sepertì belum pernah tersentuh benda tumpul laìn.
“Tanti .. kamu masìh perawan sayang..”
“ìya, Boy .. aku belum pernah..”
“ìya, kamu harus jaga sampaì kamu menìkah..”
“aku gak tahan Boy, cepetan sayang..” Sungguh, meskì banyak kesempatan aku belum pernah berpìkìr memerawanì cewek baìk sepertì Tanti ìnì, kecualì ìstrìku.

Wanìta yang kutahu sedang stress dan sedang mencarì pelarìan sesaat ìnì harus dìtenangkan. Akan buruk akìbatnya ketìka dìa sadar bahwa keperawanannya dìberìkan kepada orang laìn yang bukan suamìnya. Aku percaya jìka sudah mencapaì orgasme dìa justru akan berterìma kasìh dan mengìngìnkannya lagì. Kembalì kujelajahì kemaluannya. Cepat cepat aku jìlat berulang ulang klìtorìsnya.Pantatnya tìba tìba menekan keras wajahku dan mengejang beberapa kalì..lalu mengendur.



“Uuhhhhh.. aku nyampe Boy.. aahh.. uhh.. uhh..” Masìh dalam posìsì 69, Tanti terdìam sesaat, kulìhat kemaluannya masìh merekah merah.
Perlahan ìa mulaì bangkìt dan mngecup bìbìrku.
“Sorry sayang, aku duluan..”
“No problem Tanti .. kamu merasa mendìngan?” ìa mengangguk, memelukku dan mencìum bìbìrku.
“Terìma kasìh Boy , kamu emang hebat..”
“ìya nìh, Tanti , aku mìnta maaf jadì telanjur begìnì..”
“Gak Papa kok, aku juga senang..” Kamì mengobrol sebentar namun tangannya masìh menyentuh nyentuh batangku.

ìa mengambìlkanku mìnuman dan menyorongkan gelas ke bìbìrku. Ketìka tegukan terakhìr habìs, bìbìrku perlahan mengulum bìbìrnya. Putìngnya mulaì mengeras dan aku mulaì aksì sedot menyedot sepertì bayì. Tanti kembalì menggelìjang.
Aku bìsìkkan perlahan,
“Tanti .. aku pengen menggendong kamu sayang”.
“Hmm..mulaì nakal ya..” katanya dan merentangkan tangannya.

Aku peluk dan angkat dìa lalu kusenderkan ke dìndìng dekat meja rìas. Darì balìk cermìn kulìhat pantatnya yang montok dan mulus ìtu, membuat gaìrahku meledak ledak. Dengan posìsì berdìrì, tubuhnya sungguh seksì. Aku perhatìkan darì atas ke bawah, sungguh proporsìonal tubuhnya. Segera kusedot putìngnya dan jarìku sebelah kìrì segera mengelus rìmbunan hutan lebatnya.

Basah, ehmmmm..dìa mulaì naìk lagì. Klentìtnya kupìlìn pìlìn pelan dan Tanti mendesìs sepertì ular. Makìng love sambìl berdìrì adalah posìsì favorìtku selaìn 69. Perlahan sebelah kakìnya kuangkat ke kursì pendek meja rìas dan terlìhatlah belahan vaginanya yang merah merekah, ìndah dan seksì sekalì Kuturunkan kepalaku dan segera kutelusurì paha bawahnya dengan lìdahku. Darì bawah aku lìhat wajahnya mendongak ke atas menahankan nìkmat. Sungguh saat ìtu Tanti kelìhatan sangat seksì. Sebelum lìdahku mencapaì kelentìtnya, aku sìbakkan labìa mayoranya dengan kedua ìbu jarì. Hmm.. sungguh harum.

“Cepat Boy .. aku udah gak tahan.. jìlat sayang.. jìlat..” Benar benar nìkmat melìhatnya tersìksa, namun sebetulnya aku lebìh tersìksa lagì karena batangku sudah mengeras bagaìkan batu.
Aku nyarìs tak bìsa menahan klìmaks, namun aku harus membuatnya orgasme untuk kedua kalìnya. Benar saja, begìtu lìdahku menyedot klìtorìsnya, Tanti langsung mengejang dan berterìak pertanda orgasme. Kusedot habìs caìrannya. Luar bìasa, aku menìkmatì ekspresìnya ketìka mencapaì orgasme dan ìtu jugalah puncak orgasmeku. Cepat aku berdìrì dan aku tekan batangku ke sela sela pahanya dan seketìka muncratlah semua. crott.. crott..! Wuahh..

“Oh Boy , kìta keluar bersamaan sayang..”
“ìya, enak banget Tanti .. kamu membuat aku gìla..”
“Sama.., aku berterìma kasìh kamu menjaga aku ..”
“aku sayang kamu Tanti ..”

