Minggu, 12 Juli 2020

Gairah Seks Pembantuku



NagaQQ - Perkenalkan namaku Harianto, hari ini seperti biasanya istriku sedang bersiap untuk berangkat kerja, sementara aku masih berbaring. Istriku memang harus selalu berangkat pagi, tidak seperti pekerjaanku yang tidak mengharuskan berangkat pagi. 


Istrikupun berpamitan, dan perlahan meninggalkan rumah. Sementara aku bersiap kembali untuk tidur, kembali kudengar suara orang mendekat ke arah pintu kamar. Tetapi langsung aku teringat pasti pembantu yang bernama Lasmi, yang setiap pagi  untuk bersih rumah, sebelum mengerjakan pekerjaannya yang lain.

Lasmi baru berumur 18 tahun, Lasmi memiliki bentuk tubuh yang sexy dan montok. Aku hanya perhatikan hal tersebut selama ini, dan tidak pernah berfikir kurang ajar kepadanya. Tidak lamakemudian, Lasmi mulai sudah di pintu masuk, setelah mengetuk dan meminta izin sebentar, ia pun masuk sambil membawa perlengkapan bersih-bersih tanpa menunggu izin dariku. Baru pagi ini aku perhatikan pembantuku ini, sabngat menggairahkan dan nafsuku bergejolak kuat.

Karena aku selalu tidur hanya dengan bercelana dalam,  Pikirku akan ganggu dia. Dengan masih pura-pura tidur, aku menggeliat ke samping hingga selimutku pun tersingkap. Sehingga bagian bawahku sudah tidak tertutup apapun, sementara karena bangun tidur dan belum sempat ke WC, penisku sudah mengeras. Dengan sedikit mengintip, Lasmi berkali-kali melirik kearah celana dalamku. Namun aku perhatikan dia masih terus mengerjakan pekerjaannya sambil tidak menunjukkan perasaannya.

Setelah itu dia selesai dengan pekerjaannya dan keluar dari kamar tidur. Akupun bangun ke kamar mandi untuk buang air kecil. Seperti biasa aku lepas celana dalamku dan kupakai handuk lalu keluar mencari sesuatu untuk minum. Kulihat Lasmi masih meneruskan pekerjaannya di ruangan yang lain, aku pun duduk di sofa depan TV ruang tamu.

Akupun perhatikan Lasmi yang sedang sibuk mengerjalan pekerjaanya, aku ingat yang pernah istriku katakan soal dia. Akhirnya aku ingat bahwa dia memiliki masalah bau badan. Dengan tersenyum gembira aku panggil dia dan kuminta untuk berhenti melakukan aktivitasnya sebentar. Lasmi pun mendekat dan mengambil posisi duduk di bawah,  jadi tidak satupun celah untuk melihat perangkatnya. Aku pun berbicara dengannya, dengan menanyakan apakah benar dia mempunyai masalah bau badan. Dengan alasan tamu dan relasiku akan banyak yang datang aku memintannya untuk lebih perhatian dengan masalahnya.

Dia hanya mengiyakan permintaanku, dan mulai berani mengatakan satu dua hal. Semakin baik pikirku. Masih dengan topik yang sama, akupun mengajaknya ngobrol sejenak, dan mendapat respon yang baik. Sementara dudukku dengan sengaja aku buat seolah tanpa sengaja, sehingga penisku yang hanya tertutup handuk akan terlihat oleh Lasmi. Aku perhatikan matanya berkali-kali melirik ke arah penisku, yang secara tidak sengaja mulai bangun. Lalu aku tanyakan apa boleh mencium badanya, sebuah pertanyaan yang cukup mengagetkannya, selain karena pertanyaan itu cukup berani, juga karena matanya yang sedang melirik ke penisku. Untuk menutupi rasa malunya, diapun hanya mengangguk membolehkan.

Aku minta dia untuk mendekat, dan dari jarak sekian, aku mencoba mencium badanya. pikiranku mulai berjalan, aku katakan tidak begitu jelas, maka dengan alasan pasti sumbernya dari ketiaknya, maka aku minta dia untuk menunjukkan ketiaknya. Sejenak dia terdiam, mungkin dipikirnya, apakah ini harus atau tidak. Aku kembali menyadarkannya dengan memintanya kembali memperlihatkan ketiaknya. Melihat tatapannya aku mengerti bahwa dia tidak tahu apa yang harus dikerjakannya untuk memenuhi permintaanku. Maka aku dengan cepat menuntunnya agar dia tidak bingung akan apa yang harus dilakukan. Dan aku katakan, naikkan saja baju kaosnya sehingga aku dapat memeriksa ketiaknya, dan aku katakan jangan malu, karena di rumah hanya aku dan dan dia saja di rumah.

Perlahan di angkat baju kaosnya dan perlahan kulit putih mulusnya mulai terlihat, dan lalu dadanya yang cukup besar tertutup B. Penisku langsung membesar dan mengeras seketika. Setelah ketiaknya terlihat, akupun memberi perhatian, kudekatkan hidungku. Setelah dekat aku hirup udara sekitar ketiak, baunya sangat merangsang. Sedikit kaget, dia menjauh dan menurunkan bajunya. Sejenak aku perhatikan wajahnya yang tampak beda, merah padam. Aku heran kenapa, setelah aku perhatikan seksama, matanya sesekali melirik ke arah penisku. Ya ampun, handukku tersingkap dan penisku yang membesar dan memanjang, terpampang jelas di depan matanya. Pasti tersingkap sewaktu dia kaget tadi.

Lalu kuminta Lasmi kembali mendekat, dan aku katakan bahwa ini sangat wajar, karena aku sedang berdekatan dengan perempuan, apalagi sedang melihat yang berada di dalam bajunya. Dengan malu dia tertunduk. Lalu aku lanjutkan, entah pikiran dari mana, tiba-tiba aku memuji badannya, aku katakan bahwa badannya bagus dan putih. Aku juga mengatakan bahwa bibirnya bagus. Entah keberanian dari mana, aku bangun sambil memegang tangannya, dan memintanya berdiri berhadapan. Dan kami berpandangan, dan aku mulai mendekatkan bibirku pada bibirnya. Kami berciuman cukup lama. Aku perhatikan dia sangat nafsu, mungkin sudah sejak tadi pagi dia terangsang.

Tanganku yang sudah sejak tadi berada di dadanya, kuarahkan menuju tangannya, dan menariknya menuju sofa. Kutidurkan Lasmi dan menindihnya dari pinggul ke bawah, sementara tanganku berusaha membuka bajunya. Beberapa saat nampaknya kesadaran Lasmi bangkit dan melakukan perlawanan, sehingga kuhentikan sambil membuka bajunya, dan aku kembali mencium bibirnya hingga lama sekali. Dan Lasmi sudah kembali mendesah, perlahan tangan yang sejak tadi kugunakan untuk meremas dadanya, kuarahkan ke belakang untuk membuka kaitan BH nya. Hingga terpampanglah buah dadanya yang berukuran cukup besar dengan puting besar coklat muda.

https://profile.hatena.ne.jp/nagaqq/profile
https://network.changemakers.com/profiles/109962728699448988638
https://www.diigo.com/profile/yoselyntan
https://www.instructables.com/member/natnda254/
https://poptype.co/yoselyntan/nagaqq-agen-bandarq-bandarq-online-aduq-online-dominoqq-terbaik
https://speakerdeck.com/yoselyntan
https://uberant.com/article/839748-nagaqq-agen-bandarq-bandarq-online-aduq-online-dominoqq terbaik//

Jilatan pada buah dadanya membuatnya sudah benar-benar terangsang, sehingga dengan mudah tanganku menuju ke arah vaginanya yang masih bercelana dalam, sedang tanganku yang satunya membawa tangannya untuk memegang penisku. Secara otomatis tangannya meremas dan mulai naik turun pada penisku. Sementara aku sibuk menaikkan roknya hingga celana dalamnya terlihat seluruhnya. Dan dengan menyibakkan celana dalamnya, vaginanya yang basah dan sempit itupun sudah menjadi mainan bagi jari-jariku. Namun tidak berapa lama, kurasakan pahanya menjepit tanganku, dan tangannya memegang tanganku agar tidak bergerak dan tidak meninggalkan vaginanya . Kusadari Lasmi mengalami orgasme yang pertama

Setelah mereda, kupeluk erat badannya dan berusaha tetap merangsangnya, dan benar saja, bebrapa saat kemudian, nampak dirinya sudah kembali bergairah, hanya saja kali ini lebih berani. Lasmi membuka celana dalamnya sendiri, lalu berusaha mencari dan memegang penisku. Sementara secara bergantian bibir dan buah dadanya aku kulum. Dan dengan tanganku, vaginanya  kuelus-elus lagi mulai dari bulu-bulu halusnya, bibir vaginanya, hingga ke dalam, dan daerah sekitar lubang pantatnya. Sensasinya pasti sungguh besar, sehingga tanpa sadar Lasmi menggelinjang-gelinjang keras. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan, bibirku pindah menuju bibirnya, sementara penisku ku dekatkan ke bibir vaginanya, ku elus-elus sebentar, lalu aku mulai selipkan pada bibir vagina pembantuku ini.



