Sabtu, 15 Agustus 2020

Puaskan Nafsu Bos ku


NagaQQ - Perkenalkan namaku Barbara,akan aku ceritakan cerita seksku. Bermula ketika perusahaan milik ayahku mengalami kebangkrutan, rumah dan 5 mobil kami dijual untuk melunasi hutang tersebut. Aku dan Ibuku ahirnya pindah kerumah kontrakan dengan sisa uang yang ada untuk modal hidup. Hal ini merupakan pukulan bagiku, karena dari kecil aku sudah terbiasa hidup berkecupan dan mewah tetapi aku berusaha untuk berdaptasi dengan terpaksa. Sementara waktu aku berhenti kuliahku karena aku harus mencari kerja untuk menambah pendapatan.Dengan modal wajah cantikku dan badan yang putih mulus aku dapat diterima sebagai SPG di perusahaan otomotif ternama.

BACA JUGA :  Seks Ibu Mertuaku

Di sini aku mempunyai teman akrab sesama SPG bernama Selly, orangnya juga cantik dengan tubuh tinggi semampai seperti Pragawati. Kami sangat dikenal oleh para karyawan karena selain ramah juga pintar memikat pelanggan agar membeli kendaraan mewah yang kami promosikan, mereka adalah para pria Pengusaha, apalagi dengan baju seragam ketat dan di padu dengan rok mini yang menampakkan keindahan kaki kami sampai keatas lutut menjadi daya tarik kuat setiap stand pameran otomotif.

Selly bercerita kepadaku jika banyak sekali SPG yang berlaku negatif, selain mempromosikan barang otomotif juga bersedia diajak kencan oleh para pengusaha itu. Selly pun mengakui bahwa dirinya juga pernah melakukanya untuk menambah penghasilan, tapi hanya pelanggan tertentu saja yang ia layani.

Ternyata gaji di tempat ku bekerja tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhanku, dam aku pun ingin meminjam uang dan aku pun menceritakan ini kepada selly teman baiku ini. dan selly pun berkata kepadaku:

"tapi cobalah minta bantuan Bos Rey direktur perusahaan kita bekerja, karena dia pernah juga membantuku.” ujar Selly memberikan solusinya. Bos Rey memang direktur pemilik perusahaan otomotif tempatku bekerja orangnya agak gemuk pendek dan usianya 45 tahun. Dan akupun masuk ke ruangan atasan ku itu.

“Silahkan Masuk” 
"eeh… barbara, silahkan duduk barbara … Tanpa ragu akupun duduk dikursi tamu yang berhadapan dengan meja kerja Bos Rey yang mewah.
“Ada perlu apa?” tanya Bos Rey.

Dan akupun langsung ceritakan masalahku untuk meminjam uang 30 juta.
“oh..itu hal yang mudah, kamu bisa dapatkan uang itu tanpa harus meminjam… tapi harus ada gantinya… “kata Bos Rey.
“Saya tidak mengerti, imbalan apa yang Bos Rey Maksudkan ?” kataku.
“Begini, Bos Rey akan berikan uang sejumlah itu tanpa meminjam, tetapi sebagai imbalannya beri aku kehangatanmu.”kata Bos Rey singkat sambil tersenyum. Aku terkejut tak percaya mendengar permintaannya.

“Aku tidak bisa” kataku.
“Aku menunggumu bila berubah pikiran barbara" kata Bos Rey.

Esok harinya. Dengan memakai seragam SPG dan rok mini yang ketat, jam 8 pagi aku datangi lagi ruangan kantor Bos Rey.

“Akhirnya kau datang juga barbara, apakah kau sudah siap memberikanku kehangatan?” Bos Rey tertawa.

“Baiklah, itu tidak menjadi masalah “Bos Rey memberikan ku cek sebesar 100 juta bukan 30 juta. setelah itu aku beranjak pergi dari kantor bersama Bos Rey dan akupun  masuk kedalam mobil mewahnya. Bos Rey ternyata membawaku kesebuah hotel terkenal di Jakarta. 

Sepertinya Bos Rey sudah sering datang kemari, Setengah ketakutan aku melangkah masuk kehotel tersebut. Debaran jantungku semakin kencang ketika Bos Rey menggandengku menuju kamar VIP dilantai lima. Beberapa pasang mata pegawai hotel nampak menatap kami, mungkin aneh dipandang seorang gadis muda cantik berjalan digandeng lelaki tua bangka menuju kamar hotel mereka pasti sudah tahu apa yang akan terjadi pada gadis cantik itu… ahh terlalu beruntung situa ini dapat kuda tunggangan yang aduhai. Aku terpaku diam berdiri didepan pintu kamar 303 yang sudah dibuka Bos Rey, rasanya aku ingin segera lari dari hotel ini.
.
“Ayo masuk barbara kita selesaikan urusan kita.”kata Bos Rey sambil menarik lenganku dan menutup pintu kamar Hotel. Begitu pintu terkunci Bos Rey Langsung memelukku merapat ketembok, rupanya napsunya sudah tak tertahankan lagi melihat kemulusan kulit tubuhku. Aku sedikit berontak ketika Tangan Bos Rey mulai meraba pahaku yang putih.

“Ingat perjanjian kita barbara, keinginanmu sudah aku penuhi.. sekarang aku mendapatkan kehangatan darimu” kata Bos Rey sambil kembali mengangkat rok ku sehingga menampakan kemulusan pahaku lalu menjamahinya...aaahh emmmm.. entah kemana keangkuhan dan kesombonganku selama ini, Kali ini aku tak berdaya melawannya, aku memang sudah terikat perjanjian itu dan tubuhku saat ini adalah miliknya. Aku hanya bisa memejamkan mata ketika kurasakan tangan Bos Rey mulai rajin menyusuri pahaku sampai kepangkal atas.. aah, Rasanya aku ingin menagis saja tapi air mataku tak ada yang keluar.

“ooh… aahhhh… “suara napasku tak sanggup lagi kutahan ketika tangan Bos Rey mulai menyusup kedalam celana dalamku dan bermain disana. Bos Rey tersenyum senang melihat barbara  tampak pasrah dalam pelukannya. Selama ini barbara selalu angkuh bila didekatinya bahkan pernah mempermalukannya dihadapan para SPG yang lain.

Setelah puas menjamahi selangkanganku, Bos Rey lalu melepasku dan mengajakku berjalan kedalam ruang Utama yang lebih luas. Sambil berjalan mengikutinya aku merapikan kembali Rok miniku yang mulai acak acakan akibat jamahan Tangan Bos Rey. Kulihat Sebuah Ranjang yang besar dan mewah di tengah ruangan ini.

“Kamu tunggu disini dulu, aku mau minum Viagra biar bisa menjebol gawangmu.”kata Bos Rey Sambil berkedip nakal. Aku memalingkan muka pura pura tidak mendengar perkataannya. Begitu Bos Rey pergi Aku segera membuka tas kecilku, dari dalam tas itu kukeluarkan sebutir pil kontrasepsi yang sudah aku persiapkan dari rumah dan segera menelannya karena aku tak mau hamil akibat perbuatan Bos Rey. Tampaknya Bos Rey sudah biasa menyewa kamar hotel ini, Tak berani kubayangkan sudah berapa banyak gadis muda cantik yang sudah digarapnya diranjang itu. Temanku Selly yang cantikpun pernah cerita bahwa dirinya juga pernah digarap Bos Rey disebuah kamar hotel bintang lima beberapa kali. Selera Bos Rey Cukup tinggi pada perempuan cantik. Aku meletakkan tasku diatas meja kecil ketika kulihat Bos Rey Yang bertubuh gemuk pendek mendekatiku.

“Aku Sudah siap mejebol perawanmu nona cantik ..he..he”kata Bos Rey sambil mulai memelukku, tangannya meraba payudaraku yang membusung kencang. Aku tak mampu menghindar lagi ketika mulutnya dengan bernapsu melumat lumat bibir merahku. Perasaan geli, jijik dan takut bercampur menjadi satu. Tangannya kini makin berani menyusup ke dalam baju ketat lengan pendek yang kupakai, terus bergerak menyusup kebalik BH-ku, beberapa kancing bajuku lepas.

Dan jantungku bertambah kencang dan napasku makin memburu ketika kurasakan tangan kasarnya mulai menggerayangi dadaku, apalagi jari-jarinya turut mempermainkan puting susuku. Aku hanya mandah saja ketika Bos Rey mulai menjamah tiap jengkal tubuhku, aku sudah terikat perjanjian. Sambil menyupangi leherku yang putih bersih tangannya mulai menaikkan rok mini yang kupakai sambil meraba-raba pahaku yang jenjang dan mulus. Satu-persatu kancing bajuku dipretelinya tanpa dapat kucegah sehingga BH-ku yang berwarna merah muda, belahan dada, dan perutku yang rata nampak jelas menantang. Tanganku tak mampu menutupinya lagi.

Melihat payudaraku yang kencang itu Bos Rey makin bernafsu, dengan kasar BH itu dibukanya lepas dan terlihatlah lah payudaraku yang putih mulus dengan puting susu berwarna merah muda.

“Badanmu benar sangat mulus dan indah barbara.., sungguh beruntung aku dapat menikmatinya… he..he..” mata Bos Rey melotot memandangi buah dadaku. Secara reflek tanganku berusaha menutupi payudaraku yang terbuka itu tetapi Bos Rey yang sudah berpengalaman langsung menangkap kedua tanganku dan membentangkannya lebar lebar.

Mataku terpejam tak sanggup menahan malu, selama ini belum pernah ada laki laki yang berani menjamahku karena aku sangat galak menjaganya, tapi kali ini aku tak berdaya menolaknya. Tubuhku mengelinjang gelinjang menahan birahi karena cumbuan Bos Rey pada dadaku, secara bergantian Bos Rey menghisap hisap kedua puting susuku yang kenyal itu bagaikan bayi yang kehausan.

“ahhh emmmhahhh”suara rintihanku tak dapat lagi kutahan. Bandot tua ini benar benar pintar merangsangku. Kemaluanku mulai terasa basah dibuatnya. Perlahan kurasakan Bos Rey mulai membuka resleting rok miniku dan melorotkannya kebawah, tak lama celana dalamkupun menyusul lepas sehingga tubuhku yang indah sudah tak tertutup selembar benangpun. Aku mengeluh pasrah ketika Bos Rey mendorongku hingga jatuh terlentang diatas kasur. Sambil berjalan mendekat dia melepas pakaiannya satu persatu.

Setelah dia membuka celana dalamnya tampak olehku kemaluannya yang sudah menegang dari tadi. Gila.., ternyata penisnya besar juga, aku tak berani menatapnya. Dibentangkannya kedua belah pahaku di depan wajahnya. Tatapan matanya sangat mengerikan saat memandangi daerah selangkanganku yang ditubuhi bulu bulu halus, seolah-olah seperti monster lapar yang siap memangsaku. Bos Rey membenamkan wajahnya pada selangkanganku, dengan penuh nafsu dia melahap dan menghisap hisap vaginaku yang sudah basah itu, lidahnya dengan liar menjilati dinding vagina dan klitorisku.

Aku terpekik pekik kecil dibuatnya, Bandot tua ini benar benar ingin menikmati kecantikan tubuhku luar dalam. Perlakuannya sungguh membuat diriku serasa terbang, tubuhku menggelinjang-gelinjang geli diiringi erangan nikmat yang terpaksa. Sampai akhirnya kurasakan otot tubuhku mengejang dahsyat, aku mencapai orgasme pertamaku. Cairan vaginaku tak dapat lagi kubendung.

“Sluurrpp… sluurpp.. sshhrrpp..” demikian bunyinya ketika Bos Rey menghisap sisa-sisa cairan Vaginaku.
“Cairan Orgasme gadis perawan adalah resep awet mudaku selama ini..”kata Bos Rey tersenyum puas.
“Luar biasa Nikmatnya Vaginamu, sekarang saatnya kau nikmati pula penisku ini barbara”kata Bos Rey sambil menyodorkan batang penisnya yang tegang ke muka ku.