Setelah kejadian itu, kadang kadang aku datang ke kantornya dan hanya dengan mengangkat roknya aku menjelajahì area area sensìtìfnya secara cepat dan efìsìen. Dan pada saat yang sama aku juga mencapaì orgasme. Masìh ada Vìna dan Dìna yang ketagìhan sepertì Tanti. Aku selalu bìlang pada wanìta wanìta berpendìdìkan ìtu bahwa suatu saat mereka akan menìkah dan aku berjanjì tìdak akan mencarinya lagi. Agen BandarQ
NagaQQ

Jumat, 17 Juli 2020

Bermain Cinta Dengan Istri Temanku


NagaQQ - Perkenalkan namaky Harman ,hari minggu aku janjian sama temenku yang bernama Jerry mau ke rumah temenku semasa kuliah dulu. Jerry adalah salah satu temen kuliahku dulu, dan kini udah berkeluarga sementara aku masih bujangan. Tapi sejak setaun pernikahaannya dengan Sara masih belum juga punya momongan. Sara adalah adik tingkat kami semasa kuliah dulu.

BACA JUGA :  Tante Caca Yang Sexy

Jerry saat ini tinggal di rumah mertuanya kota, sore itu aku jemput dia di rumah Sara. Tapi setibanya di situ, Sara bilang kalau Jerry baru saja pergi nganter ibu dan bapak mertuanya ke rumah saudaranya untuk sebuah keperluan. Sara sendiri nggak ikut lantaran sore itu dia ngedadak agak meriang.

"Tunggu aja dulu deh, Harman ," kata Sara padaku. Karena udah terbiasa main ke rumahnya, akupun langsung aja nyelonong masuk ke ruang tv. "Kamu sendirian aja nich Sara di rumah. Mana pembokat lu?" tanyaku sambil langsung rebahan di karpet biru di depan tv. "He-eh nich, tadinya aku mo ikut ma Mama. Tapi nggak tau kenapa tiba-tiba meriang gini. Si Ani (pembokatnya) lagi pulang kampung tuh," ujar Sara sambil bawain aku minuman hangat.

"kamu masuk angin ya Sara ?" tanyaku sambil nyeruput segelas teh hangat yang disediain Sara. "Minum obat dong Sara ," kataku lagi sambil ngeliat ke arah Sara yang duduk bersila di atas kursi, sementara aku masih rebahan di karpet. "Atau dikerokin tuh, biar anginnya pada mabur," ujarku bercanda.

"Maunya sih, tapi si Ani-nya lagi nggak ada nich," kata Sara. "Suami kamu dong suruh ngerokin" kataku lagi. "Huu boro-boro mau ngerokin, suruh mijatin ajapun males-malesan," ujar dia. "Gua yang ngerokin mau nggak?" kataku bercanda. "Mau sih, tapi malu ah," Sara tertawa geli. "Ngapain mesti malu ama gua, gua kan temen suami lu." kataku sambil nggak yakin kalau Sara bener-bener mau kukerokin. "Nggak ah, nggak mau dikerokin. Pijitin aja deh Harman kalau kamu mau. Ntar gua bingung ditanya Jerry siapa yang ngerokin." pinta Sara sambil terkekeh.

Aku langsung nyuruh dia duduk di lantai nyandar ke kursi. Sementara aku duduk di kursi tepat di belakang punggungnya. Sara dan aku nggak ada perasaan apa-apa, makanya dia mau aku yang mijatin. Sambil ngobrol kesana-kemari, aku terus mijatin pundak ma leher bagian belakang Sara. "Ke bawah dikit dong Harman. Ke punggungnya." pintanya sambil ngegeser duduknya agak maju. Aku nurut aja, sambil terus mijatin dia yang sambil nonton tv.

"kamu lepasin tali BH-nya dong, ngehalangin nih," kataku. Sara langsung ngelepas BHnya dan ngeletakin begitu aja di sampingnya. Aku mulai mikir yang ngeres-ngeres ngeliat BH Sara segede gitu. Aku ngebayangin berarti gede juga isi BH itu. "Aku sambil tiduran ya Harman." pintanya sambil terus telungkup di atas karpet di depan tv. Aku pun turun dan duduk disamping tubuhnya. Aku mulai mandangian pantatnya yang gempol, lalu turun ke bagian pahanya yang terlihat putih karena Sara waktu itu cuma pake celana pendek doang.

Tanganku mulai kupermainkan agak nakal sedikit, sambil berharap ngeliat reaksi Sara. Persis di dipunggung dibelakang bagian toketnya, aku mulai sedikit nakal memainkan jari-jariku. Kuturunkan sedikit jari-jariku supaya meraba sedikit saja bagian toketnya. "Geli ih Harman," ujarnya tapi diam saja. "Kena ya? Sorry deh Sara" ujarku pura-pura kaget. Sara diem aja dengar jawabanku itu.