Sudah seperti layaknya suami dan istri, kami seakan lupa dengan segalanya, Lasmi bahkan mengerang minta penisku  segera masuk. Karena basahnya vaginanya  Lasmi, dengan mudah penisku  masuk sedikit demi sedikit. Sebagai wanita yang baru pertama kali berhubungan badan, terasa sekali otot vaginanya Lasmi menegang dan mempersulit penisku untuk masuk. Dengan membuka pahanya lebih lebar dan mendiamkan sejenak penisku, terasa Lasmi agak rileks. Ketika itu, aku mulai memaju mundurkan penisku  walau hanya bagian kepalanya saja. Namun sedikit demi sedikit penisku masuk dan akhirnya seluruh batangku masuk ke dalam vaginanya . Setelah aku diamkan sejenak, aku mulai bergerak keluar dan masuk, dan sempat kulihat cairan berwarna merah muda, tanda keperawanannya telah kudapatkan.

Erangan nikmat kami berdua, terdengar sangat romantis saat itu. Lasmi belajar sangat cepat, dan vaginanya  terasa meremas-remas penisku  dengan sangat lembut. Hingga belasan menit kami bersetubuh dengan gaya yang sama, karena ku pikir nanti saja mengajarkannya gaya lain. penisku  sudan berdenyut-denyut tanda tak lama lagi aku akan ejakulasi. Aku tanyakan pada Lasmi, apakah dia juga sudah hampir orgasme. Lasmi mengangguk pelan sambil terrsenyum. Dengan aba-aba dari ku, aku mengajaknya untuk orgasme bersama. Lasmi semakin keras mengelinjang, hingga akhinya aku katakan kita keluar sama-sama. Beberapa saat kemudian aku rasakan air maniku muncrat dengan derasnya didalam vaginanya  yang juga menegang karena orgasme. Lasmi memeluk badanku dengan erat, lupa bahwa aku adalah majikannya, dan akupun melupakan bahwa Lasmi adalah pembantuku, aku memeluk dan menciumnya dengan erat.

Dengan muka sedikit malu, Lasmi tetap tertidur disampingku di sofa tersebut. Kuperhatikan dengan lega tidak ada penyesalan di wajahnya, tetapi kulihat kepuasan. Aku katakan padanya bahwa permainannya sungguh hebat, dan mengajaknya untuk mengulang jika dia mau, dan dijawab dengan anggukkan kecil dan senyum. Sejak saat itu, kami sering melakukan jika istriku sedang tidak ada. Di kamar tidurku, kamar tidurnya, kamar mandi, ruang tamu, ruang makan, dapur, garasi, bahkan dalam mobil.

Lasmi ikut bersama kami hingga tahunan, sampai suatu saat dia dipanggil oleh orang tuanya untuk dikawinkan. Ia dan aku saling melepas dengan berat hati. Namun sekali waktu Lasmi datang kerumahku untuk khusus bertemu denganku, setelah sebelumnya menelponku untuk janjian. Anak satu-satunyapun menurutnya adalah anakku, karena suaminya mandul. Tapi tidak ada yang pernah tahu. Agen BandarQ
NagaQQ

Sabtu, 11 Juli 2020

Pacar Baruku Yang Masih Perawan



NagaQQ - Perkenalkan namaku Raffi dan usiaku  21 tahun dan aku sudah bekerjat. akan aku ceritakan pengalaman seks ku dengan pacar yang 1 hari aku pacari yang masih perawan. Begini ceritanya, aku terpesona dengan teman kerjaku yang bernama Tasya. Dan waktu itu aku smemberanikan diri untuk mengungkapkan perasaaanku kepadanya.


“ Tasya,sini ada yang mau saya sampaikan padamu
“ apaan Raffi kayaknya serius banget?
“Saya ingin mengatakan kepada kami tentang perasaanku, saya suka deh sama kamu. apa boleh  saya jadi pacar kamu ? ucapku.

Dan Tasya pun terkejut dengan perasaan yang aku ungkapkan kepadanya ucapanku tersebut, “Raffi saya sampai saat ini masih menganggap kamu hanya temanku saja. Kayaknya gak bisa deh kita jadian. jawab Tasya.

Tapi saya tak hanya ingin berteman denganmu gadis manis ,saya ingin menjadi pacarmu,kataku lagi. Begini saja saya beriwaktu seminggu ini untuk berpikir ya, kataku kepadanya.

Tak sampai seminggu saya sudah datangi lagi dia ketika sedang bekerja siang untuk menanyakan jawaban tersebut. Namun tetap saja ditolaknya dengan halus.

Sungguh galau aku jadinya ,rasanya cintaku bertepuk sebelah tangan. Tapi aku coba lagi mengatakan kepadanya agar dia mau jadi pacarku.



Dan waktu itu ku datangi kerumah Tasya dan aku menayatkan lagi perasaanku, sampai-sampai aku berlutut dan memeluk kakinya, dia terkejut dengan sikapku tersebut sampai dia marah kepadaku,katanya ‘ cewek kan bukan hanya aku saya Raffi , masih banyak kok nantinya yang mau jadi pacarmu “

Aku tetap maunya sama kamu saja ya…please..sambilku memelas dengan berlinang airmata. Mungkin karena aku menangis tersebut atau karena kegigihanku tersebut. Akhirnya dia mau juga jadi pacarku.

Ok deh bila memang kamu mau jadian.. sekarang kita coba jalani dulu ya ,nanti kalo ngga cocok kita bubar,katanya. Spontan aku langsung memeluk pahanya dengan erat. Dan aku berdiri sedikit untuk mencium pipinya.. dan dia balas ciumin juga pipiku dan bibirku..aku minta lagi kucium lagi bibirnya, kali ini dia yang mengajariku dengan berciuman memainkan lidah didalam mulut masing-masing secara bergantian.

Dengan Nafsu juga aku memegang buah dadanya tersebut yang masih terbalut bluesnya ,ku remas-remas, eh kuliat dianya terangsang dan kubuka aja bluesnya serta bhnya dan kuliat payudaranya yang indah terpampang mukakudengan tegak dan sekalnya. Kuisap2 susunya tersebut ,dia mendelik2 sambil mendesah aah aah shh ,Tasya bilang :”pentilnya diisap donk Raffi.

https://profile.hatena.ne.jp/nagaqq/profile
https://network.changemakers.com/profiles/109962728699448988638
https://www.diigo.com/profile/yoselyntan
https://www.instructables.com/member/natnda254/
https://poptype.co/yoselyntan/nagaqq-agen-bandarq-bandarq-online-aduq-online-dominoqq-terbaik
https://speakerdeck.com/yoselyntan
https://uberant.com/article/839748-nagaqq-agen-bandarq-bandarq-online-aduq-online-dominoqq terbaik//

Ku hisap pentilnya tersebut eh dianya kayak orang kesurupan , menggeliat2 kesana kemari.membuatku susah untuk isap susunya tersebut.memang enaknya melakukan petting dg gadis yang kita sukai sampai sampai panas dingin rasanya ini badan. Oh nikmatnya…

Tak hanya sampai disini saya lebih ganas bertindak lebih jauh lagi,kumasukkan saja tanganku kedalam roknya terus ku elus pahanya lalu ku elus juga celana dalamnya sambil merasakan rambut vaginanya itu.

Dan sampai sejanuh ini tidak ada  penolakan lalu kulanjutkan dengan memasukkan jari telunjukku ke dalam cd tersebut dan kucari lubangnya. Dan ketemu juga lubangnya ,ternyata sudah basah juga lubangnya.lalu kumasukkan saja jariku ke dalam lubang vaginnya “dianya mendiesah keenakan ahhhemmm ahhhemmm dan kocok vaginanya.dia malah tambah mendesah keenakan.

Tidak sampai di situ, lalu kuturunkan celana dalamnya, akupun melihat vagina indahnya  vaginanya penuh ditumbuhi jembut2 halus yang membuat kuingin hisap vaginanya tersebut. Pertamanya sih jijik juga ngisap lubang vaginanya tersebut ,maka kupejamkan saja mata ini dalam melakukan aktifitas tersebut. Aah ahhh eshh ….bunyi desahannya. Yang kuat Raffi“ katanya . enak banget rasanya,”katanya.

Rupanya Tasya pun mengimbangiku dengan tangannya, ternyata sudah ada didalam celana dalamku dan terus mengelus penisku ,kemudian dikocok2nya penisku ini. Ahmmme emmm enak.