“Jangan… aku tak mau… !” kataku sambil berusaha menolak batang kemaluannya tapi Bos Rey mengancam dan terus memaksakan penisnya masuk kemulutku sambil terus memaju-mundurkan penisnya di mulutku. Pada awalnya aku tetap menolak, namun dia menahan kepalaku hingga aku tidak dapat melepaskannya. Terpaksa kuturuti pula kemauannya kuhisap kuat kuat penisnya hingga matanya merem melek kenikmatan .Harga diriku benar benar jatuh saat ini, Aku dipaksa melayaninya dengan Oral. Tak terasa sudah 15 menit aku mengkaraoke Bos Rey, Penisnya sudah semakin besar dan keras, dia mengakhirinya dengan menarik kepalaku.

“Sekarang saatnya Aku pecahkan perawanmu Barbara”kata Bos Rey sambil menindih tubuhku dan membuka lebar-lebar kedua pahaku . Aku memejamkan mata menunggu detik-detik ketika penisnya menerobos vaginaku. Menyadari kalau aku masih perawan, Bos Rey tak hanya melebarkan kedua pahaku. Namun dengan jari jemari tangannya Bos Rey kemudian membuka kedua bibir vaginaku, kemudian dengan perlahan dipandunya batang penisnya yang sudah tegang kearah lubang vaginaku yang sudah terbuka.Setelah dirasa tepat, perlahan Bos Rey pun menekan pantatnya kebawah.

“Auuw ..Akhh… auuww..! ” Aku memekik kesakitan sambil meronta ketika batang penis Bos Rey mulai memasuki lubang kewanitaanku. Keringatku bercucuran membasahi tubuhku yang telanjang bulat, Keperawananku yang selama ini kujaga mulai ditembus oleh Bos Rey tanpa sanggup kucegah lagi. Aku meronta ronta kesakitan… Bos Rey yang sudah berpengalaman tak ingin serangannya gagal karena rontaanku segera tangan menahan pantatku, lalu dengan cepat, ditekan pantatnya kembali kedepan sehingga separuh batang kelakiannya pun amblas masuk kedalam Vaginaku.

“ahhh emmm… !” Aku memekik kesakitan bersamaan dengan jebolnya keperawananku. Hancur sudah kehormatanku ditangan bandot tua itu. Sesaat aku masih meronta ronta pelan, namun karena pegangan kedua tangan Bos Rey dipantatku sangat kuat hingga rontaanku tiada arti. Batang penis terus menerobos masuk mengkoyak koyak sisa sisa Perawanku. Tangisanku mulai terdengar lirih diantara desah napas Bos Rey yang penuh birahi.Tubuhku yang putih mulus kini tak berdaya dibawah himpitan tubun Bos Rey yang gendut.Sesaat Bos Rey mendiamkan seluruh batang penisnya terbenam membelah Vaginaku sampai menyentuh rahimku, perutku terasa mulas dibuatnya.

“ha..ha..ha… tak perlu menangis nona cantik, kau sudah kuperawani saat ini, lebih baik nikmati saja ******ku ini.” ejek Bos Rey sambil mulai menggoyang pantatnya maju mundur perlahan. Penis Bos Rey kurasakan terlalu besar menusuk Vaginaku yang masih sempit, setiap gesekan penis Bos Rey menimbulkan rasa nyeri yang membuatku merintih rintih, tetapi buat Bos Rey terasa nikmat luar biasa karena Penisnya tercepit erat oleh memek Barbara yang masih rapat dan baru ditembus perawannya. Inilah nikmatnya makan gadis perawan muda yang selama ini membuat Bos Rey jadi ketagihan. Semakin lama batang Penis Bos Rey Semakin lancar keluar masuk menggesek Vaginaku karena cairan pelumas Vaginaku mulai keluar secara alamiah, rasa sakit dikemaluanku semakin berkurang, rintihanku perlahan mulai hilang berganti dengan suara napas yang berirama dan terengah engah. Tua bangka ini ternyata memang pintar membangkitkan nafsuku. hisapan hisapan lidahnya pada putingku menyebabkan benda itu makin mengeras saja. Bagai manapun juga aku adalah manusia normal yang juga punya napsu birahi, sadar atau tidak aku mulai terbawa nikmat oleh permainannya, tak ada guna menolak. lebih baik kunikmati saja perkosaan ini.

Pecah Perawan SPG Cantik “Ooooh… , oooouugh… , aahhmm… , ssstthh!” .erangan panjang keluar dari mulutku yang mungil. akhirnya aku biarkan diriku terbuai dan larut dalam goyangan birahi Bos Rey. Aku memejamkan mata berusaha menikmati perasaan itu, kubayangkan yang sedang mencumbui tubuhku ini adalah lelaki muda idamanku. Penisnya kini mulai meluncur mulus sampai menyentuh rahimku. Aku mengerang setiap kali dia menyodokkan penisnya. Gesekan demi gesekan, sodokan demi sodokan sungguh membuatku terbuai dan semakin menikmati perkosaan ini, aku tidak perduli lagi orang ini sesungguhnya adalah Bandot tua yang sudah merenggut kehormatanku.

Darah perawanku kurasakan mulai mengalir keluar membasahi seprai dibawah pantatku. Rasa sakitku kini mulai hilang. Sambil bergoyang menyetubuhiku bibirnya tidak henti-hentinya melumat bibir dan pentil susuku, tangannyapun rajin menjamahi tiap lekuk tubuhku sehingga membuatku menggeliat geliat kenikmatan .Rintihan panjang ahirnya keluar lagi dari mulutku ketika mulai mencapai klimaks, sekujur tubuhku mengejang beberapa detik sebelum melemas kembali. Keringat bercucuran membasahi tubuhku yang polos itu sehingga kulitku yang putih bersih kelihatan mengkilat membuat Bandot itu semakin bernapsu menggumuliku.

Birahi Bos Rey semakin menggila melihat tubuhku yang begitu cantik dan mulus itu tergeletak pasrah tak berdaya di hadapannya dengan kedua paha yang halus mulus terkangkang dan bibir kemaluan yang mungil itu menjepit dengan ketat batang penisnya yang cukup besar itu. Sungguh ironi memang, gadis muda secantik aku terpaksa mendapatkan kenikmatan seperti ini bukan dengan kekasihku, akan tetapi dengan orang asing yang sedang memperkosaku. Tanpa memberiku kesempatan beristirahat Bos Rey merubah posisi bersetubuh. Tubuhku ditariknya duduk berhadapan muka sambil mengangkang pada pangkuannya,

Dengan sekali tekan penis Bos Rey yang besar kembali menembus vaginaku dan terjepit erat dalam liang kewanitaanku, sedangkan tangan kiri Bos Rey memeluk pinggulku dan menariknya merapat pada badannya, sehingga secara perlahan-lahan tapi pasti penis Bos Rey menerobos masuk ke dalam kemaluanku. Tangan kanan Bos Rey memeluk punggungku dan menekannya rapat-rapat hingga kini pinggulku melekat kuat pada pinggul Bos Rey.

“Ouughh..oohhh… ooohhhh… “Aku merintih halus ketika kurasakan batang penis Bos Rey amblas seluruhnya hingga menyentuh rahimku. Rintihanku semakin keras saat Bandot itu mulai melumati buah dadaku sehingga menimbulkan perasaan geli yang amat sangat setiap kali lidahnya memyapu nyapu puting susuku . Kepalaku tertengadah lemas ke atas, pasrah dengan mata setengah terkatup menahan kenikmatan yang melanda tubuhku sehingga dengan leluasanya mulut Bos Rey bisa melumati bibirku yang agak basah terbuka itu. Setelah beberapa saat puas menikmati bibirku yang lembut dia mulai menggerakkan tubuhku naik turun.

“Hmm… Jepitan Memekmu sungguh nikmat sekali Barbara beda dengan perempuan lain yang sering aku setubuhi… “suara Bos Rey sayup sayup kudengar ditelingaku.Aku tak memperdulikannya lagi, saat ini tubuhku tengah terguncang guncang hebat oleh goyangan pinggul Bos Rey yang semakin cepat. Terkadang Bandot ini melakukan gerakan memutar sehingga vaginaku terasa seperti diaduk-aduk. Aku dipaksa terus mempercepat goyanganku karena merasa sudah mau keluar, makin lama gerakannya makin liar dan eranganku pun makin tidak karuan menahan nikmat yang luar biasa itu. Dan ketika klimaks kedua itu sampai, aku menjerit histeris sambil mempererat pelukanku. Benar-benar dahsyat yang kuperoleh walaupun bukan dengan lelaki muda dan tampan.

Walau pun sudah tua tapi Bos Rey masih mampu menaklukan gadis muda sepertiku. Kali ini dia membalikkan badanku hingga posisi tubuhku menungging lalu mengarahkan kemaluannya diantara kedua belah pahaku dari belakang. Dengan sekali sentak Bos Rey menarik pinggulku ke arahnya, sehingga kepala penis tersebut membelah dan terjepit dengan kuat oleh bibir-bibir kemaluanku. “Oooooouh… ouuuhhgh!” untuk kesekian kalinya penis laki-laki tersebut menerobos masuk ke dalam liang vaginaku dan Bos Rey terus menekan pantatnya sehingga perutnya yang gendut itu menempel ketat pada pantat mulusku.

Selanjutnya dengan ganasnya Bos Rey memainkan pinggulnya maju mundur dengan cepat sambil mulutnya mendesis-desis keenakan merasakan penisnya terjepit dan tergesek-gesek di dalam lubang vaginaku yang masih rapat itu. Inilah pengalaman pertamaku dijamah oleh laki laki yang sudah sangat berpengalaman dalam bersetubuh, Walaupun berusaha bertahan aku ahirnya kewalahan juga menghadapi Bos Rey yang ganas dan kuat itu. Bandot tua itu benar-benar luar biasa tenaganya. Sudah hampir satu jam ia menggoyang dan menyetubuhiku tetapi tenaganya tetap prima. Tangannya terus bergerilya merambahi lekuk-lekuk tubuhku.

Harus kuakui sungguh hebat lelaki seumur dia dapat bertahan begitu lama dan membuatku orgasme berkali-kali, mungkin karena sebelumnya dia sudah minum obat kuat Viagra, aah… entahlah.. aku tidak perduli hal itu, yang penting aku sudah melunasi perjanjianku dengan menyerahkan kegadisanku sebagai imbalan uang yang kubutuhkan. Aku pasrah saja ketika tubuhku kembali di terlentangkan Bos Rey diatas kasur dan digumulinya lagi dengan penuh birahi. Rasanya tak ada lagi bagian tubuhku yang terlewatkan dari jamahannya. ******* itu ternyata tidak mau rugi sama sekali, kesempatan menyetubuhiku itu dimanfaatkan sebaik mungkin,

Tak henti hentinya Bos Rey melahap kedua buah dadaku yang terguncang-guncang terkena hentakan batang kemaluannya. Dengan rakus disedot-sedotnya puting susuku dengan kuatnya yang kiri dan kanan bergantian, mataku terpejam pejam dibuatnya, sungguh Bos Rey menikmati puting susuku yang baru tumbuh itu dengan bernapsu. Tidak lama setelah aku mencapai klimaks berikutnya, dia mulai melenguh panjang, sodokanya makin kencang dan kedua payudaraku diremasnya dengan brutal sampai aku terpekik.

Setelah itu dia nenekan penisnya dalam dalam hingga batang kemaluannya terbenam seluruhnya sampai menyentuh rahimku. aku berteriak kesakitan dan berusaha meronta tetapi Bos Rey membekap bibirku dengan mulutnya sambil tangannya memeluk rapat pinggangku sehingga aku tak mampu bergerak lagi. Sambil meleguh panjang Bos Rey menembakkan air maninya kedalam rahimku dengan deras tanpa ada perlawanan lagi dariku.