"Sara, buka aja deh kaosnya," pintaku. "Nggak ah, ntar Jerry dateng gimana?" tanyanya ragu. "Ya cepet-cepet di pake lagi dong ntar." jawabku singkat. Agak sedikit malu kulihat wajah Sara ketika dia duduk sebentar dan membuka kaosnya dan cepat-cepat telungkup lagi. Pikiranku saat itu bener-bener ngeres banget. Ingin rasanya aku memeluk Sara dan merasakan hangatnya tubuh istri temenku itu. Tapi aku malu.
Dengan sedikit ragu, aku mulai memberanikan diri untuk meremas bagian pinggir-pinggir toket Sara dari belakang. Sara terlihat agak kaget melihat kenekatanku, tapi dia diam saja. Malah sedikit-sedikit Sara membiarkan jari-jariku nyelusup makin meremas toketnya itu. "Geli Harman,,," Sara agak mengerang. "Sorry ya Sara, aku bener-bener nggak tahan pengen megangin tetek kamu," kataku aga gemetar. "Nggak apa-apa kan Sara, Sorry ya," kataku semakin gemeteran. Sara begitu mendengar pertanyaanku itu, tanpa kusangka menggeleng pelan.

Birahiku yang semakin meningkat, tak mampu lagi aku tahan. Kuraih tubuh Sara agar sama-sama duduk dan kubalikan badannya agar menghadapku. Cepat-cepat aku tempelkan bibirku ke bibir Sara. Sara yang masih keliahatan kaget melihat kenekatanku, terdiam dan mulai bereaksi dengan membalas ciumanku.

Seperti orang kesurupan, kami yang sama-sama sedang nafsu dengan cepat saling menjilat bibir kami masing-masing. Tanganku pun dengan cepat meremas toket Sara sementara tangan Sara terus mengusap-ngusap bagian punggungku yang kini sudah telanjang dada. Kuraih tubuh Sara agar berdiri. Dan dengan satu tanganku, ku tarik celana pendek Sara agar melorot ke bawah. Sara tidak diam ketika tanganku sudah menarik celana pendeknya termasuk CD-nya juga. Dia dengan gugupnya membuka kancing celana jeans ku dan menarik turun resleting celanaku. Aku membantunya dengan menurunkan sendiri celana dalam dan jeans ku hingga kami sama-sama telanjang saling berpelukan dalam posisi masing-masing berdiri.

"Masukin ya Sara," pintaku ketika tangan Sara dengan ganasnya meremas-remas kontolku yang sudah sangat tegang itu. Sara hanya mengangguk pelan ketika kontolku kuarahkan kebagian selangkangan Sara yang sudah sangat basah itu.

"Shhhh,,,, ahhh.." Sara mengerang. "Ahhhh,,, cepetan Harman, ntar Jerry keburu dateng,,," katanya sambil terus merenggangkan selangkangannya. "Ahhhhh,,, Sara...." kataku tak tahan merasakan kocokan tangan Sara di kontolku. Dengan posisi terus berdiri, kontolku kini sudah tepat di depan memek Sara yang basah. Pelan-pelan kumasukan dengan bimbingan tangan Sara. "Pelan-pelan Harman ,, ahhhh,,,,ahhhhh,,, Harman ......." Sara mengerang sambil memelukku erat sekali ketika kontolku mulai menancap ke dalam vagina itu.



"Sara ahemmm," erangku merasakan nikmatnya menyetubuhi istri temanku itu. "Cepat Harman ,,, cepetin lagi keluar-masukinnya Harman ,,,,,," Sara merengek seperti seorang bayi yang minta cepat-cepat disusui oleh ibunya. "Iya Sara ,,, segini enak Sara ,,," tanyaku sambil kuisapi lidah Sara yang menjulur-julur keluar dari mulutnya. Sara hanya menganggung mengiyakan pertanyaanku.

"Harman ,,,, aku pengen keluar Harman ,,,, lebih cepet lagi Harman ,,,," pinta Sara sambil tubuhnya menggelinjang kekiri-kekanan. Aku yang sebenernya juga sudah pengen keluar, semakin mempercepat kocokan kontolku keluar-masuk memek Sara yang seluruh tubuhnya sudah kelihatan menegang hebat sekali.

"Aaauuuu,,,,, Harman ,,,, aku keluar Harman ,,,,," Sara meregang sambil menggigit pundakku. "Aku juga Sara ,,,," kataku juga hampir bersamaan. Kupeluk tubuh Sara yang kelihatan sangat kecapaian, Sara tersenyum ketika keningnya aku cium. "Makacih ya Harman ,,," bisiknya sambil senyum-senyum. "Iya, makasih juga Sara ,,," kataku sambil terus kupeluk dia.

Lama kami saling berpelukan masih dalam keadaan telanjang sambil duduk di depan tivi di atas karpet. Tiba-tiba Sara meraih BH dan kaosnya. Dengan manjanya, dia minta dipakaikannya olehku. "Pakein dong Harman ,, ntar keburu dateng suami gua lho." pintanya. Aku langsung memakaikan BH dan kaosnya sambil tanganku mencari-cari kesempatan untuk meremas toketnya yang sudah sedikit mengendur lagi. "Udah ah,,, besok-besok kan bisa lagi Harman ..."