Lalu kumasukan penisku ke dalam lubang vaginanya yang sempit dan bewarna pink itu, dan akupun langsung kokang penisku ke dalam lubang vaginanya, dan diapun mengeluarkan desahan kenikmatan yang sangat luar biasa. Dan tiba-tiba ada darah dari vaginnnya tetapi karena kami sudah sama mencapai titik kenikanatan seks yang luar biasa kami tetap melajutkannya hingga 30 menit dan kami pun sama sama lelah dan kami pun tiduran dan tidur hingga besok pagi tanpa berbusana. Agen BandarQ
NagaQQ

Jumat, 10 Juli 2020

Kenikmatan Seks Dengan Om


NagaQQ - Perkenalkan namaku Sania, usiaku menginjak 18 tahun. aku akan menceritakan pengalaman seks ku kepada kalian semua pembaca artikel ku ini, Suatu sore aku dalam perjalanan pulang sehabis latihan di sekolah, aku disuruh papa mengantarkan surat-surat penting ke rumah temannya yang biasa dipanggil Om Hantoro . Kebetulan rumahnya memang melewati rumah kami karena rumahnya di kompleks yang sama di perumahan elit jakarta.

BACA JUGA :  Aku Menjadi Pemuas Nafsu

Om Hantoro ini biarrpun usianya sudah 40 tahunan, tetapi wajahnya yang babyface dan gayanya masih seperti anak muda. Dan dari dulu diam-diam aku memang naksir padanya Om Hantoro, mungkin selain ganteng dan rambutnya sedikit beruban, badannya juga tinggi tegap dan hobinya berenang serta tenis. papa kenal dengannya sejak semasa kuliah dulu, oleh sebab itu kami lumayan dekat dengan keluarganya.

Om Hantoro memiliki 2 orang anak yang sedang kuliah di Australia, dan istrinya aktif di kegiatan sosial dan sering pergi ke pesta-pesta. Ibuku juga sering diajak oleh Tante Mayandra, istri Om Hantoro ini, tetapi ibuku selalu menolak karena dia lebih suka menghabiskan waktu nya di rumah.

Dan aku pun di antar  oleh supirku, aku sampai juga di rumahnya Om Hantoro. Waktu kecil, aku sudah sering ke rumah Om Hantoro, tetapi baru kali ini aku datang sendiri tanpa papa atau ibuku. Masih dengan seragam menari sekolah ku yang terdiri dari rok lipit warna biru yang panjangnya belasan centi diatas paha, dan kaos ketat tanpa lengan warna putih, aku memencet bel pintu rumahnya sambil membawa amplop tebal titipan papa ku.

Papa memang sedang ada bisnis dengan Om Hantoro yang pengusaha kayu, maka akhir-akhir ini mereka giat saling mengontak satu sama lain. Karena papa ada rapat yang tidak dapat ditunda, maka suratnya tidak dapat dia berikan sendiri.

Seorang pembantu keluar dari dalam dan membukakan pintu untukku. Sementara itu kusuruh supirku menungguku di luar.

Ketika memasuki ruang tamu, si pembantu berkata, “Tuan sedang berenang, Non. Tunggu saja di sini biar saya beritahu Tuan kalau Non sudah datang.”
“Makasih, Bi.” jawabku.

Sudah 15 menit lebih menunggu, si bibi tidak muncul-muncul juga, begitu pula dengan Om Hantoro. Karena bosan, aku jalan-jalan dan sampai di pintu yang ternyata menghubungkan rumah itu dengan halaman belakang dan kolam renangnya yang lumayan besar. Kubuka pintunya dan di tepi kolam kulihat Om Hantoro yang sedang berdiri dan mengeringkan tubuh dengan handuk.

Wajahku agak memerah karena mendadak aku jadi horny, dan payudaraku terasa gatal. Om Hantoro menoleh dan melihatku berdiri terpaku dengan tatapan yang sangat buas, dia pun tertawa dan memanggilku untuk menghampirinya.

“Halo Sania, bagaimana kabar mu..?” sapa Om Hantoro hangat sambil memberikan cipika cipiki di ke dua pipiku.
“Baik dong Om. Om sendiri gimana kabarnya..?”
“Om baik juga. Kamu baru pulang dari sekolah yah..?” tanya Om Hantoro sambil memandangku dari atas sampai ke bawah.
Tatapannya berhenti sebentar di dadaku yang membusung terbungkus kaos ketat, sedangkan aku sendiri hanya dapat tersenyum melihat tonjolan di celana renang Om Hantoro yang ketat itu mengeras.

“Iya Om, baru latihan menari"  Tante Mayandra mana Om..?” ujarku basa-basi.
“Tante Mayandra lagi ke Bali sama temannya. Om ditinggal sendirian.” jawab Om Hantoro sambil memasang kimono.
“Ooh..” jawabku dengan nada sedikit kecewa karena tidak dapat melihat tubuh atletis Om Hantoro dengan leluasa lagi.
“Ke dapur yuk..!”

“Kamu mau minum apa Sania..?” tanya Om Hantoro ketika kami sampai di dapur.
“Air putih aja Om, biar awet muda.” jawabku asal.
Sambil menunggu Om Hantoro menuangkan air dingin ke gelas, aku pindah duduk ke atas meja di tengah-tengah dapurnya yang luas karena tidak ada bangku di dapurnya.
“Duduk di sini boleh yah Om..?” tanyaku sambil menyilangkan kaki kananku dan membiarkan paha putihku makin tinggi terlihat.
“Boleh kok Sania.” kata Om Hantoro  sambil mendekatiku dengan membawa gelas berisi air dingin.

Namun entah karena pandangannya terpaku pada cara dudukku yang menggoda itu atau memang beneran tidak sengaja, kakinya tersandung ujung keset yang berada di lantai dan Om Hantoro  pun limbung ke depan hingga menumpahkan isi gelas tadi ke baju dan rokku.
“Aaah..!” sedang kedua tangan Om Hantoro langsung menggapai pahaku untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
“Aduh.., begimana sih..? Om nggak sengaja Sania. Maaf yah, baju kamu jadi basah semua tuh. Dingin nggak airnya tadi..?” tanya Om Hantoro  sambil buru-buru mengambil lap dan menyeka rok dan kaosku.

Aku yang masih terkejut hanya diam mengamati tangan Om Hantoro  yang berada di atas dadaku dan matanya yang nampak berkonsentrasi menyeka kaosku. Putingku terlihat semakin jelas di balik kaosku yang basah dan hembusan napasku yang memburu menerpa wajah Om Hantoro .
“Om.. udah Om..!” kataku.
Dia pun menoleh ke atas memandang wajahku dan bukannya menjauh malah meletakkan kain lap tadi di sampingku dan mendekatkan kembali wajahnya ke wajahku dan tersenyum sambil mengelus rambutku.

“Kamu cantik, Sania..” ujarnya lembut.
Aku jadi tertunduk malu tapi tangannya mengangkat daguku dan malahan menciumku tepat di bibir. Aku refleks memejamkan mata dan Om Hantoro  kembali menciumku tapi sekarang lidahnya mencoba mendesak masuk ke dalam mulutku. Aku ingin menolak rasanya, tapi dorongan dari dalam tidak dapat berbohong. Aku balas melumat bibirnya dan tanganku meraih pundak Om Hantoro , sedang tangannya sendiri meraba-raba pahaku dari dalam rokku yang makin terangkat hingga terlihat jelas celana dalam dan selangkanganku.

Ciumannya makin buas, dan kini Om Hantoro  turun ke leher dan menciumku di sana. Sambil berciuman, tanganku meraih pengikat kimono Om Hantoro  dan membukanya. Tanganku menelusuri dadanya yang bidang dan bulu-bulunya yang lebat, kemudian mengecupnya lembut. Sementara itu tangan Om Hantoro  juga tidak mau kalah bergerak mengelus celana dalamku dari luar, kemudian ke atas lagi dan meremas payudaraku yang sudah gatal sedari tadi.

Aku melenguh agak keras dan Om Hantoro  pun makin giat meremas-remas dadaku yang montok itu. Perlahan dia melepaskan ciumannya dan aku membiarkan dia melepas kaosku dari atas. Kini aku duduk hanya mengenakan bra hitam dan rok nariku itu. Om Hantoro  memandangku tidak berkedip. Kemudian dia bergerak cepat melumat kembali bibirku dan sambil french kissing, tangannya melepas kaitan bra-ku dari belakang dengan tangannya yang cekatan.

Kini dadaku benar-benar telanjang bulat. Aku masih merasa aneh karena baru kali ini aku telanjang dada di depan pria yang bukan pacarku. Om Hantoro  mulai meremas kedua payudaraku bergantian dan aku memilih untuk memejamkan mata dan menikmati saja. Tiba-tiba aku merasa putingku yang sudah tegang akibat nafsu itu menjadi basah, dan ternyata Om Hantoro  sedang asyik menjilatnya dengan lidahnya yang panjang dan tebal. Uh.., jago sekali dia melumat, mencium, menarik-narik dan menghisap-hisap puting kiri dan kananku.

Tanpa kusadari, aku pun mengeluarkan desahan yang lumayan keras, dan itu malah semakin membuat Om Hantoro  bernafsu.
“Oom.. aah.. aah..!”
“Sania, kamu kok seksi banget sih..? Om suka banget sama badan kamu, bagus banget. Apalagi ini..” godanya sambil memelintir putingku yang makin mencuat dan tegang.
“Ahh.., Om.. gelii..!” balasku manja.