Beberapa saat kemudian suasana jadi hening senyap hanya suara napas Bos Rey terdengar naik turun diatas tubuhku yang masih menyatu dengan tubuhnya. Aku sudah kehabisan tenaga tak mampu bergerak lagi dan kurasakan maninya menyembur nyembur hangat memenuhi rahimku, semoga saja aku tidak hamil pikirku dalam hati. Beberapa saat kemudian Bos Rey mulai bangkit dan mencabut kemaluannya dari tubuhku, dengan senyum kepuasan karena telah berhasil menikmati kecantikanku luar dalam. Tanganku segera bergerak selimut untuk menutupi tubuhku yang polos itu.

“Tak perlu kau tutupi lagi tubuhmu itu, aku sudah tahu dan merasakan semuanya… he..he… “Bos Rey masih sempat mengejek sambil meninggalkanku terbaring lemas di atas ranjang, aku diam saja tak perduli ejekannya mentalku masih mengalami shok berat akibat kehilangan keperawanan. Vaginaku masih terasa sakit akibat paksaannya bersetubuh. Bercak bercak darah perawanku mulai mengering disela sela pahaku yang putih bercampur dengan sperma Bos Rey yang menetes keluar dari dalam kemaluanku.

Air mataku jatuh menetes membasahi pipiku, tapi apa yang harus disesalkan, semuanya telah terjadi sesuai dengan kesepakatan yang kubuat.Tubuhku kini telah ternoda. Perlahan aku bangkit dari tempat tidur, dengan selimut yang melilit ditubuhku aku memunguti kembali pakaianku yang tercecer dilantai, segera aku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selintas kulihat Bos Rey duduk menggenakan kimono disofa sambil menikmati sebatang cerutu dibibirnya.Bos Rey tersenyum memandang tubuhku, Aku memalingkan muka dan mempercepat langkahku masuk kekamar mandi.

Aku mengenakan kembali baju dan rok miniku setelah lebih setengah jam membersihkan tubuhku . Dalam keadaan rapi Aku keluar dari kamar mandi, Kulihat Bos Rey masih duduk di Sofa sambil memegang botol minuman.

“Aku ingin pulang Bos … perjanjian kita sudah selesai..!” kataku sambil meraih tas kecil milikku diatas meja.
“Belum selesai Barbara… aku masih belum puas… !” kata Bos Rey sambil berdiri menghampiriku.
“Tapi..bukankah Bos Rey tadi sudah mendapatkan keperawananku..sesuai dengan kesepakatan kita..!” kataku sambil menepiskan tangan Bos Rey yang berusaha menjamah dadaku.
“Memang benar..tapi aku merasa belum puas..!” kata Bos Rey tersenyum kurang ajar.
“Aku tak mau lagi Bos … aku mau pulang … !kataku sambil melangkah cepat menuju pintu keluar kamar.

“Barbara… aku akan menelpon ke Bank dan membatalkan cek yang kuberikan padamu bila kamu menolaknya..!” Ancam Bos Rey sedikit keras. Langkahku jadi terhenti karena ancamannya, pikiranku jadi kalut, ******* ini benar benar licik.. Bila aku menolaknya dan Bos Rey membatal cek itu dengan menelpon bank, maka akan sia sialah pengorbananku ini. Bos Rey kembali mendekatiku dan meyentuh bahuku.

“Bagaimana, kau bersedia melayaniku lagi..?tanyanya sambil meraih pinggangku yang langsing. Aah… benar benar sialan tua bangka ini, aku tak berdaya menolaknya .Kupikir pikir untuk apa lagi jual mahal, toh aku sudah tidak perawan lagi. Akhirnya dengan berat hati aku hanya dapat menganggukkan kepala .
“Sekali ini saja Bos … “kataku singkat.
“Oke… no problem..”kata Bos Rey senang sekali.

Tanpa basa basi lagi Bos Rey langsung membuka kancing kancing bajuku dan melepaskannya kelantai sehingga nampaklah BHku yang berwarna merah jambu. Dengan kasar BH itu ditariknya lepas sehingga buah dadaku yang putih bersih kembali terbuka lebar menampakan kemulusan kulitku yang tersembunyi. Aku memaki maki dalam hati tanpa mampu berbuat sesuatu untuk mencegahnya. Buah dadaku yang sudah terbuka lebar itu langsung diserang Bos Rey dengan bernapsu, lumatan lumatannya makin menggila.Tubuhku menggelinjang gelinjang geli menahan birahi karena serangannya.” Ooughh… aahhh..ooughh..” Hisapan hisapan lidahnya pada puting susuku menyebabkan benda itu makin mengeras saja. Aku memejamkan mata pasrah berusaha menikmati perasaan itu, kubayangkan yang sedang mencumbui tubuhku ini adalah pria muda.

“Sshh.. aaahhh… eemhh..!” aku mulai tidak karuan saat jari-jarinya menyusup kedalam celana dalamku dan menusuk kemaluanku sambil memainkan klistorisku, sementara itu mulutnya tidak henti-hentinya menciumi payudaraku, sadar atau tidak aku kembali terbawa nikmat oleh permainannya. Perlahan lahan kurasakan tangan Bos Rey mulai beraksi melepaskan resleting rok miniku dan melorotkannya kebawah, detak jantungku semakin keras, tak lama celana dalamkupun menyusul lepas sehingga dalam sekejap tubuhku sudah telanjang bulat. Sesaat mata Bos Rey melotot memandangi tubuh polosku yang tampak putih bersih.



Kemudian Bos Rey yang bertubuh pendek meraih pinggangku yang ramping dan menuntunnya berjalan menuju kamar tidur utama. Aku hanya menurut saja kembali dibawa Bos Rey kedalam kamar tidur, aku sudah menduga bahwa Bos Rey ingin kembali mengerjai dan menikmati tubuhku yang putih mulus diatas kasur yang lembut itu, … aaaah… bandot ini sangat beruntung sekali… mendapatkan tubuhku tanpa perlawanan.

Setelah membaringkanku diatas kasur, Bos Rey segera membuka kimono yang dipakainya dengan tergesa gesa. Ternyata Bos Rey tak menggenakan apa apa dibalik kimononya. Aku memalingkan mukaku ketika Bos Rey mulai membuka kedua pahaku lebar lebar sehingga bibir vaginaku terbelah luas menantang. Rupanya Bos Rey sudah tak sabar ingin segera menyetubuhiku. Dengan pasti batang penisnya yang sudah tegang dari tadi mulai diarahkan kebibir kemaluanku yang sudah terbuka.

“Pelan pelan Om… masih sakit… !” kataku berbisik sambil menahan napas ketika kurasakan penis Bos Rey mulai menembus bibir vaginaku yang masih sempit.. Sambil membuka lebar kedua pahaku Bos Rey mulai mendorong penisnya keselangkanganku kuat kuat.

“auuww..aaahkhhh… !!aku memekik keras menahan yeri saat batang kemaluan Bos Rey yang keras itu dengan paksa memasuki lubang kemaluanku yang masih sempit. Untuk kedua kalinya aku tak kuasa menolak Penis Bos Rey yang tegang memasuki kemaluanku dalam dalam. Rasa nyeri masih terasa walaupun tidak sesakit ketika pertama kali Bos Rey menembus perawanku..

“He..he..Jepitan Memekmu sungguh nikmat sekali Barbara, lebih nikmat dari pada gadis gadis lain yang sudah pernah aku perawani… he..he… payudaramupun lebih kenyal dan berisi..”kata Bos Rey sambil mulai menggoyangkan pinggulnya naik turun menggauliku. Aku diam saja mendengar ejekannya, saat ini badanku mulai terguncang guncang seirama dengan goyangan tubuh Bos Rey yang menindih tubuhku.

“Oohh..ooohhhh… oooohhhhhh… “suaraku tak dapat kutahan lagi ketika gerakan Bos Rey semakin cepat memacu tubuhku hingga tersentak sentak dengan keras.Birahiku jadi terangsang lagi, cairan vaginaku mulai banyak keluar sehingga Penis Bos Rey kini sudah lancar keluar masuk vaginaku. Sambil tangannya mencengkram buah dadaku, goyangan Bos Rey semakin menggila.

“Oooouuh… oooohhhhhhhh… Bos Rey… “Tubuhku semakin menggeliat geliat tak karuan ketika buah dadaku kembali dilumat lumat Bos Rey dengan ganasnya. Gesekan Batang penis Bos Rey semakin terasa nikmat. Ahirnya aku tak dapat bertahan lebih lama lagi, tubuhku mengejang lagi, aku mengalami Orgasme lebih dulu.

“Nikmat, bersetubuh denganku..?” kata Bos Rey senang karena berhasil membuatku mencapai Orgasme. Aku memejamkan mata menahan malu telah diperdayainya hingga mengalami orgasme. Bandot tua ini memang bukan tandinganku, Pengalamanya sangat jauh dibandingkan aku yang baru hari ini mengenal seks, karena itu dengan mudah dia dapat menaklukanku.

“Sekarang giliranku untuk bersenang senang nona cantik… “kata Bos Rey sambil merubah posisi tubuhku berbalik seperti orang merangkak. Rupanya Bos Rey ingin menembakku dari belakang. Aku hanya dapat pasrah mengikuti kemauan bandot ini. Tepat di hadapanku terdapat kaca rias yang besar didinding, sehingga aku dapat melihat tubuhku telanjang bulat serta dibelakangku terlihat Bos Rey sedang mengagumi kemulusan tubuhku.

“Tak kusangka tubuhmu benar benar sempurna Barbara, kamu sungguh cantik sekali, beruntung sekali aku dapat memerawanimu… ” Bos Rey tertawa sambil menyelipkan penisnya lagi di antara kedua kakiku lewat belakang. Dengan satu gerakan keras penisnya bergerak maju.

“Oohhh.., oouugghh.., aaahhhhh.. Aakkhh..!” Suaraku kembali terdengar ketika penis Bos Rey dengan paksa menembus tubuhku dari belakang. Dengan bernapsu Bos Rey kembali menggoyangku maju mundur sehingga buah dadaku yang menggantung ikut terguncang guncang berirama. Sambil terus menggoyangku tangan Bos Rey yang bebas kembali meremas remas buah dadaku yang menggantung lepas. Melalui cermin besar didepanku, terlihat Bos Rey sedang menggauli tubuh telanjangku, selintas nampak seperti seorang bidadari sedang diperkosa habis habisan oleh iblis hidung belang. Karena sepertinya tidak berimbang sekali, yang satu gadis muda cantik dan satunya lagi bandot tua.

“aaahhh… ihhhm…emmh ” Gerakan Bos Rey Semakin cepat menyodok nyodok rahimku, rasanya aku sudah tak kuat lagi, tampaknya Bandot Tua itu juga sudah akan mencapai klimaxs. Tiba tiba Bos Rey membalikan posisi tubuhku sehingga aku kembali terlentang dihadapannya. Sambil menindihku Bos Rey kembali menghujamkan penisnya kedalam kemaluanku dengan kuat.

“Ooouugghh… !!” Bos Rey nampak menikmati jeritanku ketika dia menghunjamkan lagi penisnya ke vaginaku yang telah basah oleh cairan licin. Sambil terus menggenjot tubuhku, bibir Bos Rey kini dengan leluasa melumat dan menjilati leher jenjang ku yang terkulai lemas tertengadah ke atas. Suara hisapannya bergema keras diruangan ini. Gerakan dan hentakan-hentakan masih berlangsung, iramanya pun semakin cepat dan keras. Aku hanya dapat mengimbanginya dengan rintihan-rintihan lemah “Ahh.. ohh.., ooh.. ohh.. ooohh..!” sementara tubuhku telah lemah dan semakin kepayahan. Akhirnya badan Bos Rey pun menegang sambil mendekapku kuat kuat .