Kini kami sudah saling memasang pakaian masing-masing, tapi kami sepertinya masih tak ingin terpisahkan. Kami masih saling berpelukan di atas kursi ketika suara mobil kijang yang dikemudikan Jerry terdengar memasuki halaman. Sara buru-buru bangkit dari pelukanku. "Jerry dateng," bisiknya padaku. Sambil bangkit, dia sempat mencium pipiku sekali saja. "Besok-besok lagi ya Harman ,,," katanya manja. Aku hanya mengangguk sambil merhatiin Sara yang terus berlari ke arah pintu depan.

Aku masih duduk sambil nonton tv ketika si Jerry menyapaku. "langsung pergi Harman . Anak-anak udah pada nunggu nih. kamu udah lama ya? Sorry aku nganter mertuaku dulu tadi," katanya tanpa kutanya. Sara yang denger itu bilang "Iya tuh, si Harman udah dari tadi nungguin kamu Jerry . Buruan sana pergi, ntar keburu bubaran deh acaranya," kata Sara sambil menggandeng tangan suaminya dengan mesra hingga ke pintu depan rumahnya. Agen BandarQ
NagaQQ

Kamis, 16 Juli 2020

Tante Caca Yang Sexy


NagaQQ - Perkenalkan namaku Andhika akan aku ceritakan pengalaman seks pertamaku ini pada kalaian semua, dan ini merupakan pertama kalinya aku melakukan hubungan badan dengan seorang perempuan. Tepatnya dengan seorang tante, panggil saja namanya tante Caca, dia seorang janda yang ditinggal pergi suaminya sekitar 4 tahun yang lalu, umur tante Caca 30 tahun, dia punya seorang anak yang masih balta.

BACA JUGA :  Gairah Seks Pembantuku

Tante Caca sebenarnya sering sekali datang ke Jakarta, dan karena dia mempunyai rumah jakarta, serta mempunyai seorang anak angkat yang juga merupakan anak dari kakaknya. Namanya Hasan, dia juga sedang kuliah dan tinggal di kos yang sama denganku, tapi dia lebih muda dariku dua tahun. Kami lumayan akrab, sehingga kami sering keluar atau pergi jalan bersama.

Perkenalanku dengan tante Caca, adalah ketika kunjungannya ke Jakarta, karena sebenarnya dia berasal dari Kalimantan. Pada waktu itu, aku diajak makan siang bersama oleh Hasan, dan katanya ada tantenya yang datang ke Jakarta bersama anaknya. Hasan berjanji untuk bertemu tantenya di sebuah mall yang cukup terkenal di Jakarta. Setelah menunggu selama hampir setengah jam, akhirnya kami bertemu dengan tantenya. Pertama kali melihat tantenya, pandanganku seperti tidak bisa ketempat lain lagi.

Aku begitu terpesona melihat penampilannya, begitu rapi, cantik dan seksi. Muka yang putih dan mulus, rambutnya yang panjang terurai, membuatnya terlihat begitu merangsang, serta tubuhnya yang langsing, pinggang yang ramping, dan ukuran tubuh yang tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 160cm. Dadanya yang montok, besar dan kencang, mungkin sekitar 34D, ditambah lagi dengan memakai kemeja putih ketat dengan kancing bagian atas yg dibuka, sampai buah dadanya yang besar itu terlihat begitu indah dan montok, tampak menyembul, seperti mau keluar dari pakaiannya.

Pantatnya yg bulat dan kecil itu, terlihat begitu padat. Adik kecilku bahkan sempat menegang , karena melihat keseksian, keindahan, kemontokan tubuhnya, bahkan cara jalannya yang terlihat seperti di catwalk. Dalam diriku tidak berhenti memuja tubuh yang sangat seksi itu, dan betapa nafsu laki-laki aku muncul, karena itu kali pertamanya aku melihat pemandangan yang begitu merangsang. Jujur saja, aku sangat pengen meremas-remas dada dan bokongnya itu, tangan ku sudah gatal rasanya. Tapi aku masi bisa menahannya.

Setelah itu kami saling berkenalan, tangannya yang kecil itu begitu lembut. Dan dilanjutkan dengan makan siang bersama, kami berbincang-bincang dan menjadi dekat, karena tante Caca orangnya gaul, jadi semua pembicaraan kami terasa nyambung. Selesai makan, kami diantar pulang ke kos oleh tante Caca. Sayang sekali aku tidak menanyakan no hpnya.agen poker

Setalah hari itu, kami makin sering bertemu, karena tante Caca sering mengajak kami pergi makan dan jalan-jalan. Dan aku menjadi semakin menginginkan untuk menikmati tubuhnya itu. Tante Caca sering telpon-telponan denganku, kadang hanya untuk ngobrol saja, tapi tante Caca lebih sering menelponi aku daripada anak angkatnya. Bahkan sempat dia memintaku untuk menjadi anak angkatnya, tapi aku hanya menganggapnya basa-basi saja.