“Sshh.. jangan panggil ‘Om’, sekarang panggil ‘Hantoro  ’ aja ya, Sania. Kamu kan udah gede..” ujarnya.
“Iya deh, Om.” jawabku nakal dan Om Hantoro  pun sengaja memelintir kedua putingku lebih keras lagi.
“Eeeh..! Om.. eh Hantoro  .. geli aah..!” kataku sambil sedikit cemberut namun dia tidak menjawab malahan mencium bibirku mesra.

Entah kapan tepatnya, Om Hantoro  berhasil meloloskan rok dan celana dalam hitamku, yang pasti tahu-tahu aku sudah telanjang bulat di atas meja dapur itu dan Om Hantoro  sendiri sudah melepas celana renangnya, hanya tinggal memakai kimononya saja. Kini Om Hantoro  membungkuk dan jilatannya pindah ke selangkanganku yang sengaja kubuka selebar-lebarnya agar dia dapat melihat isi vaginaku yang merekah dan berwarna merah muda.

Kemudian lidah yang hangat dan basah itu pun pindah ke atas dan mulai mengerjai klitorisku dari atas ke bawah dan begitu terus berulang-ulang hingga aku mengerang tidak tertahan.
“Aeeh.. uuh.. Hantoro  .. aawh.. ehh..!”
Aku hanya dapat mengelus dan menjambak rambut Om Hantoro  dengan tangan kananku, sedang tangan kiriku berusaha berpegang pada atas meja untuk menopang tubuhku agar tidak jatuh ke depan atau ke belakang.

Badanku terasa mengejang serta cairan vaginaku terasa mulai meleleh keluar dan Om Hantoro  pun menjilatinya dengan cepat sampai vaginaku terasa kering kembali. Badanku kemudian direbahkan di atas meja dan dibiarkannya kakiku menjuntai ke bawah, sedang Om Hantoro  melebarkan kedua kakinya dan siap-siap memasukkan penisnya yang besar dan sudah tegang dari tadi ke dalam vaginaku yang juga sudah tidak sabar ingin dimasuki olehnya.

Perlahan Om Hantoro  mendorong penisnya ke dalam vaginaku yang sempit dan penisnya mulai menggosok-gosok dinding vaginaku. Rasanya benar-benar nikmat, geli, dan entah apa lagi, pokoknya aku hanya memejamkan mata dan menikmati semuanya.
“Aawww.. gede banget sih Hantoro  ..!” ujarku karena dari tadi Om Hantoro  belum berhasil juga memasukkan seluruh penisnya ke dalam vaginaku itu.
“Iyah.., tahan sebentar yah Sayang, vagina kamu juga sempitnya.. ampun deh..!”

Akhirnya setelah lima kali lebih mencoba masuk, penis Om Hantoro  berhasil masuk seluruhnya ke dalam vaginaku dan pinggulnya pun mulai bergerak maju mundur. Makin lama gerakannya makin cepat dan terdengar Om Hantoro  mengerang keenakan.
“Ah Sania.. enak Sania.. aduuh..!”
“Iii.. iyaa.. Om.. enakk.. ngentott.. Om.. teruss.. eehh..!” balasku sambil merem melek keenakan.

Om Hantoro  tersenyum mendengarku yang mulai meracau ngomongnya. Memang kalau sudah begini biasanya keluar kata-kata kasar dari mulutku dan ternyata itu membuat Om Hantoro  semakin nafsu saja.
“Awwh.. awwh.. aah..!” orgasmeku mulai lagi.
Tidak lama kemudian badanku diperosotkan ke bawah dari atas meja dan diputar menghadap ke depan meja, membelakangi Om Hantoro  yang masih berdiri tanpa mencabut penisnya dari dalam vaginaku. Diputar begitu rasanya cairanku menetes ke sela-sela paha kami dan gesekannya benar-benar nikmat.



Kini posisiku membelakangi Om Hantoro  dan dia pun mulai menggenjot lagi dengan gaya doggie style. Badanku membungkuk ke depan, kedua payudara montokku menggantung bebas dan ikut berayun-ayun setiap kali pinggul Om Hantoro  maju mundur. Aku pun ikut memutar-mutar pinggul dan pantatku. Om Hantoro  mempercepat gerakannya sambil sesekali meremas gemas pantatku yang semok dan putih itu, kemudian berpindah ke depan dan mencari putingku yang sudah sangat tegang dari tadi.

“hmm emm .. lebih keras Om.. pentilnya.. puterr..!” rintihku dan Om Hantoro serta merta meremas putingku lebih keras lagi dan tangan satunya bergerak mencari klitorisku.
Kedua tanganku berpegang pada ujung meja dan kepalaku menoleh ke belakang melihat Om Hantoro  yang sedang merem melek keenakan. Gila rasanya tubuhku banjir keringat dan nikmatnya tangan Om Hantoro  di mana-mana yang menggerayangi tubuhku.

Putingku diputar-putar makin keras sambil sesekali payudaraku diremas kuat. Klitorisku digosok-gosok makin gila, dan hentakan penisnya keluar masuk vaginaku makin cepat. Akhirnya orgasmeku mulai lagi. Bagai terkena badai, tubuhku mengejang kuat dan lututku lemas sekali. Begitu juga dengan Om Hantoro , akhirnya dia ejakulasi juga dan memuncratkan spermanya di dalam vaginaku yang hangat.

“Aaah.. Riin..!” erangnya.
Om Hantoro  melepaskan penisnya dari dalam vaginaku dan aku berlutut lemas sambil bersandar di samping meja dapur dan mengatur napasku. Om Hantoro  duduk di sebelahku dan kami sama-sama masih terengah-engah setelah pertempuran yang seru tadi.

“Sini Om..! Sania bersihin sisanya tadi..!” ujarku sambil membungkuk dan menjilati sisa-sisa cairan cinta tadi di sekitar selangkangan Om Hantoro.
Om Hantoro  hanya terdiam sambil mengelus rambutku yang sudah acak-acakan. Setelah bersih, gantian Om Hantoro  yang menjilati selangkanganku, kemudian dia mengumpulkan pakaian seragamku yang berceceran di lantai dapur dan mengantarku ke kamar mandi.

Setelah mencuci vaginaku dan memakai seragamku kembali, aku keluar menemui Om Hantoro  yang ternyata sudah memakai kaos dan celana kulot, dan kami sama-sama tersenyum.
“Sania, Om minta maaf yah malah begini jadinya, kamu nggak menyesal kan..?” ujar Om Hantoro  sambil menarik diriku duduk di pangkuannya.
“Enggak Om, dari dulu Sania emang senang sama Om, menurut Sania Om itu temen papa yang paling ganteng dan baik.” pujiku.
“Makasih ya Sayang, ingat kalau ada apa-apa jangan segan telpon Om yah..?” balasnya.
“Iya Om, makasih juga yah permainannya yang tadi, Om jago deh.”
“Iya Sania, kamu juga. Om aja nggak nyangka kamu bisa muasin Om kayak tadi.”
“He.. he.. he..” aku tersipu malu.

“Oh iya Om, ini titipannya papa  hampir lupa.” ujarku sambil buru-buru menyerahkan titipan papa pada Om Hantoro .
“Iya, makasih ya Sania sayang..” jawab Om Hantoro  sambil tangannya meraba pahaku lagi dari dalam rokku.
“Aah.. Om, Sania musti pulang nih, udah sore.” elakku 

Dan sambil melepaskan diri dari Om Hantoro .Om Hantoro  pun berdiri dan mencium pipiku lembut, kemudian mengantarku ke mobil dan aku pun pulang. Agen BandarQ
NagaQQ

Kamis, 09 Juli 2020

Aku Menjadi Pemuas Nafsu


NagaQQ - Perkenalkan namaku Anji, waktu itu  ayahku memerlukan seorang tenaga luar untuk bagian pemasangan iklan, namun karena jam kerjanya tidak terlalu panjang usulan ayahku ditolak oleh bossnya jika harus memperkejakan orang khusus untuk bagian ini. Entah ide dari mana saya yang saat itu masih kuliah ditarik ayah untuk mengisi bagian tersebut, dengan jam kerja pukul 1 siang sampai dengan pukul 5 sore, jelas saya bisa kerjakan setelah pulang sekolah.

BACA JUGA :  Puaskan Nafsu Tante Lala

Hari-hari pertama bekerja saya di-training ke perwakilan resmi harian ibukota yang kesemuanya bermarkas di jalan Gajah Mada Jakarta. Semua berita harian nasional saya telah kenal, dan dari sekian banyak biro iklan yang ke sana, hanya saya lah yang paling muda. Setiap selesai saya diwajibkan kembali ke kantorku yang di daerah Kota. Bosku telah cukup umur, dan kalau hitungan teliti sekali, namun lamanya minta ampun, biasanya menunggu Bosku menghitung, saya duduk- duduk di belakang ruangan kantor yang memang khusus tempat ngumpulnya para sales dari divisi lain. Dan di ruangan kantor depan hanya ada 4 orang, satu di antaranya adalah putri tunggal Bosku yang menjabat sebagai direktur operasional, orangnya putih bersih, tinggi sekali mungkin 180 cm-an, saat itu kalau berdiri saya paling sepundaknya. Selalu mengenakan span pendek dengan stoking hitam. Panggulnya ketika berjalan hampir dipastikan seluruh orang menengoknya. Bokongnya yang bulat dan dadanya yang membusung menambah daya tariknya sebagai wanita.