“Aaah emmmh Sakit Bos kataku sambil berusaha melepaskan pelukannya yang kuat tapi Bos Rey malah menekan kemaluannya dalam dalam tak perduli dengan jeritanku Dan “Akkh… Crutts” Bos Rey berejakulasi di rahimku, sperma yang keluar jumlahnya cukup banyak sehingga meluber keluar dari belahan Vaginaku. Bos Rey nampaknya menikmati semburan demi semburan sperma yang dia keluarkan, sambil menikmati bibirku yang terbuka kepayahan .

Bos Rey mengerang kenikmatan di atas tubuhku yang sudah lemas, sementara rahimku terus menerima semburan sperma yang cukup banyak. Badan Bos Rey menggelinjang dan mengejan disaat melepaskan semburan spermanya yang terakhirnya dan merasakan kenikmatan itu. Batinnya kini puas karena telah berhasil menyetubuhiku habis habisan serta merengut keperawananku yang selama ini menjadi Primadona SPG di perusahaanya. Senyum puas pun terlihat di wajahnya sambil menatap tubuh ku yang tergolek tak berdaya di bawah pelukannya.

Bos Rey ptubuhnya tampak lemas diatas tubuhku. Perlahan kudorong tubuh gemuknya kesamping agar tak membebani tubuhku. Ahirnya akupun tertidur kelelahan dipelukan Bos Rey setelah beberapa ronde tadi melayani napsu birahinya yang tak putus putus. Sore harinya kembali aku digarapnya di kamar mandi ketika dipaksa mandi bersama, sambil berdiri merapatkan punggungku ketembok Bos Rey kembali menggoyangku, sebelah kakiku diangkatnya keatas sehingga penisnya leluasa keluar masuk vaginaku, aku merintih rintih kecil dibuatnya. Sore itu aku terpaksa melayaninya sampai Bandot itu mendapatkan kepuasan dan dia semprotkan semua maninya dalam vaginaku.

Setelah puas mengerjaiku barulah Bos Rey mau melepaskanku dan mengantarkanku pulang. Sepanjang Jalan, aku hanya diam membisu disamping Bos Rey yang mengemudikan mobil, Aku masih sakit hati padanya yang telah berhasil memperdayaiku, Tubuhku habis habisan dikerjainya, Vaginaku masih terasa sakit akibat paksaannya bersetubuh, bagian tubuhku yang tersembunyipun penuh dengan warna merah bekas cupangannya terutama dibagian buahdada dan paha putihku. Yang lebih menyakitkan lagi Bos Rey mengambil celana dalamku tanpa dapat kutolak, katanya setiap gadis yang berhasil diperawaninya akan dikoleksi celana dalamnya.

“Bila kamu butuh uang lagi, kamu bisa hubungi aku lagi Barbara… tentunya kamu tak keberatan, memberikan kenikmatan tubuhmu itu… he..he… “kata Bos Rey sebelum aku turun dari mobilnya. Aku diam saja sambil berlalu darinya, sudah pukul 5 sore saat aku tiba didepan rumahku. Agen BandarQ
NagaQQ

Kamis, 06 Agustus 2020

Seks Ibu Mertuaku


NagaQQ - Perkenalkan, aku Ferry, aku seorang pria berusia 26 tahun, menikah, dengan seorang wanita yang sangat cantik dan molek. Aku dikaruniai Tuhan 2 orang anak. Rumah tanggaku bahagia dan makmur. Boleh dibilang sejak SMA aku adalah pria idaman wanita. Bukan karena fisikku yang atletis ini saja, tapi juga karena kemampuanku yang hebat dalam bidang olahraga, seni dan juga pelajaran . Bedanya waktu di SMA dahulu, aku tidak terlalu tertarik dengan hal-hal seperti seks dan wanita, karena saat itu konsenterasiku lebih terfokus pada masalah akademisku.

BACA JUGA :  Kembalinya Gairah Seksku

Bakat fuck boy muncul setelah aku minkah. Aku mulai menyadari daya tarikku sebagai seorang pria normal dan seorang pejantan tangguh. Sejak diangkat sebagai kepala bagian pemasaran inilah, pikiran-pikiran kotor mulai singgah di otakku. Apalagi aku juga hobi menonton film-film seks.

Dan wanita lain yang pernah datang dihatiku bernama Maya. Dia adalah teman kerjaku, sesama pegawai kantor yang sama tapi jurusan berbeda. Kami sempat menjalin hubungan gelap setahun setelah aku menikah dengan Lilis, istriku. Hubungan kami tidak sampai melakukan hal-hal yang menjurus kepada aktivitas seksual. Hubungan kami hanya berlangsung selama 5 bulan, karena dia pindah ke lain kota dan dinikahkan dengan orang tuanya dengan pria pilihan mereka.

Padahal aku sudah berniat menjadikannya istri keduaku, walau istri pertamaku suka atau tidak. Karena frustasi, untuk beberapa bulan hidupku terasa hampa. Untungnya sikapku ini tidak bertahan lama, karena di tahun yang sama aku berkenalan dengan seorang teman yang mengajariku gaya hidup sehat, bodybuilding.

Dan aktivitas bodybuilderku kukurangi. itu di karenakan aku sudah diangkat menjadi kepala bagian pemasaran sekarang, di mana keuntungan mulai berpihak pada perusahaan tempatku bekerja. Aku mulai bertambah sibuk sekarang. Walaupun aku sibuk aku masih menyempatkan diri untuk berolahraga.

Banyak sekali wanita melirikku karena aku badan ku yang keren ini. Beberapa di antaranya mengajakku berkencan. Tapi karena saat itu aku sedang menekuni olahraga ini, tanggapan dan godaan mereka tidak kutanggapi. Salah satu yang suka menggodaku adalah Dessy. Dia adalah puteri tetangga mertuaku. Baru saja lulus SMA, dan dia akan melanjutkannya ke sebuah PTn terkenal di kota Bandung. Gadis itu suka menggoda di setiap mimpiku dan bayangannya selalu menghiasi pikiranku saat aku seks dengan istriku.

Seperti biasanya, aku bangun pagi. Pagi itu aku bangun pukul 05.30 pagi. Setelah cuci muka, aku mulai berganti pakaian. Aku rutin melakukan olahraga pagi. Udara pagi yang sehat memang selalu memotivasiku untuk jogging keliling kompleks perumahanku. Dengan cuek aku memakai baju olahraga yang cukup ketat dan pas sekali ukurannya di tubuh yang kekar ini. Kemudian aku mengenakan celana boxer yang juga ikut mencetak pantatku yang seperti dipahat ini. Aku sengaja bersikap demikian demi mewujudkan impianku, menggoda Dessy dengan keindahan tubuhku. Menurut kabar, dia juga suka jogging. Niatku bersenang-senang dengan Dessy  memang sudah lama kupendam. Namun selama ini gadis itu selalu membuatku gemas dan penasaran.

Tidak berlangsung lama-lama jogging, tubuhku pun sudah mulai keringatan, membuat tubuh kekarku ini tercetak dengan jelas. Aku membayangkan Dessy akan terangsang melihatku. Tetapi, pagi itu tidak ada Dessy jogging. Tidak kelihatan pula tetanggaku lainnya yang biasa berjogging bersama. Padahal aku sudah berjogging sekitar 30 menit. Saat itu aku baru sadar, aku bangun terlalu pagi. Padahal biasanya aku jogging jam 06.00 ke atas. Dengan perasaan kecewa aku balik ke rumah mertuaku. Dari depan rumah itu tampak sepi. Aku maklum, penghuninya masih tertidur lelap. Tadi pun saat aku bangun, tidak terdengar komentar istriku karena dia sedang terlelap tidur setelah semalaman dia menemani anakku bermain playstation. Dan akupun berjalan ke arah dapur untuk minum, aku melihat ibu mertuaku yang seksi itu sedang mandi. Tampaknya dia sudah bangun ketika aku berjogging tadi.

Kamar mandi di rumah mertuaku memang bersebelah-sebelahan dengan dapur. Setiap kali ingin mengambil mium, pasti harus melewati kamar mandi itu. Seperti disengaja, pintu kamar mandi itu dibiarkan sedikit terbuka, hingga aku bisa melihat bagian belakang tubuh molek mertuaku yang menggairahkan itu dengan jelas. Mertuaku walaupun usianya sudah 43, tapi masih kelihatan seksi dan montok, karena dia sangat rajin merawat tubuhnya. Dia rajin senam, tidak kalah dengan tubuh wanita muda usia kepala 3.

Melihat pemandangan itu, kontan penisku tegang, aku pun memberanikan diri untuk ikut bergabung bersama ibu mertuaku, mandi bersama. Kupeluk dia dari belakang, sembari tanganku menggerayang liar di tubuh mulusnya. Meraba mulai dari leher sampai kemaluannya. Awalnya ibu mertuaku kaget, tetapi setelah tahu aku yang masuk, wajah cantiknya langsung tersenyum nakal.

”Ferry, nakal kamu” katanya sambil balas memelukku. Dia berbalik, langsung mencium mulutku. Tak lama kami sudah berpagut, saling cium, raba, dan remas tubuh masing-masing. Dengan tergesa kubuka bajuku dibantu mertuaku hingga aku sudah bertelanjang bulat. Batangku pun mengacung tegang, besar, dan gagah.

Kami pun melakukan pemanasan sekitar 20 menit dengan permainan oral yang nikmat di penisku, sebelum kemaluannya kutusuk dengan batangku. Permainan birahi itu berlangsung seru. Aku menyetubuhinya dalam posisi doggy style. Aku merabai payudaranya yang kencang itu, meremas-remasnya, mempermainkan putingnya yang sudah mengeras. 30 menit berlalu, ibu mertuaku sudah sampai pada puncaknya sebanyak 2 kali. 1 kali dalam posisi doggy, 1 kali lagi dalam posisi berhadap-hadapan di dinding kamar mandi. Namun sayangnya, batangku masih saja mengeras. Aku panik karenanya. Aku khawatir jika batangku ini masih saja bangun sementara hari sudah mulai pagi. Aku khawatir kami akan dipergoki istriku. Rupanya mertuaku mengerti kepanikanku itu. Dia kembali mengoral batangku yang masih bugar dan perkasa ini, lalu dia berbisik mesra,


”Jangan khawatir Ferry sayang, waktunya masih lama” katanya.

Aku bingung mendengar ucapannya, tapi kubiarkan itu sambil terus mendesah-desah nikmat. Tiba-tiba ibu mertuaku menghentikan perbuatannya itu. Dia langsung berdiri.

” bu, aku  belum keluar?” suaraku parau, penuh birahi.

”Sabar sayang, kita lanjut di kamarku saja” katanya mesra.

Aku pun tambah bingung. ”Tapi ada bapak?” tanyaku.



”Tenang saja, bapakmu itu sudah pergi tak lama setelah kamu jogging tadi, dia ada tugas ke Jawa” sahut ibu mertuaku sambil mengemasi pakaian olahragaku yang tercecer di kamar mandi dan kemudian menggandengku ke arah kamarnya. Begitu sampai di kamarnya, aku disuruhnya telentang di ranjang, sementara dia mengelap sisa-sisa air, keringat, dan sabun di tubuhnya dengan handuk kering yang sudah ada di kamarnya. Lalu dia melakukan hal yang sama padaku. Setelah itu dia langsung saja mengambil posisi 69, mulai mengoral batangku kembali. Tak lama nafsuku pun bangkit kembali. Kali ini aku bertekad akan membuat mertuaku keluar sampai tiga kali. Aku memang khawatir hubunganku di pagi ini akan ketahuan istriku, tapi persetanlah…que sera-sera. Apapun yang akan terjadi terjadilah.