Tak terasa sudah berapa kali kami bertemu, dan akhirnya aku menjadi benar-benar akrab dengan tante Caca, dan tante Caca mengajaku untuk menginap ditempatnya. Semula aku menolak, tapi tante Caca tetap memaksa seperti anak yang manja, akhirnya aku terima ajakannya. Aku hanya pura-pura menolak, tapi sebenarnya aku mau menginap ditempatnya.

Malam itu, aku dan tante Caca duduk-duduk di lantai teras rumahnya di lantai paling atas. Angin malam yang menyejukkan, dan suasana yang tenang, membuat kami merasa lebi santai. Ketika itu anak-anaknya sudah tidur.
Karena aku dan tante Caca sudah akrab, maka aku memberanikan diri bertanya-tanya sesuatu yang “nakal”.

“tante ngga ngerasa kesepian, kalau malem-malem ga ada yang temenin tidur.. hehe..”, candaku pada tante Caca.
sebelumnya tante Caca tampak terdiam tidak mau menjawab, hanya tertawa kecil, tapi akhirnya, “Nakal juga kamu ya..”
“emang sih kesepian.. tapi mau gimana.. ga ada yang menghibur.. “, lanjutnya dengan sedikit mengeluh.
“hahaha.. kalau tante bole.. aku mau menghibur tante..”, candaku lagi.
“haha.. emangnya kamu bisa apa.. belum ada pengalaman, trus ntar malah tante yang kecewa..”, tanyanya, sambil memancingku.
“iya.. tapi setidaknya aku pernah liat dan tau cara-cara ama
posisi-posisi nya..”, candaku dengan sedikit menantang.
“yuk masuk aja.. tambah dingin aja nih di sini..”, ajaknya dan mengubah topik. Dan kami pun masuk kedalam.

Tante Caca memintaku mengunci pintu, setelah selesai menguncinya, ternyata tante Caca masih berdiri di sana. Kami saling bertatapan, cukup lama, tapi tidak berbicara satu katapun. Pikiran ku mulai kacau, dan berpikir yang tidak-tidak. Benar saja, tiba-tiba tante Caca memegang kedua tanganku, dan dengan senyuman nakal menarikku ke sebuah kamar, kamar yang disediakannya buatku selama aku menginap di tempatnya.

Aku didorong ke ranjang, dan terduduk diatas ranjang yang lebar itu. Tante Caca langsung saja mendatangiku, meloncat dan duduk diatas pahaku, kedua tangannya memegang erat rambut belakangku. Dan dengan tiba-tiba tatapan matanya berubah menjadi tatapan nafsu yang sangat besar.

“Tunjukin ke tante kalau kamu emang tau cara-caranya..”, setelah itu langsung saja dia mencium bibirku dengan buasnya, tangannya yang memegang kepalaku bergerak-gerak memegangi dan menjambaki dengan kuat seluruh rambutku. Tubuh kami bergerak maju mundur mengikuti gerakan kepala kami. Lidahnya bergerak-gerak dengan cepat di dalam mulutku, aku membalasnya dengan menggerak-gerakan lidahku juga.

Ternyata saat itu aku baru sadar bahwa nafsu seks tante Caca ternyata besar sekali, dapat kulihat dari caranya, bagaimana tante Caca ingin melumat lidahku. Ketika lidahku masuk dan meraba-raba rongga mulutnya, giginya mengigit-gigit dan mengisap-isap lidahku seperti mau menelannya bulat-bulat, kami seperti sedang bermain pedang-pedangan dengan lidah didalam mulut kami.

Aku sudah tidak berpikir apa-apa lagi, kecuali malam ini aku harus menikmati tubuh tante Caca sampai puas, akan kulampiaskan semua nafsuku yang tertahan selama ini pada tante Caca.

“emmm.. emmmm.. ssshhh..aaahh.. ssshh.. aaahh..”, suaranya mendesah.

Ketika sekali-sekali tante Caca mengigit bibir bawahku, aku gigit pula bibir atasnya. Begitu juga ketika tante Caca mengigit bibir atasku, maka aku menggigi bibir bawahnya.

Kupegang kedua pahanya, kuleus-elus bagian dalam serta luarnya, sampai akhirnya aku menaikan kedua tanganku dan mencengkram sekuat-kuatnya kedua pantatnya yang bulat itu.

“ahhh….”, teriakannya kecil.

Tangan kananku memeluk erat-erat pada pinggangnya yang ramping itu, sampai buah dadanya itu terjepit diantara tubuh kami. Karena aku ingin merasakan kedua buah dadanya menempel didadaku, Begitu besar, begitu empuk, dan betapa dapat kurasakan kedua putingnya mengeras di dadaku.