Sebenarnya putri Bosku ini pengantin baru, namun entah kenapa malah tidak betah di rumah, kadang-kadang saya kalau lagi telat bisa sampai jam 19.00 malam dan diamasih ada di kantor. Menurut gosip yang beredar di kalangan sales (saya sering menguping). Suaminya impoten dan saya tahu bahwa panggul, bokong dan payudaranya bagus pun dari hasil nguping, karena saat itu saya kurang mengerti masalah itu, yang jelas melihat paha sedikit saja, kemaluanku langsung berdiri dengan tegaknya, ditambah lagi saya sering baca buku porno, jelas hasilnya onani 3-5 kali per hari. Setiap ada kesempatan pasti saya langsung onani, kebanyakan di WC, terutama di WC kantor, pokoknya setiap ada kesempatan.

Saya sering sekali membayangkan putri Bosku ini ketika onani, terutama kalau di WC kantor. Sebenarnya saya sih tidak bodoh-bodoh amat dalem urusan itu, perjaka saya pun telah kulepas di lokasi WTS Kali Jodo, namun kan tidak mungkin saya ke situ setiap hari, dari mana uangnya?Padahal buat pertarungan, saya punya modal yang cukup. saya pernah di WC sekolah dengan temanku mengukur besar penis kami, dan ternyata saya jadi pemenang, baik dalem panjang maupun Diameternya. Alhasil saya pun dijuluki di sekolah “konde” alias “kemaluan gede”. Nah saat onani saya pun berkhayal begitu, saya bagai seorang pahlawan yang dapat memuaskan wanita-wanita kawwan onaniku dengan senjata kebanggaanku.

Tak terasa 3 bulan telah saya bekerja, sampai pada suatu hari, karena ada iklan kolom yang jumlah uangnya besar dan pada teksnya terdapat kesalahan, saya harus menunggu sampai malam, dan sialnya hasil perbaikannya malah membuat salah jumlah giro yang saya bawa, untunglah bagian kasir masih berbaik hati dan menukarkannya dengan tanda terima sementara. Pukul 19:30 saya sampai di kantor, lampu telah dimatikan semua, hanya pos satpam dan ruangan putri Bosku saja yang masih menyala, saya langsung ke ruangannya.

“Selamat malam Bu,”aku.
“Malam, baru selesai Anji ?”
“Yah Bu, tadi ada kesalahan, jadi harus menunggu.”
“Oh..”
“Sekarang saya mau laporan dengan siapa, Bu?” tanya saya .
“Oh ya Mama telah pulang, sini saya yang hitung!” saya meyerahkan semua bon kepadanya.
“Saya tunggu di luar, Bu,” saya pamitan.
“Silakan,” jawabnya singkat
Saya menuju kantor belakang, ternyata tak ada seorangpun di sana, mungkin telah terlalu malam. saya segera ke kamar mandi dan mengkhayalkan making love dengan putri Bosku. Seiring dengan khayalanku yang semakin indah saya  mulai melepas celana saya, lalu mulai mengocok-ngocok kemaluanku dengan perlahan, busa sabun yang melumuri penisku terasa nikmat sekali, gerakanku semakin cepat, dan mencoba mencapai puncak kenikmatan secepatnya. Namun karena hari ini saya telah 4 kali mengocok, di WC kampus, WC rumah dan terakhir di WC kantor 2 kali, saya agak susah keluar, saya lihat kepala penisku sampai memerah, namun tiba-tiba saja, “Brakk..” pintu terbuka dan menyembullah wajah yang ada dalem khayalanku, saya kaget setengah mati, begitu pula Dia sampai berteriak. saya segera mencari celana saya, namun sialnya karena pintu terbuka jelas saya tidak bisa mengambil celana saya yang berada di balik pintu kamar mandi.

“Maaf, Bu, saya lupa mengunci pintu,” saya segera minta maaf tanpa menghiraukan penisku yang 
masih ereksi,
“Eh.. tidak apa,” Bosku pun agak gugup dan kulihat pandangan matanya tertuju pada penisku yang masih mengacung menunjuk langit-langit, dan tanpa disangka-sangka dia langsung masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya,
“Ehh, Ibu mau ngapain?” saya masih kebingungan atas sikapnya.

dia langsung menanggalkan seluruh pakaiannya dan telanjang bulat di depanku, saya pun mulai menyadari keinginannya, namun saya masih takut karena dia adalah Bosku, untunglah dia dulu yang mulai. saya yang masih mengenakan baju langsung dilepaskannya, dan Bosku langsung dengan liarnya menciumi seluruh badanku, tangannya langsung saja menggenggam penisku dan menarik-nariknya dengan keras. Sungguh nikmatnya luar biasa.

“Anji, kemaluan kamu gede, bikin saya puas yah!” saya pun tak bisa tinggal Diam, seluruh imajinasiku yang kudapat dari buku stensilan kupraktekan.



Aku mulai melumat bibir Bosku sambil tanganku bermain di keduapayudaranya yang membusung padat. Pentilnya yang kecil dan kemerahan saya pilin-pilin, kadang saya usap perlahan. Bibir dan lidahku terus menjalar menelusuri leher dan melumat payudaranya, Bosku hanya mengerang pelan. Rejeki ini benar-benar saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk memuaskan imajinasiku, seluruh bagian badan Bosku tak ada yang luput dari jilatanku, mulai dari jari tangan, leher, payudara, perut, panggul, bokong, liang kemaluannya yang lebat sampai paha dan jari kakinya kujilat dan kucium.

Dan saat lidahku bermain di liang kemaluannya dia mengangkat sebelah kakinya ke bathup, dengan begitu saya semakin leluasa menyedot klitorisnya dan memasukkan lidahku ke dalem lubang kemaluannya, Bosku meremas-remas rambutku semakin kuat, sambil terus menjilat kedua tanganku, meremas dan memilin kedua pentil payudaranya,

“Achh, Anji ..” rambutku terasa mau tertarik dari akarnya saat Bosku melepas klimaksnya yang pertama. saya tak begitu perduli, saya terus menciumi seluruh bagian badannya, dan saat saya menciumi punggungnya, senjata saya terasa nikmat terganjal di antara belahan bokongnya yang besar, namun mungkin Bosku telah naik lagi nafsunya. Dibimbingnya senjata saya dari belakang,

“Dorong, Anji !” saya langsung memajukan panggulku dan senjata saya terasa memasuki lorong hangat yang  sempit, “Achh, enak Anji, terus yang dalem!” Bosku makin meracau, sementara saya sendiripun merasakan nikmat yang luarbiasa, jepitan liang kemaluannya terasa sekali meremas penisku.

Perlahan saya gerakkan panggulku maju-mundur, sementara tanganku tak tinggal Diam meremas danmemilin payudaranya, kian lama gerakanku semakin cepat. Seluruh urat syarafku terasa agak kakuk dan aliran darahku semakin cepat. saya mencoba mengeluarkan sperma saya  secepatnya, namun mungkin akibat terlalu banyak onani saya malah susah keluar, sanpai Bosku klimaks 8 kali dan mengalami berbagai macam gaya barulah saya mulai merasakan sperma saya  telah terasa di ujung penisku,

“Bu.. saya mau keluar..”
“Sebentar, Anji , tahan!”

Dia lalu menggerakan panggulnya ke depan sehingga penisku tercopot, dia langsung mengocok penis kemaluanku dengan tangannya yang halus, sementara bibir dan lidahnya menggelitik ujung dada saya dengan rakusnya. Nafasku bagai terhenti saat dengan kuatnya dia melumat ujung dada saya dan mempercepat kocokan tangannya di penisku. Akhirnya seluruh badanku bagai merinding dan bergetar saat sperma saya terpancar dengan beberapa kali denyutan-denyutan kenikmatan di seluruh penisku. Kulihat Bosku tersenyum puas,

“Anji , kamu termasuk hebat dalem urusan ini, besok-besok kawwanin Ibu lagi, yah!” saya hanya mengangguk, dan tanpa banyak kata-kata lagi Bosku langsung mengenakan pakaiannya kembali dan meninggalkanku sendirian di kamar mandi. Entah mimpi apa saya semalam dapat bercinta dengan Bosku, yang jelas sejak saat itu saya jadi tidak kekurangan uang. Sayang sekarang dia telah keluar negeri mengikuti suaminya, kalau tidak pasti masih berlanjut sampai sekarang. Agen BandarQ
NagaQQ

Senin, 06 Juli 2020

Puaskan Nafsu Tante Lala


NagaQQ - Perkenalkan namaku Tanto, Seminggu yang lalu saya di hubungi melalui HP untuk memperbaiki komputer pada salah satu pelanggan yang belum saya kenal yang jelas suaranya seorang wanita, saya perkirakan berumur 27 tahunan karena suaranya sangat manja dan dewasa.