Aku pun balik menyerang ibu mertuaku. Mulut dan lidahku dengan ganas mempermainkan miliknya. Tanganku juga ikut aktif merabai, meremasi bibir kemaluan dan menusuki lubang anal ibu mertuaku. Kelentitnya yang sudah membengkak karena rangsangan seksual kujilati, dan keremasi dengan gemas. Kumainkan pula apa yang ada di sekitar daerah kemaluannya. Gabungan remasan jari, kobokan tangan di kemaluannya, dan serangan lidahku berhasil membuat mertuaku keluar lagi untuk yang ketiga kalinya. ”Aaaaahhhh…. Ferry sayang ….” jerit nikmat ibu mertuaku. Cairan birahi ibu mertua keluar deras dari lubang vaginanya. Langsung saja kuhisap dan kutelan habis hingga tidak ada yang tersisa.

Akupun tersenyum, lalu aku merubah posisiku. Tanpa memberikan kesempatan ibu mertuaku untuk beristirahat, kuarahkan batangku yang masih bugar dan perkasa ini ke arah vaginanya, lalu kusetubuhi dia dalam posisi misionaris. Kurasakan batangku menembus liang vagina seorang wanita berumur 43.

Sambil menyetubuhi ibu mertuaku, aku meremas juga payudaranya yang besar dan kenyal itu, dengan mulut dan tanganku. Kuraba-raba, kuremas-remas, kujilat, kugigit manja, sampai payudara itu kemerah-merahan. Puas bermain payudara tanganku mempermainkan kelentitnya, sementara tangan satunya masih mempermainkan payudaranya. Tangan ibu mertuaku yang bebas, meremas-remas rambutku, dan mencakar-cakar punggungku. Posisi nikmat ini kami lakukan selama bermenit-menit, hingga 1 jam kemudian ibu mertuaku mencapai orgasmenya yang keempat. Setelah itu dia meminta istirahat. Aku sebenarnya malas mengabulkan permintaannya itu, karena aku sedang tanggung, hampir mencapai posisi puncak. Namun akhirnya aku mengalah.

”Ferry kamu hebat banget deh, kamu sanggup membuat ibu keluar sampai empat kali” puji ibu mertuaku.

”Aah ibu bisa saja deh” kataku merendah.

”Padahal kamu sudah jogging 45 menit, tapi kamu masih saja perkasa” lanjut pujiannya.

”Itukan sudah jadi kebiasaanku, bu” aku berkata yang sebenarnya.

”Kamu benar-benar lelaki perkasa, Lilis beruntung mendapatkanmu” puji mertuaku lagi.

Lalu kami bebincang seperti biasanya. Sambil berbincang, tangan ibu mertuaku nakal bergerilya di sekujur tubuhku. Terakhir dia kembali mempermainkan batangku yang sudah mengerut ukurannya.

Dan lalu aku beranjak dari tempat tidur. Ibu mertuaku memandangku heran, dikiranya aku akan keluar dari kamarnya dan mengakhiri permainan cinta kami. Tapi kutenangkan dia sambil berkata, ”Sebentar bu, aku akan mengecek keadaan dulu”. Aku memang khawatir, aku takut istri dan anakku bangun. Dengan cepat kukenakan kembali pakaian olahragaku dan keluar kamar mertuaku. Ternyata dugaanku salah. Hari memang sudah beranjak pagi, sekitar jam 6.15 menit, tapi istri dan anakku belum juga bangun. Penasaran kuhampiri kamarku dan kamar tempat anakku tidur. Ternyata baik anak maupun istriku masih tertidur lelap. Aku lega melihatnya. Sepertinya permainan playstation semalam, berhasil membuat mereka tertidur pulas. Aku mendatangi jam weker di kamar keduanya, lalu kustel ke angka 9 pagi.

Aku menatap wajah istriku yang tertidur penuh kelelahan, lalu akupun mengecup pipinya. Setelah itu, aku kembali ke kamar mandi, mencuci tubuhku, aku balik lagi ke kamar mertuaku. Kami terlibat kembali dalam seks nikmat lagi. Dalam persetubuhan terakhir ini, aku dan ibu mertuaku sama-sama meraih orgasme kami bersama dalam posisi doggy style. Sesudahnya aku balik ke kamar istriku, setelah membersihkan diri di kamar mandi untuk yang terakhir kali, dan kemudian mengenakan baju tidurku kembali. Agen BandarQ
NagaQQ

Rabu, 05 Agustus 2020

Kembalinya Gairah Seksku


NagaQQ - Perkenalkan namaku Mira seorang janda muda berusia 26 tahun, tapi. Aku menjanda baru 2 tahun dan belum dikaruniai seorang anak. Suamiku pergi bersama selingkuhannya. Mantan Suamiku mempunyai kost kostan yang sangat banyak dan sekarang sudah menjadi milikku. Hanya itu sumber kekayaan ku, aku hidup dari uang kost. Banyak sekali pemuda yang kost disini, aku buka bebas kost cowok cewek biar banyak peminatnya. kostku ada 30 kamar yang perbulan ku patokan harga  1.2juta


Untuk memenuhi kebutuhan ku lebih dari cukup. dan aku selalu merawat diriku jadi kelihatan seperti daun muda. Aku selalu menjaga penampilanku karena aku janda, pastinya ingin memiliki pasangan hidup kembali.

Kebanyakan orang bilang aku tante cantik dan tante semok, karena aku sangat seksi dan mempesona. Dan make up selalu menempel di wajahku, lipstick yang cetar membuat wajahku semakin cantik. Aku sudah jauh melupakan suamiku.

Aku mengelola kostku sendiri dan akupun tinggal di kost. Membuat rumah kecil disamping kamar yang paling ujung, aku temapti dengan atun pembantu aku. Kostku yang tidak pernah sepi dengan lalu lalang anak muda, setiap hari.

Pasangan keluar masuk bebas jam menginap dan main pun aku bebaskan. Aku juga pernah muda dan mengalami masa masa pacaran yang bebas. Jadi aku mempunyai aturan yang membuat nyaman anak muda. Sebagian besar anak muda kost di tempatku, selain bebas kostanku nyaman. Dekat dengan kampus.

Kamar kosongpun jarang dan selalu penuh hingga seringkali aku menolak orang yang ingin kost. Rame banget penghiburku mereka anak kost, setiap malam mereka selalu bernyanyi memainkan gitar aku menikmati dari dalam kamarku. Lucunya lagi kalau anak kost pamitan mau pindah , aku dan Bu Atun selalu bersihbersih kamar yang ditempati.

Setiap bersihbersih selalu ada kondom banyak bekas digunakan. Hampir semua anak kost begitu, mereka sudah masuk pada pergaulan bebas, Di kantin aku juga menyediakan kondom daripada jauh jauh harus keluar kost. Aku juga jualan kopi dan makanan ringan. Paling Cuma sampai jam 9 malam aku sudah tutup. Anak kost memanggilku tante echy, .

Ada cowok yang berusia 21 tahun namanya, Santo. Dia anak bandung mahasiswa baru sedang mencari kost. Dia datang ke kostku, langsung bertemu dengan aku. Dia ganteng putih dan sangat imut wajahnya. Saat itu semua kamar penuh, sedangkan dia datang sendiri kasihan kalau harus kesana kemari.

Kebetulan saat itu aku ingat kalau Bu Atun sudah 1 minggu ini selesai kerja selalu pulang ke rumah. Biasanya tidur di rumahku, namun karena cucunya di rumah makanya setiap jam 9 malam Bu Atun pulang. Jadi itu aku memutuskan supaya Santo tidur di kamar Bu Atun saja. Sementara dia menginap disitu sampai ada kamar yang kosong,

Santo, bagaimana kalau tinggal di rumah tante dulu?,

Gimana ya tan, saya nggak enak tapi mau kemana lagi cari kostnya semua penuh , ucap Santo dengan wajah melas.

Akhirnya Santo memutuskan untuk menginap di kamarku sementara. Dia masuk ke kamar membawa koper pakaiannya masuk. Tampak Santo anak yang supel, ramah dan tidak nakal sih kelihatannya. Dia juga cepat beradaptasi. Tidak terasa dia sudah satu minggu dia menginap di rumahku, dan belum ada kamar yang kosong.

Sebenarnya sih aku tidak masalah kalau Santo harus tinggal dirumahku, namun anak kostku yang lain ada yang iri dengan nya.

"Santo disini nggak papa tenang aja ya sabar sampai ada kamar kosong "

Saat itu Santo melihatku dari atas hingga bawah, aku mengenakan rok dress yang seksi, malam telah tiba hujan deras mati lampu, aku berdiam diri di kamar. Aku sengaja membuka kamarku karena gerah banget. Aku menggunakan lingeri seksi tanpa bra, gelap gulita hanya memakai lampu emergency.

Saat itu aku tertidur pulas padahal biasanya jika aku nggak pakai AC aku nggak bisa tidur. Ditengah tidurku yang lelap itu tibatiba saja pada malam itu Santo membangunkan aku,

Tante, Santo boleh masuk ? Santo nggak ada lampu emergency tan, gelap banget ,

Iya masuk aja Santo tiduran di sofa ,

Aku nggak sadar kalau aku berpenampilan seksi, aku kembali melanjutkan tidur. Sementara Santo di Sofa sambil mainan hp. Paling kalau lampunya hidup dia kembali ke kamarny. Tidak aku sangka ketika aku akan memejamkan mataku lafi, dengan tibatiba ada yang memelukku. Aku yang sedikit kaget, akupun terbangun dan ternyata setelah aku lihat yang memelukku itu adalah Santo,

Lepaskan Santo, apaapaan kamu.

Habis tante seksi banget, tiduran pahanya kelihatan mulus payudaranya besar ,

Jangan kurang ajar sama tante Santo , ucapku dengan marah.

Aku lihat pintu kamar sudah tertutup, anak cabe rawit ini berani banget memelukku. Dia berkata ingin memuaskan aku malam ini,

Tante lama ya nggak di jamah. Pasti memek tante nikmat, payudaranya aja kencang boleh dong tante , ucapnya dengan wajah mesum.

Jangan Santo jangan.

Nggak usah mengelak tan, pasti tante membutuhkan belaian seorang pria kan? Santo udah jago tan, lihat aja nanti tante ketagihan pastinya .,

Aku terdiam dia kok tau banget sih aku jablay, aku tidak mengiyakan aku hanya terdiam sesaat. Santo berani berada diatasku, dia mencium bibirku. Aku merespon ciuman pria bau kencur itu, sangat lembut ciumannya. Dadanya mulai menempel didadaku, putingku mengenainya tubuhnya rasanya geli banget,

Lepas Santo baju kamu , pintaku.

Santo  melepas bajunya dna dia melepas lingeriku, lampu emergency yang tidak begitu terang menjadi saksi bisu. Setelah sekian lama aku menjanda dan memendam rasa gairah kali ini dibuat nafsu oleh seorang pria kecil menurutku. Santo mencium bibirku, tanganku mendekap erat tubuhnya. Bibirnya mulai turun hingga kepayudaraku yang besar.

Layaknya ibu menyusui anak bayinya, Santo mengenyut putting susuku. Ditarik dengan bibirnya.

Aghhhhh Santo pelan Santo Aghhhhh ., Sedotan bibir Santo tajam aku horny dibuatnya.