Tangan kiriku tetap memegang kedua pantatnya itu, kumasukkan tanganku kedalam celana karetnya, berulang kali aku meremas-remas pantatnya itu dengan kuat-kuat, lalu kuelus-elus dan kuraba-raba, “aaahh..”, suara itu yang

sangat ingin aku dengar dari mulutnya.

Akhirnya kumasukkan jari-jariku kedalam belahan kedua pantatnya. Dengan jari-jariku dapat kurasakan hangat disekitar lubang pantatnya itu. Aku bermain-main dengan jari-jariku dan aku gelitik-gelitik luang duburnya itu, dan terasa tubuhnya berkejut-kejut kegelian, tangan kanannya memegang kuat-kuat pergelangan tangan kiriku untuk menahan rasa geli jari-jariku di duburnya.

Jariku dapat merasaka bagaimana duburnya mengejang kegelian.
Setelah cukup lama kami berciuman, tante Caca melepaskan bibirku, lalu dia berdiri dan membuka baju, celana dan CDnya. Dan kulihat pemandangan yang begitu menakjubkan ketika tante Caca mengangkat kedua tangannya, dadanya yang besar itu ikut terangkat, lalu turun dan begoyang-goyang, ahh… betapa beruntungnya aku dapat melihatnya dengan begitu dekat.

Aku tidak malu-malu lagi, maka kulepas juga semua pakaianku, sampai kami benar-benar telanjang bulat. Aku tak sempat melihat semua bagian tubuhnya, tapi yang pasti bulu-bulu di sekitar vaginanya tante Caca itu telah dicukur habis, membuat vaginanya terlihat lebih bersih dan lebih segar. Adikku sudah mencapai 80%.

“dicukur tante..?”, tanyaku, tante Caca hanya membalas dengan senyuman dan tidak berkata apa-apa.

Setelah itu kami lanjutkan lagi ciuman kami, semakin lama mulut kami semakin penuh dengan ludah kami yang telah bercampur, begitu kental, begitu nikmat, dan begitu banyak sampai menetes keluar dari sela-sela mulut kami, dan sampai aku merasa seperti sedang meminum segelas air ludah kenikmatan bersama-sama tante Caca. Tiba-tiba tante Caca menyedot semua ludah-ludah itu kemulutnya dan melepas mulutku.

Dengan tatapan mata dan senyuman yang nakal, tante Caca mengeluarkan air ludah itu, membiarkannya mengalir seperti air terjun, dari mulutnya ke dagunya, lehernya, membasahi dadaku dan dadanya, dan akhirnya turun sampai ke pangkal paha kami, membuat gesekan tubuh kami terasa menjadi lebih licin. Melihat itu, mulai kuarahkan kepalaku untuk menjilati air ludah, tapi tidak kutelan, mulai dari sudut-sudut bibirnya, lalu dagunya, lehernya, betapa air ludah itu terasa lebih nikmat, karena telah bercampur dengan keringat tante Caca.

Kubungkukkan badanku sedikit, sehingga mendorong tubuh tante Caca sedikit kebelakang, dan akhirnya mukaku sampai tepat didepan dadanya,
“besar banget tante..”, kataku spontan, aku tidak melihat matanya, tapi aku tahu kalau dia tertawa gembira.

Kubaringkan badanya ke ranjang, tante Caca dibawah dan aku diatas menindihnya. Lalu kuciumi, kusedot-sedot dan kugigit-gigit kecil puting susunya, tanganku meremas dadanya yang lain, jariku secara refleks mulai memutar-mutar dan mencubit-cubit kecil puting susunya.

“aaahh..”, desahnya.. Kubuka mulutku selebar-lebarnya dan dengan sedikit memaksa aku mencoba “memakan” dadanya sebanyak mungkin. Aku ingin “menelan” semua dadanya. Kuremas, Kugigit, kujilat dan kusedot, semua itu kulakukan berulang-ulang kali sampai aku puas.

“ssshhh..aahhh..aah..aah..”, desahannya semakin membuat nafsuku menggebu-gebu.

Setelah puas dengan dadanya, aku mulai turun menciumi perutnya, menjilat-jilat pusarnya, kedua tanganku tetap memegangi dadanya, tangan tante Caca tetap memegang kepalaku, mengikuti kemana kepalaku bergerak.
Akhirnya aku sampai di depan vaginanya, yang ternyata sudah basah, aku mencium bau harum dan lembut dari vaginanya dan disekitar pangkal pahanya.

Aku sudah tidak tahan lagi, langsung saja kujilat dan kugigit-gigit kecil klit nya, aku memainkan lidahku dengan cepat di duburnya, naik-turun dari pantat ke klitnya, berulang-ulang sampai daerah itu basah oleh ludahku.

“ahhemmmahhemmm”, suara desahannya yang rendah, dan semakin kuat tante Cacamenjambak rambutku.