BACA JUGA :  Sepupuku Amanda Memuaskan Nafsuku

Pada waktu yang ditentukan saya datangi, rumahnya saya, yang keluar seorang wanita kisara umur 27 dengan penampilan yang mempesona, dengan kulit bersih tanpa make up dan bibirnya yang sensual hingga membuat buyar konsentrasi. Setelah beberapa saat menunggu di ruang tamu saya dipersilakan masuk ke ruang kerja, dimana komputer tersebut berada. Beberapa waktu berselang selesai pekerjaan saya, sebelum pamit saya menyuruh mencoba komputer tersebut apa sudah baik atau masih ada yang tertinggal.

Berawal dari coba mencoba akhirnya saya jadi dekan dan akrab, berbincang-bincang dengan wanita setengah baya, yang mengaku bernama Lala. Yang ternyata seorang istri yang selalu ditinggal oleh suaminya yang gila kerja. Waktu suaminya hanya tersita oleh pekerjaan, memang soal materi selalu diberikan dengan sangat cukup tapi soal batin yang tak pernah terpikirkan oleh suaminya terhadap istrinya, saya pikir hal ini persoalan klise belaka, tetapi dampaknya sangat berarti bagi kehidupan berumah tangga.

Tak terasa waktu berjalan terus seiring dengan konsultasi Lala terhadap saya tentang persoalan rumah tangganya, katanya saya dapat berbicara seperti konsultan rumah tangga, hal ini memang saya akui suatu kelebihan saya bila menghadapi wanita yang sedang dirundung musibah, tapi bukan sebagai kedok untuk berbuat yang tidak-tidak.

Setelah selesai saya pamit dan memberikan nomor handphone saya dengan berpesan bila terjadi sesuatu dan memerlukan saya hubungi saya.
Beberapa hari kemudian saya ditelpon untuk bertemu disuatu tempat yang menurut saya sebagai tempat yang sangat romantis bagi dua insan yang sedang kasmaran.
“Mas, saya sangat berterima kasih atas konsultasinya waktu lalu”, ujar Lala dengan mata yang sendu dan bibir tergetar halus.
“Saya hanya orang biasa yang hanya dapat berbicara untuk mencari jalan keluar”, jawab saya sebisanya karena dengan tatapan matanya saya dapat merasakan getaran birahi yang sangat besar.
“Saya ingin Mas temani saya untuk berbagi rasa dengan perasaan Mas yang sebenarnya”
Wah mati aku, akhirnya saya bimbing kedalam tempat yang nyaman dan privacy. Bagaikan seorang kekasih saya berkasi-kasihan diatas sebuah ranjang empuk nyaman.

Saya lumat bibirnya dengan penuh perasaan dan saya genggam kedua telapak tangannya sehingga kami merasakan kebersamaan yang bergelora. Lidahnya terus bergoyang didalam rongga mulut seirama dengan alunan musik bossas. Lama kami ber ciuman mesra, kurengkuh lehernya dengan jilatan halus yang merindingkan bulu kuduknya, Lala melenguh.
“Mas terus Mas jangan kecewakan saya” sebentar-bentar tangannya bergreliya ke dada dan selangkangan saya, tak tinggal diam dengan gaya yang meyakinkan saya kecup putingnya dengan sedotan-sedotan kecil dan gigitan mesra, bibir saya meluncur kebawah menuju pusar, saya mainkan lidah saya dibundaran pusarnya wah wangi farfumnya menyentuh birahi saya. Tangannya merengkuh alat pitas saya yang sudah tegang, Lala kaget, mass kok besar sekali, saya bisikan, jangan takut pasti muat. Memang Lala  belum dikaruniai anak, jadi masih seperti perawan, apalagi punya suaminya tak terlalu besar.

Saya jilat permukaan vaginanya, Lala bergelinjang menarik pantatnya hingga menjauhi bibir saya, saya terperanjat, kenapa?
“Mass saya belum pernah seperti itu, maaf yah”, saya hanya tersenyum dan meneruskan permainan bibir kebagian betis dan seluruh paha.
Beberapa waktu berselang tangannya mendekap kepala saya dengan sangat kencang seolah-olah tak mau dilepaskan, sesak napas saya. saya tau Lala sudah klimaks tapi dalam dalam benak saya ini baru permulaan. Setelah dekapannya melemah saya baringkan celentang, terhamparlah padang rumput dan pegunungan yang indah seindah tubuhnya tanpa sehelai benangpun. Dengan gaya konpensional saya mulai melaksanakan tugas saya sebagai seorang lelaki, saya selipkan punya saya disela-sela bibir vaginanya hingga ambles kepalanya, Lala menjerit kecil.
“Mass, tahan Mass ngiluu Mas terlalu besar”.

Memang saya sadar dan tak langsung main tancap, saya tarik dan tekan secara perlahan-lahan, setelah vaginanya teradaptasi Lala berubah dengan gaya yang agresip ditekan pantatnya ke atas hingga punya saya ambles semua, saya imbangi dengan gerak-gerakan yang atraktif, saya balikkan tubuhnya, saya dibawah dan Lala di atas dengan demikian Lala lebih leluasa untuk mengekspresikan birahinya yang selama ini tertahan. Benar adanya dengan gerakan yang dahsyat Lala bergerak naik turun sambil berdesis-desis hingga saya bingung membedakan antara desisan bibir bawah dengan bibir atas. Beberapa saat kemudian Lala mengejan dan menegang sambil menggigit dada saya, setelah itu saya tak mau kehilangan momen saya lakukan penyerangan dengan gaya profesional atas, bawah, depan, belakan, kiri dan kanan, hanya satu yang tak mau saya paksakan yaitu mengoral punya saya, karna saya tau Lala  nanti stress, saya pikir bila nanti pada satnya tiba mungkin bukan batangnya yang dilumat tapi sekalian bijinya dan sangkarnya.
“Lala saya mau sampai nihh. saya keluarin dimanaa?”

“Mas di luar saja dulu yah”.

Dengan secepat kilat saya tarik penisku dan saya keluarkan di dadanya hingga beberapa semprotan protein meleleh diantara dua bukit dan sedikit terciprat ke dagu. Setelah semprotan terakhir keluar, matanya terbuka dan tangannya menggenggam penis ku, tanpa saya sadari dikulumnya penisku, hingga saya terperajat dan tak yakin, yah mungkin inilah yang dinamakan puncak dari birahi kaum hawa yang sudah mencapai batas ambang sehingga tak berlaku lagi rasa malu, jijik, dan kotor yang ada hanya nafsu dan nafsu.

Tanpa istirahat penisku bangun kembali sehingga menegang sampai kuluman mulut Lala terasa sempit dan rongga mulutnyapun membesar. Gerakan maju mundur mengakibatkan saya bergelinjang kekanan dan kekiri sambil sesekali mencengram rambutnya yang terurai lepas. Konsentrasiku hampir terganggu dengan gerakannya yang cepat hampir klimaks saya dibuatnya, tapi sebelum itu saya lepaskan untuk mengurangi ketegangan saya, saya balik menyerang dengan jari jemari menari-nari diseputar liang vaginanya dan sesekali menggesekkan ke area G-Spot wanitanya sehingga Lala merancau tak karuan, tangannya menarik sprei hingga terlepas dari sangkutannya. semakin lama semakin dahsyat pergolakan birahi saya dan Lala, saya rasakan aliran cairan hanggat membasahi jari saya dan tak mau ketinggalan moment yang indah ini saya balikan tubuhnya sehingga tengkurap dan saya tekan dengan penisku dari arah belakang, Lala meringis.
“Mas pelan-pelan, ngilu”

Saya atur irama sehingga lama kelamaan menjadi asyik dan Lala pun melakukan gerakan yang membuatnya bertambah assyik dan masyukk. Dadaku bergetar ketika hasrat itu akan mencapai puncak, ku tarik penisku dan kusemprotkan ke atas punggungnya dangan kedua tangan ku mencengram kedua bongkah pantatnya yang masih kencang untuk ukuran Lala. Dan lubang anusnya masih bersih tak ada tanda-tanda bekas gesekan atau luka atau penyakit wasir, nafsu saya melihatnya tapi hasrat itu saya pendam, mungkin (dalam benak saya) lain waktu Lala  meminta untuk di setubuhi anusnya karena memang bila nafsu sudah datang birahipun memuncak yang pada akhirnya dunia terasa sangat-sangat indah melayang-layang dan sukar diutarakan yang ada hanya dirasakan. Pikiran ngeres saya ternyata terbaca oleh Lala, dengan sedikit mesra tangannya menarik kepalaku dan membisikan sesuatu.
“Mas, coba dong masukin dari belakang, Lala ingin coba sekali aja tapi pelan-pelan yah”.