Dia terus menciumi payudaraku hingga aku tak kuasa menahan setiap sentuhannya,

Oughhhhhh Santo enak banget sedot lagi Santo tante horny banget Aghhhhh Aghhhhhh .,

Santo terus menciumi payudaraku, aku terus menggeliat manja merasakan kenikmatan. Santo merabaraba memekku dilepaslah celana dalamku. Berani banget ini anak jagoan dia membuatku terbang melayang. Gairahku yang lama terpendam dengan cepat dibuatnya bangun. Memekku yang banyak rambutnya dia cium, tangannya mengelus selakanganku,

Aghhhhhh  Aghhhhhh cium Santo mainkan jemarimu Aghhhhhh,

Jari Santo yang kecil mengotak atik memekku, dia mencoba memasukkan jari manisnya. Jarinya masuk kedalam lubang memekku, dimainkan dengan nikmat,

Aku terus meracau hingga Santo semakin bersemangat ngeseks dengan aku. Santo mengulum ujung bibir memekku dengan manja,

Aku keluar berkalikali dibuatnya, Santo hebat. Setelah itu  Santo keatas menjulurkan penisnya di mulutku.

emut tan ayo tan emuttt .,

Aku sedot penis kecil itu, sbeelumnya aku basahi ujungnya dengan menjilati ujung penis mungil itu. Dia tampak merasakan kenikmatan seksi,

Taaannn .Oughhhhhh Oughhhhhh .nikmat tan Sssssss Aghhhhh,

Setelah basah pnisitu aku emut aku sedot masuk seluruhnya ke mulutku. Aku kulum aku kocok penisnya biar makin besar penisnya. Membesar penis itu aku semakin horny melihatnya. Terus aku sedot , kocok berkalikali hinga Santo lemas. Dia kembali ke bawah memegang memekku yang basah itu, lalu ujung penisnya dimasukkan ke memekku.

Permualaan seks kami sungguh nikmat sekali, ujungnya penisnya sudah hampir masuk ke memekku,

Oughhhh  terus masukan Santo lebih keras sayangg Aghhhhhh, ucapku dengan nafsu yang panas.


Santo semakin bergairah, bibirnya tak henti menyedot puting susuku. Aku semakin horny dan tak kuasa menahan nafsuku. Sangat memuncak dan klimaks mataku terpejam hanya desahan yang keluar dari bibir manisku,

Santo bermain dengan sangat nikmat, maju mundur dia menggerakkan tubuhnya. Penisnya keluar masuk hingga dia lemas. Lama banget menggoyangkan memekku, penis yang berukuran sedang itu ternyata nikmatnya melebihiapapun. Tangannku memeluk Santo dengan erat, kakiku membuka lebar biar makin nikmat. Sesekali aku jepit penis itu, Santo tak tahan,

Aghhhhh tante .jepittt tannn ooohhhhh lagiiiiii Aghhhhhh ,

Aku mencoba menjepit penisnya tapi aku juga tak kuasa gerakan Santo semakin cepat, tekanan semakin keras,



Tubuhku bergetar sudah sangat memuncak Santo belum juga Orgasme. Dia terus memainkan penisnya, aku hanya menikmati tanpa perlawanan. Ketika sedang tingitinginya Santo berkata,

Tan, sekarang tante yang atas ya ,

Tanpa menjawab akupun ubah posisi kami, kita berubah posisi, aku yang diatas dan Santo dibawah. Aku seperti kuda yang terlepas dari kandangnya, tingkahku terlalu bersemangat. Posisi paling enak memang diatas, aku menggoyangkan pantatku. Tampak Santo mendesah sangat keras.

Aghhhhhh tantee lagi tan goyangkan tann ,

Dia meminta aku menggoyangkan kembali, aku menurutinya. Payudaraku menggantung kencang di wajah Santo. Dia menyedot putingku tangannya meremas payudaraku. Aku terus mempompa penisnya keluar masuk terus hingga keringatku bercucuran. Enak banget dia respon gerakanku mencoba meningkatkan gairahku.

Kanan kiri dia sedot hingga aku sangat bersemangat. Akhirnya sekitar 25 menit aku berada diatas, tak lama kemudian sperma Santo pun keluar dari ujung penisnya,

Tak sadar sperma masuk ke memekku, terasa hangat dan nikmat. Aku sangat menikmatinya aku langsung terbaring di ranjang. Lampu hidup aku dan Santo saling menatap kita samasama telanjang. Saling memandangi dan aku peluk dia kembali. Hingga pagi hari aku masih telanjang mendekap tubuhnya, hanya selimut yang masih setia menyelimuti kita berdua.

Apalagi kalau pagi hari penisnya  selalu berdiri tegak, aku mencoba meremas biar Santo horny lagi. Namun usahaku gagal karena ada orang yang mengetuk pintu rumahku. Dan setelah menjanda 2 tahun akhirnya aku gairah seksku dengan seorang pria muda. Sejak saat itu Santo pun aku berikan kost gratis. Maka dari itu kamipun hampir setiap hari melakukan.Agen BandarQ
NagaQQ

Minggu, 02 Agustus 2020

Tante Sonya Yang Menggoda


NagaQQ - Perkenalkan namaku Handoko. Pada waktu aku telah menyelesaikan pekerjaan, karena letak kantorku yang amat sangat jauh dengan rumah. Aku memutuskan untuk mengontrak Apartemen di daerah Kuningan sehingga jika ke kantor tidak terlalu jauh. Sekarang saya berkerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di daerah kuningan Jakarta. Dulu aku tinggal bersama kedua orang tuaku di sebuah kompleks yang amat membosankan sehingga aku memutuskan untuk mandiri dengan menghuni apartemen milik dari saudaraku yang baru menikah sehingga dia di boyong oleh suaminya ke Surabaya.

BACA JUGA :  Memuaskan Adik Istriku

Dan akupun melapor untuk menetap di Apartemen, setelah melapor aku dimohon bantuannya untuk menjaga adik nya kebetulan adik perempuan nya tinggal di sebelah ku yaitu Tante Sonya. Hari kedua aku mencoba untuk berkenalan dengan Tante Sonya, ternyata dia tidak terlalu tua, kelihatannya sekitar 35tahun.

Orangnya ramah dan baik sekali hati. Yang aku heran sampai umur segitu dia belum menikah, mungkin punya masalah dengan karir karena aku melihat mobilnya ada dua yaitu Toyota Alphard dan Toyota Camry. Tante Sonya begitu aku memanggilnya memiliki 2 pembantu dan seorang sopir yang telah melayani dia selama 3 tahun di Apartemen itu.

Berikut adalah pengalamanku diwaktu tidak terduga dimana aku dititipkan kunci Apartemen oleh dia karena semua pembantu dan sopirnya cuti lebaran, sehingga dia tingal di rumah kakaknya di lantai 12,Sekedar gambaran, Tante Sonya mempunyai tinggi badan sekitar 167 cm, mempunyai pinggul yang besar, buah pantat yang bulat, pinggang yang ramping, dan perut yang agak rata.

Dengan wajah yang seksi menantang dan warna kulit yang putih bersih, wajarlah jika Tante Sonya menjadi impian banyak lelaki baik-baik maupun lelaki hidung belang. Hingga pada suatu sore, saat saya pulang kerja saya mendengar ada ketukan pintu di apartemenku , kemudian saya intip dari lubang pintu ternyata Tante Sonya.

“Iya ada apa tante” kataku sambil membuka pintu.

“ Ada surat tagihan kartu kreditku gak dari Front Office depan?” jawab tante Sonya.

“Sepertinya gak ada tante” jawabku.

“aku numpang ke kamar mandimu ya” sambil meringis, mungkin dia udah kebelet pipis he he he.

“silahkan tan tapi kamar mandinya gak sebersih punya tante lho maklum bujangan” kataku sambil tertawa.” gak apa-apa” jawabnya.

Baru aku sadar bahwa si tante Sonya  memakai baju training tipis mungkin baru lari atau fitness di lantai 2.

“Abis lari ya tan” tanyaku

“Iya tapi nyari kamar mandi susah mana liftnya lama lagi” ujar tante Sonya sambil ngeloyor ke kamar mandiku.

Sambil jalan ke dapur aku berfikir kok kayaknya ada yang salah ya dengan membiarkan si tante ke kamar mandi tapi apa ya?. Ya ampun tadi khan aku lagi nonton BF di laptop memang kebetulan mau coli sih maklum belum ada pasangan/pacar. Habis aku ketahuan sama tante Sonya. Ah bodo amat bodo amat kaya dia gak pernah muda aja. Begitu keluar dari kamar mandi si tante senyum-senyum, malu aku.

"Kamu tadi lagi ngapain Handoko?" tanya si tante.

“Gak ngapa-ngapain kok tan” jawabku sambil menunduk kebawah, Malu kucing.

Dan tanpa saya sadari tiba-tiba dia mencekal tangan saya.

“Handoko ..” katanya tiba-tiba dan terlihat agak sedikit ragu-ragu.

“Ya Tante..?” Jawab saya.

“Eee.. gak jadi deh..” Jawabnya ragu-ragu.

“Ada yang bisa saya bantu, Tante..?" Tanya saya agak bingung karena melihat keragu-raguannya.

“Gak kok. Tante cuma mau nanya..” jawabnya dengan ragu-ragu lagi.

“Kamu sering ya nonton film itu di kamar mandi..?” tanya dia.

“Iya sih tan. Maklum tan belum punya pasangan..?” jawab ku terpaksa.

“Terus pake sabun ya?" he he he kata tante Sonya sambil tertawa

“Iya tan, udah ah aku tengsin nih malu ditanya terus” Tegasku sambil ngomel.

“Jangan marah dong, biasa lagi bujangan yang penting jangan main pelacur, jorok nanti kena penyakit” jawab tante Sonya.

“Eee.. mau dibantuin Tante gak..?" sambungnya

“Maksud tante?" Tanya ku . Ibarat ada lanjutan dari film ku tadi nih. Kayaknya si tante horni abis.

”Iya kamu nonton bareng tante khan biar gakmalu lagi” sambil melayang tangan tante Sonya ke selangkangan ku. “sana ambil laptop mu” asik banget pikirku tanpa tendeng aling-aling aku berlari kekamar mandi dan membawa keluar laptop itu.

Kemudian aku setel lebih dulu film yang tadi saya tonton dan belum habis. Beberapa menit kemudian Tante Sonya duduk disebelahku sambil membawa teh panas dengan wangi tubuh yang segar. Saya selidiki tiap sudut tubuhnya yang masih terbalut baju training dan kemudian dia melepas atasannya sehingga terlihat tanktop tipis biru muda yang agak menerawang tersebut, sehingga dengan leluasa mata saya melihat puncak buah dadanya karena dia tidak memakai Bra.

Tanpa kusadari, di antara degupan jantungku yang terasa mulai keras dan kencang, kejantananku juga sudah mulai menegang. Dengan santai dia duduk tepat di sebelahku, dan ikut menonton film BF yang sedang berlangsung.

“Cakep-cakep juga yang main..” akhirnya dia memberi komentarnya.

“Dari kapan Handoko mulai nonton film beginian..?" tanyanya.

“Udah dari dulu Tante..” kataku.

“Mainnya juga bagus dan tidak kasar. Handoko udah tahu rasanya belum..?" tanya dia lagi.

“Ya sempet sih tan waktu di rumah sakit sama suster”.

“Enak dong lagi sakit di servis suster”.

“Iya tapi udah lama tan udah lupa rasanya, tapi kata temen-temen sih enak. Emang kenapa Tante, mau ngajarin saya yah? Kalau iya boleh juga sih”, kataku.

“Ah Handoko ini kok jadi nakal yah sekarang”, katanya sambil mencubit lenganku.

“Tapi bolehlah nanti Tante ajarin biar kamu tahu rasanya”, tambahnya dengan sambil melirik ke arahku dengan agak menantang.


Tidak lama berselang, tiba-tiba Tante Sonya menyenderkan kepalanya ke bahuku. Seketika itu pula aku langsung membara. Tapi aku hanya bisa pasrah saja oleh perlakuannya. Sebentar kemudian tangan Tante Sonya sudah mulai mengusap-ngusap daerah tubuhku sekitar dada dan perut.

Rangsangan yang ditimbulkan dari usapannya cukup membuat aku nervous karena itu adalah kali pertama aku diperlakukan oleh seorang wanita yang usianya diatasku. Kejantananku sudah mulai semakin berdenyut-denyut siap bertempur.