Kujilati vaginanya seperti sedang menjilat es krim, es krim yang tidak akan pernah habis. Setelah itu aku belutut di ranjang dan mengangkat pantatnya tinggi-tinggi, sehingga kedua lututnya berada di dekat dengan kepalanya, selama dalam posisi kepala dan kaki dibawah tapi pantatnya terangkat seperti itu, kedua tangannya hanya bisa memegang pantatnya, menarik kekanan dan kekiri, sehingga lubang vagina dan lubang pantatnya dapat kulihat dengan jelas.

Tangan kiriku memegang perutnya, dengan badan kutahan punggungnya supaya posisinya tidak berubah. Dan dengan jari tengah serta telunjuk tangan kanan, kumasukkan kedalam vaginanya, kedua jariku bermain-main, berputar kiri-kanan, dan keluar masuk di lobang vaginanya.

“aaaahh… aaaahh..aaaahhh.. eennaaaakkk…”, kata tante Caca sambil memejamkan mata, membuatku semakin bersemangat memainkan vaginanya.
“jangan berhentii…. trussss…. aaaahh…”

Setelah cukup lama aku bermain-main dengan vaginanya, akhirnya tubuh tante Caca seperti kejang-kejang, dan bergerak-gerak dengan cepat serta kuat, sampai aku sedikit kewalahan menahan posisinya.

“aaaah.. aaaa..aaaaaaaaaaaaahh..”, kata tante Caca, sembari tubuhnya mengejang-ngejang, lalu keluar cairan putih kental yang cukup banyak dari dalam vaginanya, membasahi tanganku dan daguku, dan menyebar ke dadaku dan perutnya, aku tidak tahu cairan apa itu, baunya pun tidak begitu sedap.

“haah.. hah.. hah..hah..”, suaranya kecapekan, disertai keringat yang bercucuran dan tubuhnya mulai melemas.

Tangannya pun jatuh terkulai keranjang, tante Caca terlihat seperti orang yang sudah KO.

“Jilatin Andhika… jilatin yaa.. sampe bersih…”, kata tante Caca dengan manja.. Semula aku tidak mau, tapi setelah mendengar permintaan manja tante Caca, akhirnya kulakukan juga. Padahal penisku saja belum kumasukan kedalam vaginanya, tapi tante Caca sudah kecapekan.

Tapi aku juga sebenernya sudah kecapekan berada di posisi seperti itu, tanganku sudah pegal-pegal, tapi nafsu dan semangatku masih besar, karena aku belom puas, jadi tidak boleh putus di tengah jalan.

“hahh.. Andhika.. jari kamu bener-bener nakal..”, katanya
terengah-engah.
“sini Andhika..”, panggilnya sambil menarik kepalaku mendekat ke mukanya.

Dengan begitu aku menindih badannya, dadanya yang besar itu mengganjal tubuhku, dan kubiarkan juga penisku terjepit diantara tubuh kami. Aku dapat merasakan detak jantungnnya, desahan nafasnya yang telah kecapekan. Kedua tangannya melingkar memeluk leherku, kakinya juga melingkat dan melipat di punggungku.

Tanganku memegang pinggangnya, meraba-raba dari atas ke bawah, dan satunya lagi mengelu-elus rambutnya yang panjang dan terurai itu. Tubuhnya benar-benar dibasahi oleh keringat. Aku sengaja menggerakkan tubuhku maju-mundur, sengaja membuat penisku yang masih tegang itu mengosok-gosok vaginanya, sengaja kuraba-raba pinggiran dadanya yang ikut berbergerak maju mundur, kulakukan supaya dapat membuatnya bernafsu lagi.

“Andhika, tante suka banget cara lu ngobokin vagina tante..”, kata tante Caca memjuaku.
“jadi gimana.. tante puas ga..”, tanyaku.
“puas banget.. baru begitu aja tante uda kecapekan..”, katanya sambil memegang pipiku dan menatap mataku dalam-dalam.
“tapi tenang aja.. tante masi kuat kok..”, lanjutnya menggoda.

Tanpa banyak bicara lagi, langsung saja aku mencium bibirnya.. Petandan mulainya ronde kedua.

“hhmmppp… hmmppp.. hemmmpp…”, desahannya menjukkan bahwa tante Caca masih bernafsu. Perlahan-lahan aku mulai merasakan putingnya mengeras kembali didadaku, tangan dan kakinya memeluk tubuhku dengan lebih erat.

Tampaknya memang benar, nasfu dan stamina tante Caca sudah kembali.

Tante Caca mendorong tubuhku kesamping, dan kamipun berganti posisi, aku dibawah dan tante Cacadiatas.

Disedotnya kembali semua air ludah itu, perlahan-lahan tante Caca menegakkan badannya. Tante Cacapun melakukan hal tadi, mengeluarkan air ludah itu sedikit demi sedikit ke dadaku, perutku, lalu akhirnya membanjiri tubuhnya sendiri, air ludah itu terus turun dengan cepat sampai membasahi penisku yang berada terjepit diantara bagian dalam pangkal pahanya dan tubuhku.