Antara sadar dan tak sadar saya anggukan kepala tanda setuju. Karena badan saya sangat lelah saya istirahat sebentar dan membersikan sisa-sisa mani yang menempel pada kaki dan perut. Saya minum beberapa teguk minuman yang dihidangkan dikamar tamu, setelah rilek saya kembali kekamar, ternyata Lala masih tergolek diatas tempat tidur dalam posisi tengkurap, wah inilah yang dinamakan lubang surga, terletak hanya kurang lebih tujuh centimeter antara lubang vagina dengan lubang anus. Saya berfikir mana yang lebih sempit, wah yang pasti lubang anus yang lebih sempit, tanpa basa-basi saya mainkan jari saya dengan sedikit ludah untuk pelicin kesekitar permukaan anusnya, Lala terbangun dan merasakan adanya sesuatu yang lain dari pada yang lain, dan jariku terus menusuk nusuk lubang anusnya, saya tidak merasa jijik karena memang anus Lala bersih dan terawat.

Dengan hati-hati saya masukkan kejantanan saya kedalam anusnya, susah sekali masukinnya karena memang punya saya besar dibagian kepalanya sedang Lala anusnya masih sangat rapat, saya nggak abis akan saya ludahin agar licin, lama-lama kepala penisku masuk kedalam anusnya, Lala menjerit kecil, saya tahan beberapa saat kemudia dengan rileks saya tekan setengah dan tarik kembali, begitu terus-enerus sehingga Lala merasakan sensasi yang luar biasa.



“Mas kok enak sih, lain gitu dengan melalui vagina”.
Saya pun waktu itu baru merasakan lubang anus tuh seperti itu, menyedot dan hangat, hampir-hampir saya tidak kontrol untuk cepat-cepat keluar, dengan tarik nafas secara perlahan saya bisa kendalikan emosi saya sehingga permainan berjalan dengan waktu yang panjang, Lala meringis dan bola matanya sebentar-bentar putih semua menandakan birahi yang sangat dahsyat.

Dan penisku semakin tegang dan berdenyut tanpa memberi tahu kepada Lala saya semprotkan mani saya kedalam liang anusnya, Lala kaget dan mengejan sehingga penisku seakan-akan disedot oleh jetpump kekuatan besar. saya tergeletak diatas punggungnya sambil memeluk perutnya yang indah, walaupun ada sedikir kerutan, karena memabg umur tidak bisa dikelabui, saya dan Lala tertidur sejenak seakan melayang-layang di dunia lain. Kami bersetubuh dengan kemesraan hingga dua jam setengah sebanyak tiga ronde dipihak saya.

Saya lihat tatapan matanya mengandung kepuasan yang sangat dahsyat begitu pula saya sehingga membuat motivasi saya untuk bersetubuh dengan wanita-wanita setengah baya yang memang membutuhkan siraman biologis, karena wanita setengah baya secara teori sedang dalam puncak-puncaknya mengidamkan kepuasan birahi yang tinggi, istilahnya sedang mengalami fase puber kedua, apalagi bila sang suami tak memberikannya. Saya memang lebih menyukai wanita setengah baya dari pada ABG, karena wanita setengah baya mempunyai naluri kewanitaan yang besar sehingga dalam bersetubuh dapat saling memberikan respon yang sangat artistik bila dilakukan dengan mesra.

Setelah kami mandi kamipun bergegas untuk kembali pada tugas masing-masing, dari akhir pembicaraan saya dengannya, saya dipesankan agar merahasiakan hubungan ini, setelah itu saya diselipkan sehelai cek untuk konsultasi katanya. tanpa kwitansi dan tanda terima seperti biasanya bila terjadi transaksi. Sebenarnya saya tak tega mengambil cek tersebut, karena apa yang saya lakukan dengannya adalah sama-sama iklas sehingga hubungan menjadi sangat sangat sangat puas.

Setelah peristiwa itu saya masih terus dihubungi bila Lala perlu, dan pernah saya dikenalkan dengan rekan-rekan yang senasib dan saya pernah dihubungi oleh teman-temanya dengan saling menjaga rahasia satu sama lain, tapi ceritanya tak jauh beda, yang jelas saya akan rahasiakan sampai akhir hayat. Agen BandarQ
NagaQQ

Minggu, 05 Juli 2020

Sepupuku Amanda Memuaskan Nafsuku


NagaQQ - Perkenalkan namaku Edwin, akan ku ceritakan pengalaman seks ku dengan sepupuku. Waktu itu aku sedang sendiri di rumah, tiba-tiba aku di kejutkan oleh suara bel, aku membuka pintu, aku melihat seorang gadis berdiri menggunakan baju kaos berwarna putih dan rok mini berwarna pink, berwajah cantik dan seksi. Aku bertanya kepadanya, mencari siapa?Dia balas dengan bertanya, Benarkah ini rumah paman Jason  ..?Aku terkejut, karena nama yang dia sebutkan adalah nama papaku. Kemudian aku bertanya lagi.kamu ini siapa?Dia hanya tersenyum.

BACA JUGA :  Diam - Diam Aku Bercinta Dengan Anak Majikanku

Dan aku bertanya lagi, kamu ini siapa sih..?Sambil terseyum dia memperkenalkan dirinya, Namaku Amanda, kata-katanya terhenti, Aku datang kemari disuruh mama untuk menyampaikan sesuatu untuk paman Jason .Oh iyah.. aku sampai lupa mempersilakan dia masuk ke rumah. Lalu kusuruh dia masuk.Silakan masuk, kataku.Aku persilakan dia masuk, Kan ngga enak bicara di depan pintu, apa lagi tamu.Setelah berbicara sebentar di depan pintu, dia masuk dan duduk di kursi ruang tamu.

Setelah kupersilakan duduk, aku mulai bertanya lagi tentang dia, dan siapa dia bagaimana hubungannya dengan papaku.Kalau boleh tau, kamu ini siapa yah..?dia tertawa, aku jadi heran, tetapi dia malah tertawa.Kalau ngga salah, pasti abang ini bang.. Edwin yah? sambungnya.Aku terkejut, dari mana dia tahu namaku, lalu aku bertanya, Kog kamu tau nama abang?Lalu dia tertawa lagi,..tau dong.Masa abang lupa sama aku? lanjutnya. Aku Amanda, bang. Aku anaknya tante Siska, aku terkejut, ..ah.. jadi kamu anaknya tante Siska? kataku.

Aku baru ingat kalau tante Siska punya anak, namanya Amanda. Waktu itu aku masih SMP kelas 3 dan Amanda kelas 1 SMP. Kami dulu sering bermain di taman bersama. Waktu itu kami belum tahu tentang apa yang namanya cinta/sex dan kami tidak berjumpa lagi karena waktu itu aku pergi ke Australia sekitar 2 tahun. Sekembalinya dari Autralia aku tidak pernah ke rumahnya karena sibuk sekolah. Sudah kira-kira 3 tahun kami tidak berjumpa, sampai aku mahasiswa tingkat 2, aku tidak mengingat namanya lagi, kini bertemu sudah besar dan cantik lagi.Lalu kubertanya kembali menghamburkan lamunanku sendiri, Bagaimana kabar mamamu? tanyaku.Baik jawabnya.Kamudian dia mengulangi maksud dan tujuannya. Katanya, papaku diminta mamanya untuk datang ke rumahnya untuk membicarakan sesuatu hal.Lalu aku balik bertanya dengan penasaran, Kira-kira yang akan dibicarakan apa sih..?Dia menjawab sambil tersenyum manis dan menggoda. Sambil tersenyum, aku memperhatikan dirinya penasaran.

Diapun tiba-tiba berkata"abang ganteng benget, ternyata mama tidak salah bilang".Aku jadi salah tingkah dan wajahku memerah karena dipuji. kamu ini ada-ada saja pikirku. Kemudian aku sambut kata-katanya, Ternyata tante Siska punya anak cantik juga. dia hanya tersenyum saja.Paman Jason kemana bang? dia bertanya membuka keheningan.Belum pulang kerja. jawabku.Hmmm gumamnya.Ya udah deh, titip pesen aja gitu tadi, ya bang! memastikan.Iya oke. jawabku pasti.Jangan lupa yah..! lebih memastikan.Iya.. aku tegaskan lagi.Oke deh.. kalau gitu Amanda pamit dulu yah.. ngga bisa lama-lama nih.. mama bilang jangan lama-lama. jelasnya. Pamit yah bang! tambahnya.Oke deh, mengiyakan. Hati-hati yah! sambungku seperti cowok-cowok lain pada cewek umumnya.Dia hanya tersenyum menjawabnya, Iya bang

Tidak tahu kenapa dia tiba-tiba menarik tanganku dan mencium pipiku. Bercampur rasa bingung dan asyik di hatiku.Waduh buat apa itu tadi? tanyaku. Dia tersenyum. Abang ganteng deh, jelasnya sambil melepaskan pegangan tangannya, lalu aku menangkap tangannya dan balik mencium pipinya. Dia terkejut dan aku hanya tersenyum. Akupun sudah timbul nafsu, ku beranikan diri mencium bibirnya.