Kemudian Tante Sonya mulai menciumi leherku, lalu turun ke bawah sampai dadaku. Sampai di daerah dada, dia menjilat-jilat ujung dadaku, secara bergantian kanan dan kiri. Tangan kanan Tante Sonya juga sudah mulai masuk ke dalam celanaku, dan mulai mengusap-usap kejantananku.
Karena dalam keadaan yang sudah sangat terangsang, aku mulai memberanikan diri untuk meraba celana yang dia pakai. Aku remas payudaranya dari luar tanktop, dan aku remas-remas, terkadang aku juga mengusap ujung-ujung tersebut dengan ujung jariku. “Ssshh.. ya situ Handoko..” katanya setengah berbisik. “Ssshh.. oohh..”

Tiba-tiba dia memaksa lepas celana pendekku, dan diusapnya kejantananku. Akhirnya bibir kami saling berpagutan dengan penuh nafsu yang sangat membara. Dan dia mulai menjulur-julurkan lidahnya di dalam mulutku. Sambil berciuman tanganku mulai bergerilya melalui celana trainingnya yang aku pelorotkan ke bawah sampai pada permukaan celana dalamnya, yang rupanya sudah mulai menghangat dan agak lembab. Aku melepaskan celana dalam Tante Sonya.

Satu persatu kami membuka baju, sehingga kami berdua menjadi telanjang bulat. Ku tempelkan jariku di ujung atas permukaan kemaluannya. Dia kelihatan agak kaget ketika merasakan jariku bermain di daerah seputar klitorisnya. Lama kelamaan Aku masukkan satu jariku, lalu jari kedua.

“Aaahh.. sshh.. oohh.. terus Handoko.. terus..” bisik Tante Sonya.

Ketika jariku terasa mengenai akhir lubangnya, tubuhnya terlihat agak bergetar. “Ya.. terus Handoko .. terus.. aahh.. sshh.. oohh.. aahh.. terus.. sebentar lagi.. teruuss.. oohh.. aahh.. aarrgghh..” kata Tante Sonya.

Seketika itu pula dia memeluk tubuhku dengan sangat erat sambil menciumku dengan penuh nafsu. Aku merasakan bahwa tubuhnya agak bergetar (yang kemudian baru aku tahu bahwa dia sedang mengalami orgasme). Beberapa saat tubuhnya mengejang-ngejang menggelepar dengan hebatnya. Yang diakhiri dengan terkulainya tubuh Tante Sonya yang terlihat sangat lemas di sofa.

“Saya kapan Tante, kan saya belum..?” Rujukku.

“Nanti dulu yah sayang, sebentar.. beri Tante waktu untuk istirahat sebentar aja”, kata Tante Sonya.

Tapi karena sudah sangat terangsang, kuusap-usap bibir kemaluannya sampai mengenai klitorisnya, aku dekati payudaranya yang menantang itu sambil kujilati ujungnya, sesekali kuremas payudara yang satunya. Sehingga rupanya Tante Sonya juga tidak tahan menerima paksaan rangsangan-rangsangan yang kulakukan terhadapnya. Sehingga sesekali terdengar suara erangan dan desisan dari mulutnya yang seksi.

Aku usap-usapkan kejantananku yang sudah sangat amat tegang di bibir kemaluannya sebelah atas. Sehingga kemudian dengan terpaksa dia membimbing batang kemaluanku menuju lubang kemaluannya. Pelan-pelan saya dorong kejantananku agar masuk semua.

Kepala kejantananku mulai menyentuh bibir kewanitaan Tante Sonya. “Ssshh..” rasanya benar-benar tidak bisa kubayangkan sebelumnya. Lalu Tante Sonya mulai menyuruhku untuk memasukan kejantananku ke liang kewanitaannya lebih dalam dan pelan-pelan.

“Aaahh..” baru masuk kepalanya saja aku sudah tidak tahan, lalu Tante Sonya mulai menarik pantatku ke bawah, supaya batang kejantananku yang perkasa ini bisa masuk lebih dalam. Bagian dalam kewanitaannya sudah terasa agak licin dan basah, tapi masih agak seret, mungkin karena sudah lama tidak dipergunakan. Namun Tante Sonya tetap memaksakannya masuk. “Aaagghh..Handoko” rasanya memang benar-benar luar biasa walaupun kejantananku agak sedikit terasa ngilu, tapi nikmatnya luar biasa. Lalu terdengar suara erangan Tante Sonya.



Lalu Tante Sonya mulai menyuruhku untuk menggerakkan kemaluanku di dalam kewanitaannya, yang membuatku semakin gila. Ia sendiri pun mengerang-ngerang dan mendesah tak karuan. Beberapa menit kami begitu hingga suatu saat, seperti ada sesuatu yang membuat liang kewanitaannya bertambah licin, dan makin lama Tante Sonya terlihat seperti sedang menahan sesuatu yang membuat dia berteriak dan mengerang dengan sejadi-jadinya karena tidak kuasa menahannya. Dan tiba-tiba kemaluanku terasa seperti disedot oleh liang kewanitaan Tante Sonya, yang tiba-tiba dinding-dinding kewanitaannya terasa seperti menjepit dengan kuat sekali.

Aduuh.. kalau begini aku makin tidak tahan dan.. “Aaarrgghh.. sayaang.. Tante keluar lagii..” jeritnya dengan keras, dan makin basahlah di dalam kewanitaan Tante Sonya, tubuhnya mengejang kuat seperti kesetrum, ia benar-benar menggelinjang hebat, membuat gerakannya semakin tak karuan. Dan akhirnya Tante Sonya terkulai lemas, tapi kejantananku masih tetap tertancap dengan mantap.

Aku mencoba membuatnya terangsang kembali karena aku belum apa-apa. Tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kanan, sambil sesekali kupilin-pilin ujungnya dan kuusap-usap dengan ujung jari telunjukku. Sedang payudara kirinya kuhisap sambil menyapu ujungnya dengan lidahku. “Ssshh.. shh..” desahan Tante Sonya sudah mulai terdengar lagi. Aku memintanya untuk berganti posisi dengan doggy style. Aku mencoba untuk menusukkan kejantananku ke dalam liang kewanitaannya, pelan tapi pasti. Kepala Tante Sonya agak menengok ke belakang dan matanya melihat mataku dengan sayu, sambil dia gigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang timbul.

Sedikit demi sedikit aku coba untuk menekannya lebih dalam. Kejantananku terlihat sudah tertelan semuanya di dalam kewanitaan Tante Sonya, lalu aku mulai menggerakkan kejantananku perlahan-lahan sambil menggenggam buah pantatnya yang bulat. Dengan gaya seperti ini, desahan dan erangannya lebih keras, tidak seperti gaya konvensional yang tadi.

Aku terus menggerakkan pinggulku dengan tangan kananku yang kini meremas payudaranya, sedangkan tangan kiri kupergunakan untuk menarik rambutnya agar terlihat lebih merangsang dan seksi. “Ssshh.. aarrgghh.. oohh.. terus Handoko.. terus.. aarrgghh.. oohh..” Tante Sonya terus mengerang.

Beberapa menit berlalu, kemudian Tante Sonya merasa akan orgasme lagi sambil mengerang dengan sangat keras sehingga tubuhnya mengejang-ngejang dengan sangat hebat, dan tangannya mengenggam bantalan sofa dengan sangat erat. Beberapa detik kemudian bagian depan tubuhnya jatuh terkulai lemas menempel pada sofa itu sambil lututnya terus menyangga pantatnya agar tetap di atas. Dan aku merasa kejantananku mulai berdenyut-denyut dan aku memberitahukan hal tersebut padanya, tapi dia tidak menjawab sepatah kata pun. Yang keluar dari mulutnya hanya desahan dan erangan kecil, sehingga aku tidak berhenti menggerakkan pinggulku terus.

Aku merasakan tubuhku agak mengejang seperti ada sesuatu yang tertahan, sepertinya semua tulang-tulangku akan lepas dari tubuhku, tanganku menggenggam buah pantat Tante Sonya dengan erat, yang kemudian diikuti oleh keluarnya cairan maniku di dalam liang kewanitaan Tante Sonya. Tubuhku terasa sangat lemas sekali. Setelah kami berdua merasa agak tenang, aku melepaskan kejantananku dari liang nikmat milik Tante Sonya.

Dengan rasa kecapaian yang luar biasa Tante Sonya  membalikkan tubuhnya dan duduk di sampingku sambil menatap tajam mataku dengan mulut yang agak terbuka, sambil tangan kanannya menutupi permukaan kemaluannya.

“Kok gak ditarik sih Handoko, nanti aku hamil lho..?" tanyanya dengan suara yang agak bergetar.

“Maaf tan aku lupa abis keenakan sih” jawabku.

"Ya sudahlah.. tapi lain kali kalau sudah kerasa kayak tadi itu langsung buru-buru dicabut dan dikeluarkan di luar ya..?” katanya menenangkan diriku yang terlihat takut.

“Iya..” jawabku sambil menunduk kepala.

“Ya santai aja aku sebenarnya udah minum pil kok Handoko” jawab Tante Sonya.

Dan rupanya nih tante udah pengalaman dalam hal beginian, tapi gak  apa-apa udah aku belagak culun aja. Kemudian kami berpelukan di sofa, dan melakukan perbuatan itu sekali lagi tapi di kamar mandi. Agen BandarQ
NagaQQ

Sabtu, 01 Agustus 2020

Memuaskan Adik Istriku


NagaQQ - Perkenalkan namaku Bob,berumur 35 tahun dan saya telah berkeluarga, istri saya seumur dengan saya dan kami memiliki 2 orang anak laki-laki. Istri saya adalah anak ke 2 dari empat saudara yang kebetulan semuanya wanita dan semuanya telah menikah serta dikarunia putra-putri yang masih kecil, diantara saudara-saudara istri, saya cukup dekat dengan adik istri saya yang kurang lebih berumur 30 tahun namanya Mirna.

Kedekatan ini bermula karena seringnya kami saling bertelepon dan makan siang bersama pada saat jam kantor, kami sering bercerita soal pekerjaan, rumah tangga dan juga kadangkala masalah seks rumah tangga kami.

Istri saya kurang pengetahuannya mengenai masalah seks, sedangkan Mirna sangat menyukai variasi dalam hal berhubungan seks dan juga terbuka kalau berbicara mengenai seks, juga kebetulan dikeluarga istri saya dia paling cantik seksi, dan meiliki payudara yang indah sekali dan montok.

Setiap kali kami betemu dan berbincang kami lebih banyak mengarah kepada masalah rumah tangga, dimana dia cerita tentang suaminya yang jarang sekali memperlihatkan perhatian, tanggung jawab kepada dia dan anak-anak, bahkan dalam soal mencari kerja, Mirna lebih banyak menghasilkan daripada suaminya ditambah lagi sang suami sangat cerewet dan bertingkah laku seperti orang kaya saja. Menurut saya kehidupan ekonomi keluarga Mirna memang agak prihatin walaupun tidak dapat dikatakan kekurangan, tetapi boleh dikatakan Mirna lah yang membanting tulang untuk menghidupi keluarganya. Disamping itu sang suami dengan lenggang keluyuran dengan teman-temannya baik pada hari biasa maupun hari minggu dan Mirna pernah mengatakan kepada saya bahwa lebih baik suaminya pergi keluar daripada di rumah, karena kalau dia dirumah pusing sekali mendengarkan kecerewetannya.

Saya menasihati dia agar sabar menghadapi masalah rumah tangganya, karena saya seringkali juga menghadapi masalah yang kurang lebih sama dengannya hanya saja berbeda dengan kakaknya. yaitu istri saya seringkali ngambek yang tidak jelas sebabnya dan bila terjadi seringkali saya tidak diajak berbicara lama sekali.