Dengan senyuman dan tatapan mata nakal, tante Caca memundurkan tubuhnya, lalu membungkuk, sambil memegang penisku, tante Caca menumpahkan sisa air ludah itu ke penisku.

“wow.. lumayan juga punya kamu yaa…”, katanya dengan bernafsu, sambil memegang erat penisku.
“tadi sudah giliran kamu.. sekarang giliran tante buat kamu

kecapekan..”, setelah itu, tante Caca mulai menciumi penisku.

Tangan yang satunya memegang, memainkan dan menekan-nekan, bahkan kadang digenggamnya dengan kuat buah pelirku.

“Aaah…”, kataku karena rasa nyeri di buah pelirku.



Dengan posisi kakiku yang terbuka lebar, tanpa banyak bicara lagi, tante Caca  dengan tatapan nakalnya mulai menjilati dari pangkal batang sampai keujung penisku. Tanganku memegangi rambutnya, karena aku ingin melihat pemandangan yang tak ingin aku lewati, bagaimana tante Caca menjilati penisku dengan nafsunya. Digititnya kecil ujung penisku, rasanya geli sekali. Dikulum-kulumnya penisku, dijilatnya seperti sedang menjilat batang eskrim kenikmatan yang tidak akan pernah habis.

Sekarang giliran buah pelirku ikut di”makan”nya, dimasukkan kedalam mulutnya bersama dengan bulu-buluku. Lidahnya bermain dengan cepat didalam mulutnya, sesekali pelirku seperti sedang dikunyah oleh tante Caca . “aaahh..”, teriakku kecil, menahan sakit.

Penisku sudah basah sekali oleh air ludah tante Caca, nafsunya seperti sudah tidak tertahan lagi. Penisku teraa panas gara-gara bergesekan dengan mulut dan tangannya. Kepalanya naik turun dengan cepat diikuti dengan tangannya. Sesekali kepala penisku ditarik dengan kuat oleh giginya. Geli sekali.

Cukup lama tante Caca bermain-main dengan penisku, kira-kira hampir setengah jam, akhirnya aku sudah tidak tahan lagi.

“aaahhmm.. tante Caca…”, .

Mendengar seperti itu, tante Caca makin mempercepat gerakan mulut dan tangannya. Otot kakiku sudah mengejang menahannya, akhirnya.. crrttt.. crrttt.. keluar juga spermaku. Tante Caca tidak mengeluarkan penisku dari mulutnya, dengan nafsu tante Caca menjilati semua spermaku, tidak dibiarkannya setetespun mengalir keluar.

Semuanya ditelan tanpa sisa, bahkan penisku masi disedot-sedotnya. Begitu bernafsunya sampai tante Caca terlihat seperti perempuan yang benar-benar kehausan akan spermaku.

“aaahh.. punya kamu hangat sekali rasanya.. nikmat banget..”, kata tante Caca.
“ha ha.. sekarang kita satu sama..”, lanjutnya dengan gembira, sambil menindih badanku.

Kami berpelukan diranjang, saling meraba-raba tubuh. Kuelus pahanya yang mulus, sedangkan tante Caca mengelus-elus perut dan dadaku. Kami saling bertatapan dan saling memuji.

“enak sekali tante.. tante jago banget..”, kataku, menikmati bagaimana enaknya pengalaman dioral oleh seorang perempuan cantik.
“kamu juga hebat.. tante suka de sama kamu.. bisa tahan selama itu…”, balasnya nakal.

Aku begitu lelah, rasanya sudah tidak ada tenaga lagi. Aku melihat tante Caca, tampaknya ia juga dalam keadaan yang sama denganku.

Tak banyak bicara, tante Caca mengecup dahiku.

“kita bobo dulu aja ya sekarang.. tante pengen lanjut tapi lemes banget rasanya..”, katanya.
“iya tante.. aku juga capek banget.. tante emang top..”, balasku.

Tampak tante Caca tersipu malu dan tertawa kecil. Sebenernya nafsuku masih besar, tapi keadaan tubuhku tidak memungkinkan. Aku juga tidak mau memaksa tante Caca yang sudah sangat kecapekan.

Begitu lemas, akhirnya kami tidur berpelukan, saling menghangatkan. Kupeluk tubuh tante Caca seperti sedang memeluk bantal, aku masih ingin merasakan dadanya yang besar itu. 

Aku sangat senang walau aku tidak puas malam itu. Dan keesokan harinya, aku merasa tante Caca menjadi semakin sayang dan perhatian kepadaku. Ia memenuhi kebutuhan dan keperluanku. Dalam 2 bulan terakhir ini, kami telah melakukan hubungan seks lagi sekitar 15 kali dan kami lakukan setiap ada kesempatan. Pernah kami lakukan ketika didalam mobil, dikamar mandi, dikamar anaknya bahkan sempat diatas ranjangnya, ranjang tempat dimana tante Caca dan almarhum suaminya tidur. Agen BandarQ
NagaQQ