Rumahku kondisi sepi, aku memberanikan diri untuk lebih lagi dengan meraba tonjolan yang ada di dadanya yang terbungkus bra dari luar.Dia mendesah, ..ahh..hem..Tonjolannya agak lumayan kalau tidak salah taksir, kira-kira 32b besarnya. Karena sudah sangat bernafsu, dan ego kelelakianku meningkat, hasrat itu pun timbul. Aku belai tubuhnya perlahan dan terus menaik sampai ke lehernya. Kubuka baju yang dia pakai hingga terlepas. Dan aku terus meraba bongkongnya yang lumayan juga besarnya kalau tidak salah taksir dapurnya kira-kira 61.Seperti penyanyi saja, gumamku dalam hati.

Karena keadaan kurang memungkinkan, kugendong dia ke kamarku sambil kami berciuman terus. Kurebahkan dia di kasur dan kutindih dia. Kubuka perlahan-lahan kaos yang dia pakai dan BH-nya aku buka hingga polos. Terpampang di depanku sebuah pemandangan yang indah, sebuah gunung dua yang sangat indah dengan pucuknya berwarna merah ranum. Aku dengan rakusnya meremas dan mengulum kanan dan kiri. Tanganku dengan aktif terus menjalar ke rok yang dia pakai. 

Perlahan-lahan aku turunkan hingga terbuka semuanya. Aku melihat CD nya warna putih dengan berenda bunga. Kubuka perlahan-lahan dengan sabar, hati-hati dan lembut. Tiba-tiba dia menepis tanganku.Jangan bang..! Jangan bang..! dia memohon, tetapi aku yang sudah dirasuki setan tidak ambil pikir.Kemudian kucium bibirnya dan kuremas kembali gunungnya. Dia terangsang. Kucoba mengulang kembali, kutarik CD nya perlahan-lahan. Dia tidak menepis tanganku, terus kubuka dan kuterpana melihat pemandangan yang begitu indah yang tidak bisa dikatakan dengan kata-kata. Aku melihat sebuah kemaluan yang masih gundul yang hanya dikelilingi dengan rambut yang masih belum lebat.

Hutan yang masih agak gundul, ada cairan bening yang keluar dari dalam hutannya. Dia sudah terangsang. Kubuka bajuku dengan cepat. Pakaianku hanya tinggal CD ku saja tetapi penisku sudah mau lompat saja, ingin mencari sasaran. Sudah tidak tahan penisku sehingga aku langsung meraba hutannya. Kulihat hutannya dan aku menciumnya. Kemudian kujilat semacam daging yang keluar dari kemaluannya. Kujilat terus kelentitnya hingga dia meyilangkan kakinya ke leherku.Ahh.. ohh.. yaa.. desahnya.Kumasukan jari tanganku satu dan kukorek-korek dalam hutanya. Dia semakin merapatkan kakinya ke leherku sehingga mukaku terbenam dalam hutannya. Aku tidak bisa bernafas. Aku terus hajar hutannya.

https://profile.hatena.ne.jp/nagaqq/profile
https://network.changemakers.com/profiles/109962728699448988638
https://www.diigo.com/profile/yoselyntan
https://www.instructables.com/member/natnda254/
https://poptype.co/yoselyntan/nagaqq-agen-bandarq-bandarq-online-aduq-online-dominoqq-terbaik
https://speakerdeck.com/yoselyntan
https://uberant.com/article/839748-nagaqq-agen-bandarq-bandarq-online-aduq-online-dominoqq terbaik//

Terdengar desahanya. dan aku terus hisap sehingga timbul suara yang entah dia dengar atau tidak. Kemudian perlahan-lahan kakinya agak melonggar sehingga aku bisa nafas dengan bebas kembali. Aku terus menghisap dalam hutannya. Setelah puas kubermain di hutanya, kuhisap lagi gunung kembarnya, kiri dan kanan.Bang.. aku udah ngga tahan nih.. mau keluar.. desahnya.Kupercepat lagi hisapanku, dia merintih.Ahh.. oohhh.. yahh.. serrrr.. dia lemas. Ternyata dia sudah klimaks.Kubuka kodamku dan kejantananku ini kukeluarkan. Taksiranku, kejantananku kira-kira 18 cm panjangnya kalau sudah tegang. Kubimbing kejantananku ke arah vaginanya. Kugesek-gesekan kejantananku pada liang kelaminnya, kusodok perlahan-lahan. Awalnya meleset, tidak masuk. Wah, ternyata dia masih perawan. Kucoba lagi perlahan-lahan, tidak juga bisa masuk. Kuberi air ludah ke batang kejantananku agar tambah licin. Kemudian kucoba lagi, hanya masuk ujung kepalanya saja, dia merintih.



Diapun merintih kesakita, "sakit bang.. sakit.. rintihnya.Aku berhenti sejenak, tidak melanjutkan sodokanku, kukulum lagi gunungnya, dadanya terangkat ke atas. Tidak lama dia terangsang lagi, lalu kucoba lagi untuk meyodok. Kusodok terus dengan hati-hati, aku tidak lupa memberi ludahku ke kejantananku. Karena hutannya becek akibat klimaks tadi jadi agak licin sehingga kepala kejantananku bisa masuk dia merintih.Aduh.. sakit bangTahan dikit yah.. amanda manis..`ngga sakit kok.. cuman sebentar aja sakitnya bisikku di daun telinganya.Dia diam saja. Kusodok lagi, akhirnya masuk juga kepala si penisku, terus kusodok agak keras biar masuk semua.Slupp.. blesss.. dan akhirnya masuk juga penisku . Dia menggigit bibirnya menahan sakit. Karena kulihat dia menahan sakit aku berhenti menunggu dia tidak kesakitan lagi. penisku masih terbenam dalam hutannya, kulihat dia tidak menggigit bibirnya lagi. Kusodok lagi penisku perlahan-lahan dan lembut, ternyata dia meresapinya dan kembali terangsang. Kusodok terus.

Ahh.. auuohhh.. yahh.. terus bang.. pintanya karena dia teransang hebat sambil mengoyangkan pinggulnya ke kiri kanan. Rupanya dia sudah tidak kesakitan lagi. Semakin kuat kusodok.Auoohhh.. ahhh.. yahh.. uhhh.. terus bang! kakinya dililitkan ke leherku.Ahh.. yaa.. rintihnya lagi, terus kusodok agak keras.Selupp.. selup.. suara penisku keluar masuk, aku juga merasakan ada denyutan dalam hutannya seperti menghisap penisku . Rasanya tidak bisa dikatakan dengan kata-kata.Yahh.. aouuhh yahh.. suaraku tanpa sadar karena nikmatnya.Bang.. enak bang. kusodok terus.Uohh.. ahhh.. yahh.. terusss bang! Yahh.. yahh.. ngga tahan nih bang.. dia terus berkicau keenakan, oohh.. yahh aouuhh.. yaa.. i coming.. yes.. terus dia berkicau.Entah apa katanya, aku tidak tahu karena aku juga merasakan sedotan dalam hutanya semakin kuat.

Dia meremas kain penutup tilam sampai koyak. Aku terus meyodok dan terus tidak henti-henti.Aouhhh.. ahhh.. yahh.. yaa.. mau keluar nih bang.. dan, Slerrrr dia keluar, terasa di kepala penisku . Dia klimaks yang kedua kalinya.Aku terus memacu terus mengejar klimaksku, Yahh.. aouuu.. yahh.. ada denyutan di kepala penisku .Yahh.. ahhh.. aku keluar, kutarik penisku keluar, kuarahkan ke perutnya.Air maniku sampai 3x menyemprot, banyak juga maniku yang keluar, lalu kukecup keningnya.Terima kasih.. aku ucapkan.Kulihat ada bercak darah di sprei tilam, ternyata darah perawanya. Lalu kuajak dia membersihkan diri di kamar mandi, dia mengangguk. Kami mandi bersama. Tiba-tiba penisku bangkit lagi melihat bongkongnya yang padat dan kenyal itu. Kutarik bokongnya dan kutunggingkan. Kusodok dari belakang.Aduh.. gumamnya karena masih agak sempit dan masih terasa ngilu karena baru hilang keperawanannya.

Dia pun kembali tersangsang, kuremas payudaranya, "Ahh emm. croottt.. crottt" kukeluarkan maniku dan kutumpahkan di bokongnya.Kami terus bermain sampai 3 kali. Aku teringat kalau sebentar lagi mama akan pulang, lalu kusuruh cepat-cepat Amanda mandi dan mengenakan pakaiannya. Kami tersenyum puas.Terima kasih yah bang, aku tersenyum saja dan aku mencium bibirnya lagi serta membisikkan ke telinganya, Kapan-kapan kita main lagi yah!Dia hanya tersenyum dan, ..iya, jawabnya.Setelah berpakain dan merapihkan diri, kuantar dia ke depan rumah. Dan ciuman manis di bibir tidak lupa dia berikan kepadaku sebelum pergi. Aku hanya bisa melihat dia berjalan pergi dengan langkah yang agak tertatih karena merasakan nyeri di selangkangannya. Agen BandarQ
NagaQQ