BACA JUGA :  Gairah Cewek Kampus

Akhirnya Mirna juga menceritakan keluhannya tentang masalah seks dengan suaminya, dimana sang suami selalu minta jatah naik ranjang 2-3 kali dalam seminggu, tetapi Mirna dapat dikatakan hampir tidak pernah merasakan apa yang namanya orgasme sejak menikah sampai sekarang, karena sang suami lebih mementingkan kuantitas hubungan seks dibandingkan kualitas.

Mirna juga menambahkan sang suami sangat kaku dan tidak pernah mau belajar mengenai apa yang namanya foreplay, padahal sudah sering saya kasi lihatbanyak sekali film  porno, jadi prinsip suaminya langsung colok dan selesai dan hal itupun berlangsung tidak sampai 10 menit. Mirna lalu bertanya kepada saya, bagaimana hubungan saya dengan kakaknya dalam hal hubungan seks, saya katakan kakak kamu kuno sekali dan selalu ingin hubungan seks itu diselesaikan secepat mungkin, terbalik ya kata Mirna.

Suatu hari Mirna telepon saya memberitahukan bahwa dia harus pergi ke Bali ada tugas dari kantornya, dia menanyakan kepada saya apakah ada rencana ke Bali juga, karena dia tahu kantor tempat saya bekerja punya juga proyek industri di Bali, pada awalnya saya agak tidak berminat untuk pergi ke Bali, soalnya memang tidak ada jadwal saya pergi ke sana. Namun dengan pertimbangan kasihan juga kalau dia seorang wanita pergi sendirian ditambah lagi ‘kan dia adik istri saya jadi tidak akan ada apa-apa, akhirnya saya mengiyakan untuk pergi dengan Mirna.

Pada hari yang ditentukan kita pergi ke Bali berangkat dari Jakarta 09.50, pada saat tiba di Bali kami langsung menuju Hotel Four Season di kawasan Jimbaran, hotel ini sangat bernuansa alam dan sangat romantis sekali lingkungannya, pada saat menuju reception desk saya langsung menanyakan reservasi atas nama saya dan petugas langsung memberikan saya 2 kunci bungalow, pada saat itu Mirna bertanya kepada saya, oh dua ya kuncinya, saya bilang iya, soalnya saya takut lupa kalau berdekatan dengan wanita apalagi ini di hotel, dia menambahkan ngapain bayar mahal-mahal satu bungalow saja ‘kan kita juga saudara pasti tidak akan terjadi apa-apa kok, lalu akhirnya saya membatalkan kunci yang satu lagi, jadi kita berdua share 1 bungalow.

Saat menuju bungalow kami diantar dengan buggy car (kendaraan yang sering dipakai di lapangan golf) mengingat jarak antara reception dengan bungalow agak jauh, di dalam kendaraan ini saya melihat wajah Mirna, ya ampun cantik sekali dan hati saya mulai bergejolak, sesekali dia melemparkan senyumnya kepada saya, pikiran saya, dasar suaminya tidak tahu diuntung sudah dapat istri cantik dan penuh perhatian masih disia-siakan.

Di dalam bungalow kami merapikan barang dan pakaian kami saya menyiapkan bahan meeting untuk besok, sementara dia juga mempersiapkan bahan presentasi. Pada saat saya ingin menggantungkan jas saya tanpa sengaja tangan saya menyentuh buah dadanya karena sama-sama ingin menggantungkan baju masing-masing, saya langsung bilang sorry ya Mirna betul saya tidak sengaja, dia bilang sudah tidak apa-apa anggap saja kamu dapat rejeki. Wow, wajahnya memerah tambah cantik dia.

Lalu kita nonton TV bersama filmya up close and personal, pada saat ada adegan ranjang saya bilang sama Mirna wah kalau begini terus saya bisa tidak tahan nih, lalu saya berniat beranjak dari ranjang mau keluar kamar (kami menonton sambil setengah tiduran di ranjang), dia langsung bilang mau kemana sini saja, tidak usah takut deh sambil menarik tangan saya lembut sekali seakan memohon agar tetap di sisinya.., selanjutnya kita cerita dan berandai-andai kalau dulu kita sudah saling ketemu dan kalau kita berdua menikah dan sebagainya.. Saya memberanikan diri bicara, Mirna kamu kok cantik dan anggun sih, Mirna menyahut nah kan mulai keluar rayuan gombalnya, sungguh kok sih saya tidak bohong, saya pegang tangannya sambil mengelusnya, geli banget, Bob come on nanti saya bisa lupa nih kalau kamu adalah suami kakak saya. Biarin saja kata saya.

Perlahan tapi pasti tangan saya mulai merayap ke pundaknya terus membelai rambutnya tanpa disangka dia juga mulai sedikit memeluk saya sambil membelai kepala dan rambut saya. Akhirnya saya kecup keningnya dia bilang Bob kamu sungguh gentle sekali. Oh, indahnya kalau dulu kita bisa menikah saya bilang, “Abis kamunya sih sudah punya pacar”. Lalu saya kecup juga bibirnya yang sensual, dia juga membalas kecupan saya dengan agresif sekali dan saya memakluminya karena saya yakin dia tidak pernah diperlakukan sehalus ini. Kami berciuman cukup lama dan saya dengar nada nafasnya mulai tidak beraturan, tangan saya mulai merambat ke daerah sekitar buah dadanya. Dia sedikit kaget dan menarik diri walaupun mulut kami masih terus saling berciuman.


Kali ini saya masukkan tangan saya langsung ke balik BH-nya, dia menggelinjang. Saya mainkan putingya yang sudah mulai mengeras dan perlahan saya buka kancing bajunya dengan tangan saya yang kanan, setelah terbuka saya lepas BH-nya. Woww, betapa indah buah dadanya, ukurannya kurang lebih mirip dengan istri saya namun putingnya masih berwarna merah muda mungkin karena dia tidak pernah menyusui putranya, Mirna terhenyak sesaat sambil ngomong, “Bob kok jadi begini”.

“Mirna saya suka ama kamu”, terus dia menarik diri. Saya tidak mau berhenti dan melepaskan kesempatan ini, langsung saya sambar lagi buah dadanya kali ini dengan menggunakan lidah saya sapu bersih buah dada beserta putingnya. Mirna hanya mendesah-desah sambil tangannya mengusap-ngusap kepala saya dan saya rasakan tubuhnya semakin menggelinjang kegelian dan keringat mulai mengucur dari badannya yang harum dan putih halus.

Lidah saya masih bermain diputingnya sambil menyedot-nyedot halus. Dia semakin menggelinjang dan langsung membuka baju saya pada saat itu saya juga membuka kancing roknya dan terlihat paha yang putih mulus nan merangsang, kita sekarang masing-masing tinggal CD saja, tangannya mulai membelai pundak dan badan saya, sementara itu lidah saya mulai turun ke arah pangkah paha. Dia semakin menggelinjang, Oww Bob nikmat dan geli sekali. Perlahan saya turunkan CD-nya, dia bilang “Bob jangan bilang sama siapa-siapa ya terutama kakak saya”
“Saya bilang emang saya gila kali, pakai bilang-bilang kalau kita..”. setelah CD-nya saya turunkan saya berusaha untuk menjilat clitorisnya yang berwarna merah menantang. Pada awalnya dia tidak mau, katanya dia belum pernah begituan, nah sekarang saatnya kamu mulai mencoba

Lidah saya langsung menari-nari di clitorisnya, dia meraung keras, “Ohh.., Bob .., enaakk sekali.., saya.., saya tidak pernah merasakan ini sebelumnya kamu pintar sekali sih..”,. Kemudian saya jilat clitoris dan lubang vaginanya, tidak berapa lama kemudian dia menjerit, “Auuww saya keluar Bob Oohh nikmat sekali”, dia bangkit lalu menarik dengan keras CD-ku. Langsung dia sambar penis saya dan dilumatnya secara hot dan agresif sekali. Terus terang istri saya tidak perah mau melakukan oral seks dengan saya, dia terus memainkan lidahnya dengan lincah sementara tangan saya memainkan puting dan kelentitnya. Tiba-tiba ia mengisap penis saya keras sekali ternyata dia orgasme lagi, dia lepaskan penis saya, “Bob ayo dong masukin ke sini”, sambil menunjuk lubangnya. Perlahan saya tuntun penis saya masuk ke vaginanya, dia terpejam saat penis saya masuk ke dalam vaginanya sambil dia tiduran dan mendesah-desah. “Ohh Bob biasanya suami saya sudah selesai dan saya belum merasakan apa-apa, tapi kini saya sudah dua kali keluar, kamu baru saja mulai”. Waktu itu kami bercinta sudah kurang lebih 30 menit sejak dari awal kita bercumbu.
Sekarang saya angkat ke dua kakinya ke atas lalu ditekuk, sehingga penetrasi dapat lebih dalam lagi sambil saya sodok keluar masuk vaginanya. Dia terpejam dan terus menggelinjang dan bertambah liar. Saya tidak pernah menyangka orang seperti Mirna yang lemah lembuh ternyata bisa liar di ranjang. Dia menggelinjang terus tak karuan. “Ohh Bob saya keluar lagi”. Saya angkat perlahan penis saya dan kita berganti posisi duduk, terus dia yang kini mengontrol jalannya permainan, dia mendesah sambil terus menyebut, “Ohh Bob .., ohh Bob ”. Dia naik turun makin lama makin kencang sambil sekali-kali menggoyangkan pantatnya, tangannya memegang pundak saya keras sekali. “Iihh.., uuhh Bob saya keluar lagi.., kamu kok kuat sekali.., come on Bob  keluarin dong saya sudah tidak tahan nih”

“Biar saja”, kata saya, “Saya mau bikin kamu keluar terus, kan kamu bilang sama saya, bahwa kamu tidak pernah orgasme sama suami kamu sekarang saya bikin kamu orgasme terus”.

“Iya sih tapi ini betul-betul luar biasa Bob .., ohh betapa bahagianya saya kalau bisa setiap hari begini sama kamu”.

“Ayo jangan ngaco ah, mana mungkin lagi”, kata saya.

Saya bilang, “Sekarang saya mau mencoba doggy style”.

“Apa tuh”, katanya.
“Ya ampun kamu tidak tau”.

“Tidak tuh”, katanya. Lalu saya pandu dia untuk menungging dan perlahan saya masukkan penis saya ke vaginanya yang sudah banjir karena keluar terus, pada saat penis saya sudah masuk sempurna mulailah saya tusuk keluar masuk dan goyangin makin lama makin kencang. Dia berteriak dan menggelinjang dan mengguncangkan tubuhnya. “Bob .., ampuun deh saya keluar lagi nih”. Waktu itu saya juga sudah mau keluar.

Saya bilang”, Nanti kalau saya keluar maunya di mulut Mirna ”.

“gak mau. Mirna belum pernah dan kayaknya jijik deh”.

“Cobain dulu ya”, akhirnya dia mau.

Tiba saatnya saya sudah mau orgasme saya cabut penis saya dan sambil dia jongkok saya arahkan kepala penis saya ke mulutnya sambil tangan dia mengocok-ngocok penis saya dengan sangat bernafsu. “Mirna..”, Ketika mau keluar langsung penis saya dimasukkan ke dalam mulutnya tidak lama lagi. “Creett.., creett.., crett.., creett”, penuhlah mulut dia dengan sperma saya sampai berceceran ke luar mulut dan jatuh di pipi dan buah dadanya. Dia terus menjilati penis saya sampai semua sperma saya kering saya tanya dia, “Gimana Mirna nikmat tidak rasanya”.

Kita berdua tertidur sampai akhirnya kita bangun jam 10 malam. Mirna mengecup halus bibir saya, “Bob,terimakasih banyak ya.., saya merasakan  kepuasan sama apa yang kamu berikan kepada saya, walaupun ini hanya sekali saja pernah terjadi dalam hidup saya”. Agen BandarQ
NagaQQ